RSU Tangsel Berikan Vaksin Polio Bagi 500 Anak

Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany (bbs)
Walikota Airin saat memberikan vaksin dalam PIN polio.(yud)

Kabar6-Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) turut berpartisipasi menyukseskan program‎ Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio 2016 yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia.‎

Cairan vaksin polio yang diberikan dalam program yang dilaksanakan mulai 8-15 Maret ini dipastikan halal.

Direktur RSU Kota Tangsel, Maya Mardiana mengatakan, program di atas‎ bertujuan untuk mendukung tercapainya eradikasi polio di dunia pada akhir 2020. Pemerintah telah menargetkan pada PIN 2016 harus bisa menjangkau lebih dari 95 persen bayi di Indonesia.

“Dengan pemberian vaksin aktif melalui mulut dua tetes setiap anak usia 0 sampai 59 bulan tanpa melihat status imunisasinya,” kata Maya lewat keterangan resmi yang diterima kabar6.com, Minggu (13/3/2016).

Dijelaskan, Pemerintah Kota Tangsel melalui Dinas Kesehatan dan RSU setempat terus melakukan sosialisasi dan kesiapan sarana agar petugas PIN mampu mencapai cakupan. Sebab,‎ imunisasi wajib diberikan pada anak dan merupakan hak anak.

Petugas medis RSU Tangsel berikan vaksin polio.(yud)

“Saya berharap tidak ada orangtua yang melarang sang anak mendapat vaksin. Bahkan mendukung anak-anak di semua wilayah lainnya untuk dihimbau diberikan imunisasi,” jelasnya.

Maya paparkan, PIN Polio ditujukan bagi anak yang berumur 0-59 bulan, termasuk bagi warga pendatang. Jika pada pelaksanaan PIN Polio ditemukan anak yang seharusnya mendapatkan Imunisasi Polio rutin, maka pemberian Imunisasi Polio pada waktu pemberian vaksi dicatat sebagai Imunisasi PIN.

Selanjutnya anak tersebut harus tetap melengkapi Imunisasi dasar. Anak-anak yang sedang dirawat di rumah sakit selama masa pelaksanaan PIN Polio agar diberikan imunisasi Polio segera setelah sembuh. Termasuk siapapun yang berkunjung ke rumah sakit dan diberikan secara gratis.

“Hingga hari ini telah tercatat 140 lebih anak balita di RSU Tangsel dengan juga dibentuk tim KIPI ( Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) untuk kasus jika ada KIPI di Kota Tangerang Selatan dibawah pengawasan dokter spesialis anak,” paparnya.

Terpisah, Kepala Bidang Layanan Medis RSU Kota Tangsel, Tri Utami Pertiwi menguraikan,‎ petugas medis selalu bertanya kepada setiap orangtua pasien anak-anak ataupun yang berkunjung. Jika anak-anaknya belum mendapat imunisasi, maka petugas medis akan langsung memberikan cairan vaksin polio di ruangan lantai dasar.

Ratusan anak-anak di Kota T‎angsel ikut PIN Polio.(yud)

“RSU Tangerang Selatan dalam PIN Polio tahun ini menargetkan berikan imunisasi kepada 500 anak,” urainya ditemui di Jalan Raya Padjajaran, Kecamatan Pamulang.

Tri Utami mengungkapkan, imunisasi polio diberikan tujuannya untuk mencegah anak terjangkit penyakit polio. Penyakit polio dapat menyebabkan anak menderita kelumpuhan pada kedua kaki dan otot-otot wajah‎.

Hal yang mesti diperhatikan setelah anak mendapat imunisasi polio, lanjutnya, maka pada tinja akan terdapat virus polio selama enam pekan sejak pemberian imunisasi. Oleh karena itu, bagi warga yang berhubungan langsung dengan anak‎ penerima imunisasi polio supaya menjaga kebersihan.

‎”Dengan cara mencuci tangan setiap kali mengganti popok bayi,” pesan Uut, sapaan akrab Tri Utami Pertiwi.

Diperkirakan terdapat 1 kasus polio berkaitan dengan imunisasi polio terjadi setiap 2,5 juta dosis OPV yang diberikan. Hal ini tidak cukup menjadi alasan untuk mengadakan perubahan terhadap kebijakan pemberian imunisasi polio karena imunisasi polio terbukti sangat berguna bagi kesehatan anak.

Sebagian kecil anak setelah imunisasi dapat mengalami gejala pusing, diare ringan, nyeri otot.

Kapan anak tidak boleh diberikan imunisasi polio?

    Anak demam tinggi diatas 38,5oC.
    Anak sedang diare atau muntah
    Anak sedang mendapat pengobatan obat yang menurunkan kekebalan tubuh
    Anak yang menderita kanker atau penyakit hipogamaglobulin
    Anak yang mempunyai riwayat alergi neomisin, polimiksin dan streptomisin.(adv)