oleh

Pria Diduga Pengawal Sachrudin Nyaris Pukul Wartawan

Kabar6-Sejumlah pria bertampang sangar yang diduga sebagai pengawal Calon Wakil Walikota Tangerang, Sachrudin, nyaris menghajar wartawan yang sedang melakukan peliputan terkait proses pemeriksaan kesehatan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota di RSUD Tangerang, Jumat (19/7/2013).

Beruntung, ketegangan itu sempat diantisipasi oleh sejumlah petugas kepolisian yang berada dilokasi, hingga tidak sampai terjadi pemukulan.

Adalah Ary Arsa, wartawan Surat Kabar Elektronik Tangerang, www.kabar6.com yang nyaris menjadi korban pemukulan sekelompok pria bertampang sangar tersebut.

Menurut Arsa, peristiwa itu berawal ketika dirinya bersama sejumlah wartawan lain sedang menunggu proses pemeriksaan kesehatan Sachrudin di Paviliun Wijaya Kusuma, RSUD Tangerang.

“Saat menunggu itulah, saya dipelototin oleh Maul, adik kandung Sachrudin yang juga ikut mengawal jalannya pemeriksaan kesehatan kakaknya di RSUD Tangerang,” ujar Ary Arsa.

Karena merasa tak nyaman, Arsa kemudian mencoba menanyakan apa maksud pandangan mata Maul kepadanya. Namun, pertanyaan Arsa justru membuat Maul naik pitam.

Seketika itu juga, Maul langsung membentak, “Mata ya mata gua, kenapa emang. Mau gua hajar lu,” ujar Arsa menirukan ucapan Maul kala itu.

Bentakan Maul spontan mengundang respon dari dua pria bertampang sangar yang diduga sebagai pengawal Sachrudin. Keduanya langsung kemudian mendekat dan nyaris menghajar Arsa.

Untungnya, petugas kepolisian yang berada dilokasi bertindak cepat mencegah aksi kedua pria tersebut. Hingga, situasi yang sebelumnya sempat tegang berangsur normal kembali.

Sementara, peristiwa yang dialami Arsa itu kiranya juga memicu ketidaknyamanan bagi sejumlah wartawan lainnya yang ada dilokasi.

“Hal yang membuat saya tidak nyaman adalah, siapa sebenarnya orang-orang tersebut. Juga mengapa kedua orang itu yang nyaris memukul wartawan,” ujar Koesnaedi, wartawan TVOne yang juga menyaksikan peristiwa itu.

Sementara, Pimpinan Redaksi Koran Lokal Tangerang Raya, Chandra Eka menyayangkan aksi sekelompok orang yang diduga sebagai pengawal Sachrudin tersebut.

“Aksi seperti itu tidak boleh dibiarkan berkembang. Wartawan yang merasa keamanan dan keselatannya terancam harus melapor kepada pihak yang berwajib, agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Chandra lagi.

Sedianya, pemeriksaan kesehatan Sachrudin yang berlangsung hari ini, sempat dintuda selama tiga hari dari jadwal yang telah ditetapkan, pada Selasa (16/7/2013) lalu.

Penundaan itu mengacu pada alasan kesehatan Sachrudin, yang kala itu baru saja sembuh dari sakit. Kala itu, Sachrudin dikabarkan menderita stroke ringan.

Sedangkan, proses pemeriksaan kesehatan Sachrudin hari ini, juga dihadiri oleh Ketua KPU Kota Tangerang, Syafril Elain.(tom migran/tim redaksi)

Berita Terbaru