oleh

RSUD Balaraja Pastikan Kebutaan Memi Bukan Akibat Pascaoperasi

Memi, pasien RSUD Balaraja yang kini buta.(agm)

Kabar6-Pihak RSUD Balaraja memastikan bila kebutaan yang dialami Memi (24), warga Kampung Pekong Kalong, RT 08/02, Desa Saga, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, bukan disebabkan pascaoperasi kelenjar getah bening.

Sedianya, pihak RSUD Balaraja tak menampik bila sebelum mengalami kebutaan Memi memang sempat menjalani operasi kelenjar getah bening di rumah sakit tersebut.

“Benar, pasien pernah melakukan operasi kelenjar getah bening di RSUD Balaraja. Saat operasi berjalan, ditemukan masa padat (benjolan) pada leher pasien, dan segera dilakukan proses pengangkatan, pada 29 Desember 2015 lalu. Dan, operasinya berhasil,” ujar Kepala Bidang Pelayanan RSUD Balaraja, dr. Meis Larissa Tanaka‎, Rabu (31/8/2016).

Pascaoperasi, kata dr. Meis, pihak RSUD Balaraja meminta pasien untuk rutin melakukan kontrol tiap satu minggu sekali. Dan, setelah dinyatakan sehat dan pasien bisa pulang pada tanggal 31 Desember 2016 lalu.

“Tapi pasien hanya kontrol sekali pada tanggal 4 Januari 2016 lalu. Padahal kami sudah mengimbau pasien agar rutin kontrol seminggu sekali selama satu bulan,” ungkap dr. Meis lagi.

Ia mengaku, bila pihak RSUD sempat kaget mendengar kabar dari media, bahwa pasien tersebut telah mengalami kebutaan akibat pascaoperasi.

“Kami kaget mendengar berita itu. Loh kan operasinya berjalan lancar dan tidak ada masalah. Ketika pasien datang untuk melakukan kontrol pertama, juga nggak ada masalah itu. Malahan si pasien mengatakan sudah baikan setelah dioperasi. Kok tiba-tiba di bulan ini (Agustus), si pasien menderita kebutaan,” jelas dr. Meis.

Diketahui, tepat tanggal 8 Agustus 2016, pasien kembali datang ke RSUD Balaraja diantar oleh keluarganya (Setelah tujuh bulan tidak kontrol) dengan mengeluhkan, bila sejak tiga bulan lalu kedua matanya tidak bisa melihat dan terasa menonjol, tetapi belum pernah berobat ke Dokter Mata. **Baca juga: Mensos Berharap Persoalan Kemniskinan Cepat Terselesaikan.

Oleh Petugas, pasien diarahkan untuk dilakukan pemeriksaan ke Poliklinik Mata. Hasil pemeriksaan dokter Spesialis Mata di dapatkan adanya penekanan pada syaraf mata. Selanjutnya pasien dirujuk ke RS yang memiliki fasilitas Dokter Spesialis Bedah Syaraf. **Baca juga: Memi, Pemuda Desa Saga yang Buta Usai Operasi di RSUD Balaraja.

dr. Meis menjelaskan, operasi pengangkatan benjolan itu tidak ada kaitannya dengan kebutaan. “Dari leher menuju mata tidak ada kaitannya. Karena leher tidak tersentuh kepada pusat saraf mata. Kenapa jadi RSUD Balaraja yang disangka malpraktik,” ujar Meis.(agm)

Berita Terbaru