oleh

Sebanyak 19 Karyawan Restoran Ditahan Karena Ogah Beri Burger Gratis pada Polisi Pakistan

Kabar6-Lantaran menolak memberikan burger gratis kepada sekelompok polisi, sebanyak 19 karyawan di jaringan restoran Johnny & Jugnu di Lahore, Pakistan, ditangkap pada pukul 01.00 waktu setempat, dan ditahan semalam.

“Ini bukan pertama kalinya hal seperti ini terjadi di restoran kami,” demikian pernyataan jaringan restoran burger itu. ** Baca juga: Pulang Berbelanja, Pria India Ini Bawa Pengantin Wanita

Akibatnya, melansir News18, sembilan petugas polisi yang terlibat dalam insiden itu kini telah diskors. Pejabat senior polisi provinsi, Inam Ghani, mengumumkan hukuman pada para polisi itu lewat Twitter dengan menuliskan, “Tidak ada yang diizinkan untuk mengambil tindakan hukum dengan tangannya sendiri. Ketidakadilan tidak akan ditoleransi. Mereka semua akan dihukum.”

Dalam pernyataan yang diposting dalam laman Facebook, Johnny & Jugnu mengatakan, sekelompok petugas polisi telah datang ke restoran dua hari sebelum kejadian dan meminta burger gratis.

“Setelah menolak permintaan mereka untuk burger gratis, yang telah menjadi praktik umum bagi mereka, petugas polisi mengancam manajer kami dan pergi, hanya untuk kembali keesokan harinya untuk lebih melecehkan dan menekan tim kami, dengan argumen tak berdasar,” tulis pernyataan itu.

Dijelaskan, “Pada 11 Juni, beberapa petugas polisi datang ke outlet kami dan menahan manajer kami, tanpa memberikan alasan apa pun. Kemudian mereka mengosongkan seluruh cabang kami, mengambil semua kru dapur kami, termasuk para manajer.”

Pihak restoran menambahkan, “Para staf tidak diizinkan untuk menutup dapur, membiarkan penggorengan masih berjalan, pelanggan menunggu pesanan mereka. Para pekerja itu ditahan selama tujuh jam dan para petugas polisi melecehkan mereka, mendorong mereka, semua karena tidak memberi mereka burger gratis.”

Sebelumnya, Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, telah menyerukan reformasi kepolisian wilayah Punjab, dengan mengatakan politisi lokal telah menunjuk ‘kroni’ untuk menjalankan kantor polisi.(ilj/bbs)

Berita Terbaru