oleh

Ribuan Jamaah Hadiri Haul Habib Ali Bin Muhammad Al Habsyi di Masjid Riyadh Solo

Kabar6-Ribuan jamaah se-Asia penuhi pekarangan dan Masjid Riyadh, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah dalam acara Haul Al Imam Al Alamah Al Habib Ali bin Muhammad Al-Habsy Ke-107, Sabtu (29/12/2018).

Khadimul Ar-Raudhah Kampung Dhuha Tangerang Selatan (Tangsel), H Agus Pramono bertutur, pemandangan hari itu sangatlah dahsyat. Keberkahan di Masjid Riyadh-Solo sangat terlihat dari penuhnya reservasi hotel, penuhnya pedagang dan penuhnya jamaah yang datang di haul ini.

“Dari semua penjuru Indonesia bahkan Asia, semua mendatangai acara haul ini. Lingkungan sekitar masjid pasti sangat beruntung dengan keberkahan ini,” kata H Agus Pramono.

Kata H Agus Pramono, saat itu semuanya bertasbih dan bersalawat Subhanallah. “Seandainya kita bisa tularkan ke kampung kita di Tangsel, terutama Pamulang, Yaa Allah Yaa Rachman, semua pasti penuh dengan keberkahan,” ungkapnya.

Lebih jauh H Agus Pramono menjelaskan, awalnya penyebaran kitab tersebut di wilayah Hadramaut, namun semakin lama pembacaan kitab tersebut tersebar tak hanya di Yaman, namun juga berbagai negara seperti Indonesia.

Luasnya penyebaran kitab tersebut karena murid-murid atau para santri Habib Ali Bin Muhammad Al Habsyi berasal dari berbagai negara.

Kitab maulid Simtu Durar merupakan karangan yang terkenal. Hingga saat ini kitab itu telah menyebar di belahan dunia manapun.

Sementara di Indonesia kebanyakan kitab maulid yang dibaca adalah Simtut Durar. Yang biasa dibaca Oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf itu juga Simtud Durar.

“Seperti yang Alhamdulillah pernah kami hadirkan di Pamulang – Benda Baru pada Tahun 2017 yang lalu,” ungkapnya.

H Agus Pramono menuturkan, nasab Habib Ali bersambung kepada Rasulullah SAW, melalui jalur Sayiidina Husein.

Lengkapnya yaitu Habib Ali bin Muhammad bin Husein bin Abdullah bin Syeikh bin Abdullah bin Muhammad bin Husien bin Ahmad Shohibusy Sy’ib bin Muhammad Asghor bin Alwi bin Abubakar Al-Habsyi berlanjut terus sampai kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib dan Sayyidatina Fatimah Az-Zahra.

Kitab maulid karangan Habib Ali Al Habsyi itu, menurut H Agus Pramono, berisi ringkasan sejarah Nabi Muhammad SAW yang difokuskan dari masa sebelum dilahirkannya Rasulullah, masa kecil, perjalanan hidup hingga ketika diutus olleh Allah SWT dan dibahas tentang Isra’ Mi’raj.

**Baca juga: Kecamatan Serpong Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Wilayah Sumur Pandeglang.

“Pesan Habib Ali Bin Muhammad Al Hasybi, kepada wanita jagalah Hijab kalian dan jagalah rasa malu kalian dan untuk kaum pria pelajarilah adab kalian dan pelajarilah Ilmu kalian,” pungkasnya. (aji)

Berita Terbaru