oleh

RAPBD Kota Tangerang Naik Sebesar 1,8 Miliar Rupiah

Kabar6-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang telah mengajukan rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan Tahun Anggaran (TA) 2013 sebesar Rp 3,19 triliun. Terjadi kenaikan senilai Rp 183,54 miliar APBD Tahun Anggaran 2013 yang sebelumnya sebesar Rp 3.009 triliun.

Demikian disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Tangerang H Arief R Wismansyah pada Rapat Paripurna DPRD Kota Tangerang Dalam Rangka Penyampaian Penjelasan Raperda APBD Perubahan TA 2013 Dan LKPJ Akhir Jabatan Walikota Tangerang Periode 2008-2013 bertempat di Ruang Rapat DPRD Kota Tangerang, Senin (16/9/2013).

“APBD perubahan ini diajukan dalam rangka menunjang berbagai program pemerintah di tahun anggaran 2013, di antaranya untuk kebutuhan bidang kesehatan seperti penyediaan alat-alat kesehatan¬† bagi RSUD Kota Tangerang yang pembiayaannya melalui APBD Perubahan. Selain itu, anggaran perubahan ini juga digunakan untuk kegiatan fisik dan non fisik,” kata Arief Wismansyah di hadapan anggota dewan.

Terkait laporan keterangan pertanggungjawaban atau LKPJ akhir masa jabatan Walikota Tangerang, Arief menyampaikan bahwa Pemkot Tangerang telah menjalankan amanah undang-undang dalam penyelenggaraan desentralisasi urusan Pemerintah Daerah secara optimal dan sebaik-baiknya.

“Hasil kerja melampaui target, banyak mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari berbagai kalangan termasuk dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat,” ujar Arief.

Disebutkan, pencapaian hasil kerja selama kurun waktu 2009-2013 mengacu pada kerangka pembangunan daerah lima tahunan atau Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang dilandasi oleh rumusan visi dan misi pembanguan kota Tangerang.

“Selama kurun waktu 2009-2013, misi pertama telah dicapai melalui tujuh sasaran dengan 55 program dan 203 kegiatan di tahun 2009, 273 kegiatan di tahun 2010, 263 kegiatan di tahun 2011, 292 kegiatan di tahun 2012, dan 331 pada tahun 2013,” rinci Arief.

Salah satu indikator keberhasilan Pemerintah Kota Tangerang, kata Arief, adalah meningkatnya indeks pembangunan manusia (IPM) yang mencapai 76,2 poin di tahun 2012 atau meningkat sekitar 1,3 poin dari tahun 2009.

“Peningkatan tersebut terjadi pada indikator angka harapan hidup sebesar 1,6 poin, indikator angka melek huruf, dan angka tamat sekolah sebesar 0,7 poin,” ucapnya.(hms/jus)

 

Berita Terbaru