oleh

Sadis! Pria Sindrom Down Dikremasi Hidup-hidup Demi Gantikan Posisi Jenazah Orang Kaya

Kabar6-Sungguh sadis, seorang pria Tiongkok bernama Lin Shaoren (36), mendapat perlakuan yang tidak manusiawi. Pria dengan sindrom Down itu diculik, dibius, serta dimasukkan ke peti mati, dan dikremasi hidup-hidup.

Sindrom Down atau Down syndrome adalah kelainan genetik yang menyebabkan penderitanya memiliki tingkat kecerdasan yang rendah, dan kelainan fisik khas.

Bagaimana Lin bisa diperlakukan seperti itu? Rupanya, melansir SCMP, tubuh Lin ditukar dengan jenazah seorang pria kaya bernama belakang Huang yang meninggal dunia karena kanker. Pihak keluarga ingin menguburkan Huang sebagaimana layaknya pemakaman biasa, sesuai permintaan pria tersebut sebelum menutup mata, dan bukan dikremasi. Itulah sebabnya rencana ‘pertukaran tubuh’ pun dijalankan.

Keluarga Huang lantas menyewa seseorang untuk menemukan jenazah pengganti yang dapat dikremasi, untuk menggantikan jenazah pria tersebut. Tetapi tanpa mereka ketahui, seseorang yang mereka sewa melakukan pembunuhan untuk menyediakan jenazah pengganti.

Sasaran pun tertuju pada Lin yang saat itu sedang memungut sampah di sepanjang jalan, dekat rumahnya di Lufeng. Saat itulah, Lin diculik dan dipaksa minum alkohol dalam jumlah banyak.

Dalam kondisi pingsan akibat minuman beralkohol, penculik memasukkan Lin ke peti mati dan menyegelnya dengan empat paku baja. Peti mati itu kemudian ditukar dengan peti mati Huang, ketika hendak dikirim untuk kremasi.

Lin dikremasi, sementara tubuh Huang dibawa ke daerah terpencil untuk dimakamkan oleh keluarga secara tradisional. Kerabat Huang membayar 107 ribu yuan untuk pertukaran tubuh itu, di mana 90 ribu yuan untuk si penculik yang nama pendeknya juga Huang, sementara sisanya untuk perantara yang diidentifikasi dengan nama belakang Wen.

Lin sendiri terdaftar sebagai orang hilang selama dua tahun sebelum keluarganya menemukan dia telah dibunuh pada November 2019, setelah polisi menggunakan rekaman surveillance untuk memecahkan misteri kejahatan tersebut.

Si penculik dijatuhi hukuman mati yang eksekusinya ditangguhkan oleh pengadilan. ** Baca juga: Perusahaan di Denmark Tawarkan Produk Pakaian Dalam yang Tak Perlu Sering Dicuci

Diketahui, penguburan dilarang di sebagian besar Tiongkok, terutama di kota-kota besar. Pihak berwenang berpendapat, kremasi menghemat ruang lahan dan lebih ramah lingkungan.

Tetapi beberapa keluarga berusaha keras untuk menghindari kremasi, dengan banyak yang percaya penguburan adalah satu-satunya cara bagi orang mati untuk mendapatkan kedamaian.(ilj/bbs)

Berita Terbaru