oleh

Regulasi Diganti, Semua Boleh Impor Kedelai

Kabar6-Kabar baik untuk pengrajin tempe dan tahun di Provinsi Banten. Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menyatakan pekan ini akan segera mengubah aturan importir terdaftar (IT) menjadi importir umum (IU).

Dengan perubahan regulasi, berarti seluruh importir boleh mendatangkan kedelai dari luar negeri.

“Pekan ini Peraturan Menterinya akan saya revisi, hal ini sesuai arahan Wakil Presiden Boediono dalam sidang kabinet terbatas,” kata Gita Wirjawan, Kamis (19/9/2013).

Disebutkan, dengan perubahan aturan tersebut, maka semua importir boleh mendatangkan kedelai dari luar negeri, bukan hanya importir tertentu.

“Jadi nanti siapa saja mau impor boleh. Semakin banyak yang memasok, semakin bisa kita menjaga stabilisasi,” ujarya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Bachrul Chairi menyatakan, kebijakan yang akan diambil mirip dengan yang terjadi pasca krisis 1998.

“Saat itu, sebagai salah satu syarat pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF), pemerintah Indonesia harus membebaskan impor kedelai yang sebelumnya dimonopoli oleh Bulog. Begitu cara membebaskannya,” terangnya.

Ia menjelaskan, untuk bisa mengimpor kedelai, nantinya perusahaan cukup memiliki nomor pokok importir khusus (NPIK). Persyaratan lainnya, yakni surat permohonan tertulis tentang dokumen yang diajukan, fotokopi Nomor

Pokok Wajib Pajak (NPWP), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), fotokopi Angka Pengenal Importir (API), dan pas foto penanggung jawab perusahaan.

Sebelumnya, sekitar 15.000 pengrajin tahu tempe se Jabodetabek melakukan aksi protes atas melonjaknya harga kedelai sebagai bahan baku pembuatan tahu tempe.

Aksi protes para pengrajin tahu tempe tersebut ditandai dengan mogok produksi selama 3 hari. Alhasil, pedagang tahu tempe dipasaran terpaksa ikut mogok.

“Dampak dari aksi mogok produksi yang dilakukan pengrajin tahu tempe ini, kerugian ditaksir mencapai Rp 30 miliar perharinya,” ungkap Ketua Himpunan Pengrajin Tahu Tempe Indonesia (Hipertindo)  Wilayah Tangerang, Asep Hidayat, beberapa waktu lalu.(bbs/jus)

Berita Terbaru