oleh

Pria di Cikupa Tangerang Gantung Diri Terjerat Hutang Judi Online

Kabar6-Seorang pria berinisial HK, 42 tahun, gantung diri di depan PT. Multi Mortar Kampung Kawidaran RT 15/05, Desa Cibadak, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Selasa, (19/9/2022) sekira pukul 6.00 WIB. Ia diduga depresi akibat terjerat hutang serta judi online.

Kapolsek Cikupa, AKP Imam Wahyu Pranomo menerangkan, usai korban gantung diri ditemukan selembar surat dari kantong celana korban. Isinya penyesalan dan permintaan maaf kepada keluarga, pimpinan perusahaan.

“Isi surat tersebut lantaran terjerat hutang akibat judi online,” tarang Imam Wahyu Pranomo kepada kabar6.com.

Ia mengatakan, bermula salah satu karyawan masuk ke dalam perusahaan dan memarkirkan sepeda motor. Saksi melihat seorang laki-laki yang menggantung di atas pohon depan perusahaan.

Kemudian saksi sekuriti perusahan memastikan seorang laki-laki gantung diri menggunakan tali tambang yang diikat di atas pohon. “Sekuriti yang memastikan untuk mengecek TKP,” ujar Wahyu.

Setalah anggota polisi di lapangan melakukan olah TKP tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun tindakan yang lain. Ia menerangkan, bahwa korban memiliki tinggi badan kurang lebih 170 centimeter.

Korban sebelumnya memanjat pohon yang berada di depan mes sebelum gantung diri. Sebab tidak ditemukan meja, kursi atau benda lainnya di lokasi, jarak ujung kaki yang tergantung dengan lantai kurang lebih 100 cm.

Panjang tali dari pohon pengikat ke leher korban kurang lebih 80 centimeter Cairan Sperma yang keluar dari kemaluan, luka jeratan tali yang mencekik di leher, korban mengeluarkan lidah atay tergigit dan perkiraan korban meninggal sekira 05.30.

**Baca juga: Pemkab Tangerang Segel Sementara Lokasi Padi Padi Picnic

Lanjutnya, jenazah langsung di larikan ke RSUD Balaraja untuk melakukan visum dan nantinya jenazah langsung disemayamkan di kediamannya.

“Gak ada tanda-tanda kekerasan terhadap mayat tersebut, tadi di bawa ke RSUD Balaraja untuk dilakukan visum luar, selanjutnya akan di kebumikan di kampung halaman,” jelas Wahyu.(Rez)