Polresta Tangerang: Begini Tips Atasi Kejahatan Jambret

Ilustrasi.(Ist)

Kabar6-Beberapa hari ini, video penjambretan seorang wanita penumpang ojek online di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Cempaka Putih, Jakarta Pusat viral di media sosial dan banyak diperbincangkan oleh masyarakat. Dalam video tersebut terlihat si penumpang yang menjadi korban jambret ditarik tasnya hingga terjatuh dan kemudian diketahui meninggal dunia.

Mengantisipasi kejadian serupa terjadi di wilayah hukum Polresta Tangerang, dimana terdapat beberapa titik rawan kejahatan, pihaknya memberikan beberapa tips berkendara dengan aman, khususnya bagi para pengguna sepedah motor.

Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Wiwin Setiawan menghimbau kepada seluruh masyarajat agar tidak sendirian saat berkendara, terutama saat melewati daerah-daerah rawan atau gelap yang biasanya menjadi tempat yang strategis bagi pelaku kejahatan dalam menjalankan aksinya, selain itu masyarakat sebisa mungkin tidak membawa barang berharga atau perhiasan secara berlebihan yang mencolok sehingga mengundang niat jahat seseorang.

“Kami dari pihak Polresta Tangerang, khusunya Reskrim menghimbau agar masyarakat berhati-hati saat berkendara terutama saat malam hari. Hindari jalan yang rawan dan gelap, jika memang harus melewatinya sebisa mungkin jangan sendirian. Jangan bawa barang-barang yang mencolok seperti barang berharga dan perhiasan khususnya para wanita,” katanya saat diwawancarai Kabar6.com di arena King Futsal Tigaraksa, Rabu, (4/7/2018).

Kapolsek Rajeg, AKP Bambang Supeno megatakan pihaknya siap meningkatkan patroli, melakukan razia kendaraan rutin, memberikan himbauan kepada masyarakat tentang bagaimana berkendara secara aman. Hal tersebut dikarenakan wilayah hukum Polsek Rajeg memang sering dijadikan sasaran bagi pera pelaku kejahatan seperti kasus yang terjadi pada Rena (21) yang dirampas motornya hingga mengalami luka-luka di Kampung Nanggul, Desa Sukasari, Kecamatan Rajeg, Kamis (5/10/2017) malam.

“Kita akan sering lakukan razia, khususnya pada kendaraan roda dua, hal itu dikarenakan biasanya para pelaku begal kerap menggunakan motor bodong hasil kejahatannya,” ungkap Kapolsek Rajeg.**Baca Juga: Balapan Liar di Tigaraksa Telan Korban, 1 Tewas.

WH alias Gendut, salah seorang pelaku jambret diwilayah Pasar Kemis, Rajer, hingga Sepatan mengatakan dirinya dulu kerap melakukan kejahatan di siang maupun malam hari. Biasanya kejahatan tersebut dilakukannya seorang diri. Selain menjambret barang bawaan korban, Gendut kerap sengaja menjatuhkan korban dengan cara ditarik ke belakang maupun di tendang.

“Biasanya ditarik ke belakang, atau kalau dia pegangan ya langsung ditendang. Itu strategi biar yang tadinya massa mau ngejar jadi nolongin si korban yang jatuh, jadi bisa memudahkan saya untuk kabur,” kata Gendut yang saat ini sudah taubat dan bekerja dengan halal.

Sudah satu tahun belakangan ini Gendut berhenti menjambret, lantaran dirinya sempat menjatuhkan korbannya hingga meninggal dunia. Bahkan saat ini Gendut bekerja disalah satu rumah makan.

“Terakhir saya jambret itu 2017, tapi korbannya dengar-dengar korbannya meninggal. Dari situ saya berhenti jambret. Saya takut masuk penjara,” singkatnya.(vero)