oleh

Rombongan Kunjungan RI 2 Diwarnai Pelemparan Bom Molotov

Kabar6-Rombongan RI 2 melaksanakan kunjungan kerja di wilayah Provinsi Banten, Prajurit Batalyon Mandala Yudha melakukan pengamanan dan pengawalan sepanjang rute perjalanan Jakarta – Serang – Pandeglang.

Dalam perjalanan rombongan mengalami beberapa gangguan diantaranya aksi pelemparan bom molotov di depan PT ALPLUSE dan PT. MCP Jelly di daerah Citeras, Lebak. Dalam aksinya Prajurit Batalyon Mandala Yudha dapat mengatasi gangguan tersebut dan melanjutkan perjalanan menuju Kota Serang.

Tepat di depan kantor Walikota Serang terjadi aksi kerusuhan yang ditimbulkan oleh sekelompok massa yang memprotes kebijakan-kebijakan pemerintah dan menuntut kesejahteraan bagi masyarakat Banten.

Aksi tersebut membuat iring-iringan rombongan RI 2 menjadi tersendat dan sempat terhenti sehingga tim pengaman dan pengawalan bereaksi cepat untuk melindungi rombongan VVIP RI 2.

Tidak berhenti disitu pada saat perjalanan kunjungan kerja di Pandegelang rombongan VVIP RI 2 kembali mengalami gangguan berupa peledakan bom berjenis low explosive di Kawasan alun-alun Pandeglang yang membuat iring-iringan rombongan RI 2 terhenti.

Tim pengaman dan pengawalan RI 2 melakukan evakuasi secara cepat dan sigap terhadap RI 2 untuk menuju tempat yang lebih aman dan mengganti rute perjalanan yang ada.

Kejadian tersebut merupakan bagian dari simulasi latihan yang dilakukan oleh 32 prajurit Batalayon Mandala Yudha sebagai kelompok Matan Perjalanan dalam Operasi Pengamanan dan Pengawalan VVIP yang diaplikasikan dengan menggunakan kendaraan bermotor .

Koordinator Materi Operasi Pengamanan dan Pengawalan VVIP Letda Arh Radix Cecario mengatakan, Simulasi Operasi Pengamanan dan Pengawalan VVIP ini diumpamakan apabila ada Pejabat Negara dan Tamu Mancanegara yang sedang melaksanakan perjalanan khususnya menggunakan transportasi darat.

**Baca juga: Warga Krisis Air Bersih, Pimpinan Ponpes Ini Minta Bupati Pandeglang Peka.

“Jima tiba-tiba mengalami gangguan di tengah perjalanan, maka prajurit Batalyon Mandala Yudha yang diminta menjadi kelompok pengawalan dan penyelamatan,” terang Radix dalam keterangan tertulisnya, Minggu (22/9/2019).

Kendati demikian, jika ada gangguan keamanan di tengeh perjalanan dengan cepat tangani tindakan pengamanan dan pengawalan taktis.

“Sudah siap dengan kecepatan dan ketepatannya melakukan tindakan pengamanan dan pengawalan taktis apabila ada gangguan yang membahayakan keselamatan VVIP selama diperjalanan,” tandasnya.(Aep)

Berita Terbaru