oleh

Perjanjian Hibah Proyek GIPTI Dinilai Untungkan BSD

Kabar6-Pegiat antikorupsi menyoroti perjanjian hibah tentang proyek Galeri Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Inovasi (GIPTI) yang dibuat Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) dengan PT Bumi Serpong Damai (BSD) Tbk.

Perjanjian yang memuat 13 Pasal itu dinilai sangat menguntungkan PT BSD Tbk., karena menempatkan anak perusahaan PT Sinar Mas Land tersebut pada posisi superior.

Sedangkan, Puspiptek yang mengklaim diri sebagai pemilik lahan seluas 15 hektar berada pada posisi yang sangat lemah atau inferior.

“Gagal paham saya dengan perjanjian itu. Puspiptek kayak orang pasrah, karena menempatkan dirinya pada posisi inferior. Ini namanya hara kiri (bunuh diri-red),” ungkap Ketua Barisan Independen Antikorupsi (BIAK), Abdul Rafid kepada Kabar6.com, Senin (15/6/2020).

Menurut Opik, sapaan karibnya, pihaknya menduga ada sebuah konspirasi dibalik lahirnya perjanjian hibah bernomor 014/CEO-SLB/BSD/V/2018 dan nomor 35/P2/KS/2018 yang ditandatangani pada Rabu 16 Mei 2018 oleh Sri Setiawati, selaku Kepala Puspitek dengan Siswanto Adisaputro, Kuasa Direksi PT BSD Tbk tersebut.

Dugaan konspirasi pada proyek teknologi digital yang menelan dana corporate social responsibility atau CSR dari PT Sinar Mas Land sebesar Rp40 miliar itu, kiranya cukup beralasan.

**Baca juga: Puspiptek dan BSD Buat Surat Perjanjian Hibah Untuk Proyek GIPTI, Begini Isinya.

Merujuk pada Pasal 3 poin 4 huruf (d), Puspiptek selaku Pihak Kedua dalam perjanjian hibah tersebut memberi jaminan atau bertanggungjawab atas segala masalah yang muncul akibat dari pembangunan proyek yang kini tengah dipersoalkan warga perumahan Bumi Puspiptek Asri (BPA) Desa Pagedangan, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

“Ini sudah diluar logika, dimana Kepala Puspiptek secara sadar memasukkan tali ke lehernya sendiri. KPK harus selidiki ini. Dengan perjanjian hibah ini maka semakin terkuak jelas adanya indikasi konspirasi dibalik proyek itu,” ujarnya.(Tim K6)

Berita Terbaru