Polres Tangsel Gerebek Dua Pabrik Tahu Formalin

Tahu Mengandung Formalin Disita Polsek Cilegon
Kapolres Tangsel, AKBP Ayi Supardan gelar perkara.(yud)

Kabar6-Dua pabrik tahu yang lokasinya saling terpisah digerebek Polres Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (14/3/2016).

Komoditi bahan pangan yang terdeteksi mengandung zat pengawet mayat atau formalin itu, beredar di Pasar Jombang, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Berdasarkan siaran pers yang diterima kabar6.com, kedua pabrik tahu itu yakni dengan merk dagang BT di Jalan H Mansyur RT 001/05, Kelurahan Gondrong, Cipondoh, Kota Tangerang.
Sementara, pabrik satunya lagi merk CSR yang terletak di Jalan Raya Kalimulya RT 004/08, Kelurahan Kalimulya, Cilodong, Kota Depok‎.

“Kejadian diawali laporan masyarakat, ada mobil pengangkut tahu yang diduga mengandung formalin,” kata Kepala Polres Tangsel, Ajun Komisaris Besar Ayi Supardan.

Setelah dilakukan pengecekan dengan menggunakan test kit, terangnya, air tahu dan bahan pangan yang dibuat dari kacang kedelai itu terindikasi mengandung zat formalin.

Ayi bilang, anak buahnya di Satuan Reserse Kriminal pun langsung melakukan pengembangan kasus tersebut, hingga ke lokasi pabrik.

Do, pemilik pabrik tahu BT yang telah ditetapkan sebagai tersangka‎ mengakui mencampur zat formalin ke rendaman air tahu. Selanjutnya, komoditi yang bertekstur kenyal dan awet tahan lama diedarkan dan dijual ke pedagang tahu di Pasar Jombang.

“Sedangkan pemilik pabrik tahu merk‎ CSR berinisial FA dibantu oleh karyawannya SY. Sebab si FA belum mahir dalam bidang pembuatan tahu,” terang Ayi. **Baca juga: Disangka Bom, Tas Berisi Pakaian Hebohkan Superindo Ciputat.

Dari pengungkapan kasus peredaran tahu formalin polisi menyita barang bukti‎ berupa, satu unit mobil L-300 dan satu unit truck colt diesel engkel yang digunakan untuk mengangkut tahu. Serta, bak berisi tahu merk dagang BT dan CSR serta satu jerigen formalin. **Baca juga: Reformasi Birokrasi, Airin Janji Copot Pejabat “Tulalit”.

“Tujuan para pelaku menambahkan zat formalin ke dalam tahu yang mereka produksi, agar produk yang dihasilkan dapat bertahan lebih lama dan mendapatkan keuntungan,” tambah Ayi.(yud/cep)