oleh

Preman Lontong

Kalau anda pernah bermukim di Medan, Sumatera Utara, hampir bisa dipastikan akan ketawa membaca judul ini ’Preman Lontong’. Karena sebutan ini adalah julukan untuk preman yang modalnya cuma gertak sambel. Kalau ada yang berani melawannya, dia takut, dan kalau ditangkap polisi, biasanya nangis bombay, persis seperti adegan sedih dalam film India.

Darimana sebenarnya asal muasal kata preman muncul dan berkembang di Indonesia.

Preman sudah ada sejak tahun 1800 an, berasal dari kata vrij man. Tapi pada awal kelahirannya, image preman bukan seperti preman yang kita kenal sekarang ini.Preman pada era awal itu,hanya sekumpulan orang yang tidak mau diatur-atur oleh Belanda, tidak mau mengikuti aturan-aturan yang dibuat Belanda sebagai penguasa, mereka ingin bebas dan itulah arti vrij man sesungguhnya, dan kemudian berubah jadi free man lalu dalam bahasa Indonesia disebut preman.

Perubahan paradigma preman yang pertama terjadi ketika Indonesia sudah merdeka, Belanda pergi, para ‘vrij man bingung mau kerja apa, karena tidak punya keahlian yang memadai untuk melanjutkan hidup.

Gagasan pertama yang muncul adalah menawarkan jasa keamanan pada satu wilayah atau lokasi usaha. Semua orang yang ingin aman, harus setor uang jago kepada vrij man, kalau tidak pasti akan dirusuhin. Kini saat uang jago berubah jadi‘ jatah reman’, yang namanya preman justru tumbuh subur, ada di hampir semua lini kehidupan, preman pasar, preman terminal sampai preman kampung.

Membicarakan preman, apalagi preman lontong atau preman terminal, tidak akan menambah wawasan, mendingan perluas wawasan anda soal preman dengan menyimak sepak terjang  Sicilian and American Cosa Nostra misalnya, atau British Yardies, Triad sampai Yakuza.

Bapak saya seorang perwira menengah, pernah bilang pada kami anak-anaknya, semua kita harus menjadi orang baik, taat peraturan negara dan agama.Tapi kalau kamu mau memilih hidup menjadi orang jahat, jadilah penjahat profesional.Sebab di penjara itu rasanya akan lebih sakit maling ayam ketimbang penjahat profesional.

Bagaimana sih penjahat profesional itu.Saya mulai rajin baca-baca tentang Yardies, tentang orang-orang Jamaica yang bermigrasi ke Inggris sejak era 1950 an.Mereka menjalankan bisnis narkoba, jual beli senjata illegal, dan bisnis-bisnis lain yang melanggar hukum.

Gaya hidup mereka keren banget, kalau nongkrong di café jetset, tidur di hotel bintang lima ditemani cewek-cewek cantik bertarif gila-gilaan, atau di rumah mereka sendiri yang mewah, lengkap dengan kolam renang. Kalau kemana-mana tunggangannya mobil Jaguar.

Lain lagi The Serbian Mafia. Mereka beroperasi di sepuluh negara seperti Perancis, Jerman, Amerika, Inggris.Kegiatan utamanya menerima order membunuh, pencurian gen manusia, judi dan juga penyeludupan berbagai barang illegal.

Sebelum memilih profesi jadi wartawan, saya sebenarnya pernah juga kepikiran mau jadi preman, dan angan-angannya menjadi anggota British Yardies.Tapi sudah beberapa tahun menabung nyali untuk menggapai angan-angan itu, ternyata tak cukup.Maka niat jadi preman lebih baik diurungkan.Kalau cuma jadi preman nanggung, nanti ujung-ujungnya jadi preman lontong.Ngapain.(zoelfauzilubis@yahoo.co.id)

Berita Terbaru