oleh

Saingi Harga Daging, Cabe Rawit Merah di Ciputat Semakin ‘Pedas’

Kabar6-Pergerakan harga sejumlah komoditi pangan bahan pokok awal bulan Ramadhan semakin tak terbendung. Seperti harga cabe rawit merah melonjak drastis di pasar tradisional Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mencapai Rp 120 ribu per kilogram.

Menurut pantauan kabar6.com di lapangan, tidak semua pedagang sayur di pasar Ciputat menjajakan cabe rawit merah di lapak dagangannya. Kalaupun ada, rata-rata para pedagang hanya menyetok dalam jumlah sedikit.

Saat coba dicari tahu, jawaban para pedagang pun seragam. Kondisi demikian harus terjadi lantaran besarnya modal serta resiko penjualan akibat melejitnya harga cabe rawit merah di pasaran.

“Naiknya baru dini hari tadi, sebelumnya emang sudah mulai naik tapi ngga sebesar ini,” ungkap Yati, salah satu pedagang sayur di pasar Ciputat, Jum’at (12/7/2013).

Menurut wanita setengah baya asal Boyolali, Jawa Tengah ini, sebelumnya harga cabe merah baru ada dikisaran Rp 60 ribu per kilogram.

Para pedagang di pasar induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mengklaim naiknya harga cabe rawit merah dipicu langkanya pasokan dari para petani.

Dia memprediksi kondisi seperti ini bakal berlangsung selama 3-4 hari kedepan. Namun, Yati tetap merasa pesimis kalau setelah lewat kurun waktu itu harga dapat kembali stabil seperti semula.

“Saya tadi mau beli Rp 5 ribu tapi ngga boleh katanya. Awalnya kirain cuma satu pedagang yang naik sebesar itu, ngga taunya semua. Sekarang kalau beli rawit merah minimal harus 1 ons harganya Rp 12 ribu,” keluh Iyah, warga yang sedang belanja sayuran.

Ia berharap naiknya harga tidak berlangsung lama apalagi kembali naik saat mendekati hari raya Idul Fitri seperti tahun-tahun sebelumnya.

Iyah merasa kalau barang komoditi seperti cabe merupakan yang paling penting dibanding komoditi sayuran lainnya.

“Kalau ada cabe kan bisa makan pake nasi sama sambel. Lagian kok sekarang cabe sama daging sapi malah mahalan cabe,” ketusnya.(yud)

Berita Terbaru