oleh

PLN Perpanjang Stimulus Keringanan Biaya Listrik Pelanggan Hingga Oktober

Kabar6-Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang waktu pemberian bantuan keringanan biaya listrik kepada pelanggan PLN dengan daya 450 VA dan 900VA bersubsidi, Sosial dan Bisnis Kecil 450 VA.

Pemberian stimulus ini merupakan upaya pemerintah untuk meringankan beban masyarakat tidak mampu dan rentan dalam menghadapi masa pendemi COVID-19.

Adanya kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak akibat pandemi global Covid-19 yang mengakibatkan lesunya perekonomian. Program pembebasan tagihan dan keringanan pembayaran tersebut dimaksudkan untuk melindungi masyakarat yang paling terdampak pandemi.

Seperti bulan sebelumnya, PLN telah menyiapkan skema pemberiannya. Seluruh pelanggan yang berhak mendapatkan pembebasan tagihan maupun diskon sudah dimasukkan dalam sistem sejak pemberian Stimulus Covid-19 sebelumnya.

“Karena program ini sifatnya perpanjangan, PLN optimis tidak akan mengalami kendala, baik dari sisi waktu penyiapan maupun teknis pelaksanaan.”Ungkap Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN, Agung Murdifi melalui Manajer Komunikasi PLN UID Banten Melva Manurung kepada Kabar6.com, Rabu (12/8/2020).

Untuk diketahui, program pemberian  biaya listrik gratis ini ditujukan kepada pelanggan listrik kategori daya 450VA dan diskon 50 persen kepada pelanggan kategori daya 900VA bersubsidi yang sudah terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Kementerian Sosial.

Sedangkan bagi pelanggan pasca bayar, bantuan ini akan langsung masuk dalam tagihan masing-masing pelanggan dengan cara mendiskon tarif 100% untuk 450 VA dan 50% untuk 900 VA Bersubsidi. sementara untuk pelangan pra-bayar atau yang menggunakan sistem token, besaran bantuan diperhitungkan berdasarkan rata-rata jumlah pemakaian pelanggan tertinggi antara bulan Januari hingga Maret 2020.

Untuk token listrik stimulus Covid-19 bisa didapatkan melalui website, dengan cara membuka website www.pln.co.id kemudian pilih menu stimulus Covid-19 (Token Gratis/Diskon), selanjutnya pelanggan diminta untuk memasukan ID pelanggan atau nomor meter, kemudian token gratis akan ditampilkan di Layar. Selanjutnya lelanggan tinggal memasukkan token gratis tersebut ke meteran yang sesuai dengan ID Pelanggan.

PLN juga memberikan kemudahan melalui layanan WhatsApp untuk mempermudah pelanggan mendapatkan token listrik dengan cara membuka aplikasi WhatsApp. Selanjutnya pelanggan bisa mulai mengeChat WhatsApp kenomor 08122-123-123 untuk selanjutnya mengikuti petunjuk, salah salah satunya masukkan ID Pelanggan. Setelah Token gratis akan muncul. Pelanggan tinggal memasukkan Token Gratis tersebut ke meteran yang sesuai dengan ID Pelanggan.

Untuk menjangkau pelanggan di daerah terpencil, sambung Agung, PLN juga akan bekerjasama dengan perangkat pemerintah setingkat Kecamatan/Desa/Kelurahan untuk memastikan bantuan listrik selama pandemi Covid-19 dapat diterima masyarakat. Pelanggan juga bisa mengunjungi kantor layanan PLN yang tersebar di Indonesia atau melalui Contact Center 123 untuk informasi lebih lanjut.

“Kami akan terus memastikan stimulus listrik ini dapat diterima oleh masyarakat, sehingga dapat meringankan beban di tengah pandemi Covid-19 ini” Imbuh Agung.

Dengan adanya tambahan program stimulus Covid-19 di bidang kelistrikan, sampai dengan saat ini sudah ada 4 jenis golongan pelanggan listrik yang mendapatkan keringanan, baik berupa pembebasan tagihan maupun pemberian diskon.

Berikut ini daftar golongan pelanggan yang mendapatkan keringanan dan durasi waktunya:

1. Rumah Tangga 450VA Pembebasan tagihan/Token Gratis April sampai September 2020

2 . Rumah Tangga 900VA Bersubsidi Diskon 50 persen tagihan/token April sampai September 2020

3. Bisnis Kecil 450VA Pembebasan tagihan/Gratis Mei sampai Oktober 2020

4 . Industri Kecil 450 VA Pembebasan tagihan/Gratis Mei sampai Oktober 2020

**Baca juga: HNSI Banten Minta Perda RZWP3K Tidak Batasi Aktivitas Nelayan.

Dari sisi jumlah penerima stimulus Covid-19, pelanggan Rumah Tangga 450VA adalah sebanyak 23,5 juta sedangkan pelanggan 900VA Bersubsidi sebanyak 7,3 juta pelanggan. Sementara jumlah pelanggan Bisnis Kecil (B1) dan Industri Kecil (I1) sebanyak kurang lebih 500 ribu pelanggan.

Adanya kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak akibat pandemi global Covid-19 yang mengakibatkan lesunya perekonomian.(Den)

Berita Terbaru