Home / Tangerang Raya / Kabar Pemda / RSU Kota Tangsel Gelar Penyuluhan Pola Gizi Bagi Lansia
kabar6.com
Penyuluhan gizi bagi Lansia di RSU Kota Tangsel. (az)

RSU Kota Tangsel Gelar Penyuluhan Pola Gizi Bagi Lansia

Kabar6-Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar penyuluhan gizi kepada Lanjut Usia (Lansia). Penyuluhan ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat khususnya masyarakat tentang kebutuhan gizi yang diperlukan oleh Lansia.

Dokter Spesialis Gizi RSU Kota Tangsel Dian Permatasari mengatakan tubuh manusia bakal mengalami perubahan usia. Semakin bertambah usia, maka fungsi organ tubuh akan semakin berkurang. Pada lanjut usia (lansia), terjadi berbagai perubahan baik secara fisik maupun persepsi yang kemudian mempengaruhi kebutuhan gizi.

Pada lansia, kebutuhan gizinya terkadang susah untuk digeneralisasi. Meskipun secara umum lansia akan mengalami penurunan kebutuhan gizi, tetapi karena penurunan massa tubuh dan kecepatan metabolisme maka kebutuhan gizinya berbeda-beda pula.

“Selain karena penurunan massa tubuh dan kecepatan metabolisme basal, menurunnya kemampuan organ-organ untuk bekerja secara maksimal juga mempengaruhi kebutuhan gizi lansia,” ungkap Dian menjelaskan saat memberikan penyuluhan kepada Lansia.

Menurut Dian, tidak hanya perubahan fisik, perubahan indra dan persepsi seperti kepekaan terhadap rasa, aroma, bahkan pendengaran dan penglihatan juga merupakan faktor yang mempengaruhi pemenuhan gizi lansia. Salahsatu masalah terkait persepsi yang biasa terjadi pada lansia adalah berkurangnya kemampuan indera pengecapan.

“Ketika kemampuan seseorang untuk mengecap rasa berkurang, makanan dapat terasa hambar atau pahit sehingga cenderung menambahkan bumbu seperti garam atau penyedap ke dalam makanan. Padahal konsumsi garam dan penyedap termasuk yang harus dibatasi pada lansia. Penurunan fungsi penciuman juga mempengaruhi bagaimana seseorang memilih jenis makanan,” jelas Dian.

Oleh karena itu, lanjut Dian, perlu diperhatikan asupan makanan seperti kalori, karbohidrat, lemak, protein dan serat. Kebutuhan kalori pada lansia berbeda dengan kebutuhan kalori orang dewasa. Mengatur pola makan sangat mempengaruhi jumlah kalori yang akan dikonsumsi oleh seseorang, agar tidak terjadi kekurangan kalori ataupun kelebihan kalori yang dapat menyebabkan obesitas.

“Kecukupan gizi yang dianjurkan untuk lansia lebih dari 60 tahun pada pria adalah 2.200 kalori dan pada wanita yaitu 1.850 kalori. Perbedaan kebutuhan kalori pria dan wanita ini didasarkan pada adanya perbedaan aktivitas fisik dan tingkat metabolisme basal yang berhungan dengan pengurangan massa otot,” terangnya.

Penyuluhan Gizi Bagi Lansia di RSU Kota Tangsel.(az)

Sedangkan untuk kebutuhan karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi manusia. Setiap satu gram karbohidrat yang dikonsumsi menghasilkan energi sebesar empar kilokalori dan hasil proses oksidasi (pembakaran) karbohidrat ini kemudian akan digunakan oleh tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi-fungsinya seperti bernapas, kontraksi jantung dan otot, serta untuk menjalankan berbagai aktivitas fisik.

“Nah, untuk serat memiliki banyak manfaat bagi manusia. Serat berperan dalam mencegah berbagai penyakit dan merupakan komponen penting dalam makanan. Serat bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol serum dan meningkatkan toleransi glukosa pada penderita diabetes,” tegasnya.

“Perhatian status gizi kepada lansia sangat penting dilakukan untuk peningkatan kesehatan kondisi fisik lansia dengan melakukan penilaian status gizi ssecara berkala, memberikan pengawasan kepada lansia saat lansia makan, memberikan makan kepada lansia sesuai dengan kemampuan fisik lansia,” ujarnya.**Baca Juga: Polsek Karawaci Tangkap Penjual Miras Oplosan Jenis Ciu.

Bagi lansia, Dian menyarankan ada pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak. Alasannya kerja sistem pencernaan bagi lansia sudah tidak semaksimal saat usia muda, maka membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak menjadi sangat penting untuk menjaga kesehatan lansia.

Konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih akan meningkatkan kemungkinan lansia mengalami hipertensi, hiperkolesterol, hiperglikemia, stroke, penyakit jantung, dan diabetes.

“Lansia lebih rentan terhadap penyakit degeneratif karena sistem yang berfungsi untuk membantu metabolisme gula, garam, dan lemak sudah tidak bisa bekerja sebaik dulu,” tandasnya.(ADV)

Check Also

kabar6.com

Airin Raih Walikota Entrepreneur Award 2018 Kategori Investasi

Kabar6-Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany meraih penghargaan Walikota Entrepreneur Award 2018 kategori Investasi ...