Punya Berat Badan Ideal Ternyata Belum Tentu Sehat, Lho

Ilustrasi/bbs

Kabar6-Berat yang ideal dan sehat itu tidak selalu sama untuk setiap orang. Mengapa bisa begitu? Ideal atau tidaknya berat badan Anda bisa ditentukan menggunakan kalkulator BMI (Body Mass Index) atau disebut juga IMT (Indeks Massa Tubuh).

Meski bisa menentukan kategori berat badan yang ideal, dilansir msn.com, IMT tidak benar-benar menggambarkan status gizi dan persentase lemak tubuh Anda, karena rumus ini menyesuaikan berat dan tinggi badan agar terlihat proporsional saja. Artinya, IMT tidak bisa memberikan gambaran lemak viseral (lemak di rongga perut yang menyebabkan perut membuncit), lemak subkutan (lemak yang disimpan di bawah kulit dan berbahaya bila berada dalam tingkatan yang tinggi), dan lemak mana yang menguntungkan.

Pasalnya, penumpukan lemak dalam tubuh bisa menjadi indikator pada tingginya risiko penyakit jantung. Semakin banyak lemak dalam tubuh, maka semakin tidak sehat pula tubuh Anda. Misalnya, ada yang memiliki IMT berlebih namun komposisi lemak di tubuhnya normal. Orang yang demikian bisa dipertimbangkan lebih sehat daripada orang-orang dengan IMT normal tapi massa lemaknya berlebih.

IMT juga tidak membantu jika Anda memiliki postur sangat tinggi, sangat pendek, atau sangat berotot. Contohnya, atlet yang beratnya terdiri dari otot mungkin memiliki IMT yang sama dengan orang yang beratnya terdiri dari lemak. Ini karena kepadatan tulang dan persentase lemak tubuh yang berbeda, sementara hal ini tidak dapat diperhitungkan dengan IMT.

Berat badan yang sehat adalah berat yang dapat menurunkan risiko Anda terhadap masalah kesehatan. Bukan hanya untuk mencapai angka tertentu pada timbangan Anda, tetapi lebih kepada usaha mencapai tingkat kesehatan yang lebih baik. Bukan dengan diet ketat, melainkan dengan pola makan yang sehat dan melakukan aktivitas fisik secara teratur. ** Baca juga: Mitos Atau Fakta, Donor Darah Bantu Bakar Kalori

Berat yang sehat adalah saat Anda merasa bugar, mampu melakukan aktivitas sehari-hari, berpikiran jernih, dan tidak memiliki penyakit apa pun. Jadi, percuma kalau Anda berhasil mencapai IMT ideal tapi Anda merasa lemas, letih, dan justru sakit-sakitan akibat diet ketat yang dijalani.(ilj/bbs)