oleh

Rano Karno: Kekerasan Seksual Akibat Penyalahgunaan Dunia Maya

Gubernur Banten, Rano Karno.(bbs)

Kabar6-Maraknya kasus pelecehan seksual yang berujung pada tindak pembunuhan yang belakangan marak terjadi di Banten, dianggap cukup meresahkan masyarakat.

Rangkaian kasus yang terjadi itupun, menuai keprihatinan tersendiri dari Gubernur Banten Rano Karno. Ia menilai, rqangkaian aksi tersebut tak lepas dari penyalahgunaan akses dunia maya.

“Mereka (pelaku-red) hanya melihat dan mendengar, tapi mereka tidak membaca. Sehingga mereka mudah terbawa oleh apa yang mereka lihat dan dengar. Ini keprihatinan yang sangat dalam,” kata Rano Karno, ditemui di gedung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Banten, Kota Serang, Kamis (19/5/2016).

Rano meyakini, para pelaku kekerasan seksual yang berujung pada pembunuhan itu hanya mendapatkan pendidikan seks dari dunia maya atau internet yang tak utuh. Bahkan, bisa saja mereka menonton film porno melalui internet.

“Salah satu cara belajar (seks) yang mudah adalah dengan membaca, karena dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja,” ujarnya. **Baca juga: Dua Pemotor Ditikam di Tangerang, Seorang Tewas .

Diketahui, beragam aksi kekerasan yang berujung pada tindak pembunuhan di Banten memang cukup menggeliat. **Baca juga: Cabuli Empat Bocah, Tukang Odong-odong Diamankan Polisi Cilegon.

Sejumlah kasus yang cukup menghebohkan, antara lain kasus mutilasi janda beranak dua di bilangan Cikupa, Kabupaten Tangerang. **Baca juga: Pemutilasi Wanita Hamil di Tangerang Terancam Hukuman Mati.

Ada juga kasus pembunuhan Enno Farihah (18), karyawati cantik di Kabupaten Tangerang dibantai dengan cara menancapkan gagang cangkul di kemaluannya. Mirisnya, satu dari tiga pelaku yang diamankan polisi diketahui masih berstatus pelajar SMP. **Baca juga: Penusuk Kemaluan Wanita Dengan Gagang Cangkul Ditangkap.

Lalu, ada juga tukang odong-odong yang menggerayangi kemaluan bocah di Kota Cilegon. Sederet kasus yang terjadi sepanjang bulan April hingga Mei tersebut, dinilai cukup meresahkan.(tmn)

Berita Terbaru