oleh

Puspiptek Klaim Proyek GIPTI Bawa Manfaat Bagi Masyarakat

Kabar6-Meski belum mengantongi ijin dari Pemerintah Kabupaten Tangerang, Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) tetap “keukeuh” melanjutkan proses pembangunan proyek Galeri Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Inovasi (GIPTI).

Kepala Puspiptek, Sri Setiawati mengatakan, proyek senilai Rp40 miliar yang bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Sinar Mas Land ini, diklaim banyak membawa manfaat bagi masyarakat Kabupaten Tangerang.

Dia menjamin proyek GIPTI ini bakal menghidupkan ekonomi dan menjadi pusat pendidikan teknologi digital bagi warga sekitar.

Oleh karenanya, tidak ada alasan bagi Puspiptek untuk menghentikan kegiatan pembangunan proyek yang progresnya sudah mencapai 90 persen tersebut.

“Ini kan proyek pemerintah, kenapa harus dihentikan. Kami sudah ikuti prosedur sesuai aturan dengan mengajukan permohonan perijinan serta sudah melengkapi syarat-syaratnya kenapa masih dipersulit. Perlu diketahui, ini proyek juga untuk kemaslahatan, karena nanti ekonomi akan tumbuh, sains senter pun dibangun, jadi warga bisa menikmati banyak manfaat,” ungkap Sri, kepada Kabar6.com, Senin (8/6/2020).

Sri menuturkan, pihaknya meminta semua pihak untuk lebih bijak menyikapi masalah terkait pembangunan proyek diatas lahan seluas 15 hektar di kawasan BSD City, Desa Pagedangan, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang tersebut.

Secara hukum, kata dia, tanah yang digunakan untuk proyek ini tidak bermasalah, karena tanah tersebut adalah milik Puspiptek.

Adapun lahan fasos fasum berupa jalan dan tempat pemakaman umum yang dipersoalkan warga perumahan Bumi Puspiptek Asri, telah diberikan solusi.

Untuk tanah makam, Puspiptek telah menyediakan lahan di wilayah Jambe, Kabupaten Tangerang dan jalan lintas juga sudah diberikan meskipun aksesnya agak sedikit bergeser dari lokasi awal.**Baca juga: DPRD Dorong Pemkab Tangerang Tutup Proyek GIPTI.

“Apa lagi yang mau dipersoalkan, mayoritas warga perumahan BPA itu sangat mendukung proyek ini. Memang ada sekitar 30an warga yang tidak setuju, masak kita harus ikuti keinginan mereka dan membatalkan proyek yang punya manfaat untuk orang banyak?,” katanya.(Tim K6)

Berita Terbaru