oleh

Perpusda Tangerang Terbaik 2019, Butuh Perjuangan Panjang

Kabar6-Perpustakaan yang dikelola oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Tangerang menjadi yang terbaik 2019 tingkat Nasional, Kamis (5/12/2019).

Terbukti pada acara Peer Learning Meeting (PLM) Nasional yang diselenggarakan pada 3 sampai dengan 5/12/2019 di Hotel JW Meriott Surabaya, Perpusda Tangerang dinobatkan menjadi yang terbaik 2019 dengan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.

Enjat Sudrajat S.I.p Pustakawan Ahli Pertama PIC Kabupaten Tangerang sebagai penanggung jawab dalam program ini menuturkan, Keberhasilan yang diraih tidak serta merta begitu saja tentunya melalui proses panjang, sistematis dan terorganisir.

“Mengingat program ini adalah program kolektif sistematis dan terorganisir, tentunya keberhasilan ini merupakan keberhasilan bersama dan didedikasikan untuk kado ulang tahun Kabupaten Tangerang semoga semakin gemilang ” One spirit One team One goal”, ujar Enjat Sudrajat melalui pesan WhatsApp.

Dikatakannya, pada 2018 pertama kali Pemerintah Kabupaten Tangerang menyatakan komitmennya untuk melaksanakan program revitalisasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dan tahun 2019 program ini berganti nama menjadi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.

“Dalam hal ini secara oprasional kegiatannya diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip bidang Perpustakaan sebagai mitra Perpustakaan Nasional RI, dengan demikian Kabupaten Tangerang menjadi salah satu Pemerintah Daerah Kabupaten yang bermitra dengan Perpusnas RI dari 59 Kabupaten/kota se Indonesia di 21 Propinsi”, kata Enjat.

Enjat menjelaskan, Setiap mitra mendapat bantuan kegiatan berupa sosialisasi, bimbingan teknis Strategi Pengembangan Perpustakaan (SPP) dan Teknologi Informasi Komunikasi Perpustakaan serta sarana prasarana yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan.

**Baca juga: Ini Identitas Korban Kecelakaan di Perempatan Kejaksaan Kabupaten Tangerang.

“Program ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan perpustakaan melalui penyediaan informasi bahan bacaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, meningkatkan pemanfaatan perpustakaan oleh masyarakat dan menciptakan kegiatan perpustakaan berkelanjutan, dengan sasaran kelompok perempuan, pemuda putus sekolah, pengangguran, disabilitas dan UMKM”, jelasnya.

Enam dari sepuluh Perpustakaaan yang diusulkan mengikuti acara Peer Learning Meeting (PLM) Nasional Surabaya antara lain Perpusdes Pustaka Pelangi Desa Pasanggrahan, Perpustakaan Cakrawala Desa Sodong, Perpustakaan Anggraini Desa Munjul, Perpustakaan Mutiara Ilmu Desa Matagara, Perpustakaan Gerbang Cendekia Desa Tobat dan Perpustakaan Bani Amir Desa Cangkudu. (Ris)

Berita Terbaru