oleh

Pria Inggris Ini Terancam Kehilangan Pekerjaan Karena Tak Pakai Masker dalam Kereta

Kabar6-Seorang konsultan perekrutan asal Inggris bernama Benjamin Glynn (39), kehilangan pekerjaan barunya karena tidak memakai masker saat naik kereta pulang kerja di Singapura.

“Saya bahkan tidak percaya masker menghentikan penyebaran virus sejak awal,” kata Glynn. Dia mengakui hal ini pertama kalinya menjadi masalah.

Glynn yang juga ayah dua anak ini, melansir mothership, diambil gambarnya yang tanpa menggunakan masker, dalam sebuah kereta oleh sesama penumpang. Setelah foto itu diposting online, polisi setempat melacak Glynn dan menuduhnya melakukan pelanggaran gangguan publik.

Pria itu menghabiskan 28 jam dalam sel penjara dan paspornya disita, mencegah Glynn melakukan perjalanan kembali ke Inggris untuk memulai pekerjaan baru. Anggota keluarga Glynn lainnya pulang ke Helmsley, North Yorkshire, pada 31 Mei tetapi dia harus tetap tinggal untuk menghadapi persidangan.

Glynn khawatir harus menghabiskan 12 bulan dengan jaminan sebelum persidangannya dan berpotensi menghadapi hukuman enam bulan di penjara Singapura.

“Saya pikir itu gila bahwa saya menghadapi persidangan sama sekali, hanya karena tidak mengenakan masker,” kata Glynn. “Situasi yang mengerikan ketika saya tidak tahu kapan saya bisa melihat keluarga saya selanjutnya.”

Glynn mengklaim, tidak ada bukti ilmiah untuk mendukung gagasan bahwa memakai masker mengurangi risiko infeksi. “Sejujurnya saya percaya itu tipuan. Saya tidak merasa ada bukti yang menunjukkan bahwa penggunaan masker efektif dengan cara apa pun,” paparnya. “Dari dasar ilmiah, saya pikir itu omong kosong.”

Jerome Tan yang membuat rekaman video Glynn dalam kereta, mengatakan bahwa orang Inggris itu berbicara dengan seorang lelaki tua, mencoba meyakinkannya untuk melepas masker, dan mengatakan itu akan membuatnya sakit.

“Hal yang lebih buruk adalah dia mencoba meyakinkan orang lain untuk tidak memakai masker, dan saya menemukan sikapnya cukup arogan, sesuatu harus dilakukan,” jelas Tan. ** Baca juga: Agar Kekeringan Berakhir, Penduduk Sebuah Desa di Thailand Bangun Patung Mr P Raksasa

Singapura diketahui mewajibkan penduduknya untuk memakai masker setiap kali mereka meninggalkan rumah, dengan sedikit pengecualian. Ahli biologi pemenang hadiah Nobel Profesor Sir Venki Ramakrishnan menyarankan bahwa masker wajah harus dipakai kapan pun Anda berada di ruang publik yang ramai.

Dikatakan Ramakrishnan, ada banyak bukti ilmiah bahwa masker melindungi pemakainya dan orang-orang di sekitarnya, dan memperingatkan Inggris yang berada ‘jauh di belakang’ negara lain dalam hal memakai masker.

Ramakrishnan menambahkan, tidak mengenakan penutup wajah harus dianggap sebagai ‘anti-sosial’ dengan cara yang sama seperti mengemudi dalam kondisi mabuk atau tidak mengenakan sabuk pengaman.(ilj/bbs)

Berita Terbaru