oleh

Peringatan untuk Geng Saingan, Sembilan Mayat Korban Kartel Narkoba Meksiko Ditemukan Tergantung di Jembatan Layang

Kabar6-Pemandangan mengerikan terlihat di Kotamadya Zacatecas, Cuauhtémoc, Meksiko. Kartel narkoba menggantung mayat sembilan orang korbannya di sebuah jembatan layang, sebagai peringatan kepada geng-geng saingan mereka.

Insiden mencekam itu terlihat di tengah perang berdarah memperebutkan wilayah antara kelompok-kelompok kriminal di Meksiko. Seorang korban lainnya yang merupakan korban kesepuluh, ditemukan di jalan terdekat oleh warga sekira pukul 06.00 waktu setempat.

Polisi, melansir Newsdaily, akhirnya mengevakuasi kesembilan mayat tadi dari jalan layang sekira pukul 10.00 waktu setempat. Mayoritas korban tewas, menurut laporan media lokal, diidentifikasi sebagai penduduk kota kecil Cuauhtémoc, yang berpenduduk hanya 6.660 jiwa.

“Mereka membayar dosa orang lain, tidak adil jika mereka melakukan ini pada kami karena mereka membayar para pendosa,” kata seorang warga setempat yang ketakutan.

“Menakutkan keluar di malam hari. Anda harus tidur lebih awal dan setiap malam ada kebisingan, sepeda motor, teriakan, hal-hal seperti itu,” tambah warga lainnya. ** Baca juga: Hidup Kembali, Jenazah Pria India yang Sudah Disimpan Satu Malam dalam Lemari Es Kamar Mayat

Penyelidikan intensif, dikatakan pemerintah setempat, telah diluncurkan terkait kasus ini. Namun, sejauh ini belum ada penangkapan yang dilakukan. Para pemimpin diserukan untuk meningkatkan langkah-langkah keamanan dan memberikan lebih banyak patroli.

Pembunuh kartel terus menggantung korban mereka dari jalan layang publik sebagai peringatan keras kepada orang lain sepanjang tahun ini. Insiden terbaru tersebut terjadi tepat setelah tiga mayat lainnya ditemukan hampir 112 km jauhnya, tergantung dari sebuah jembatan di Kota Fresnillo pada Juni lalu.

Antek raja Narkoba El Chapo dilaporkan menyiksa, membunuh, lalu memutilasi anggota geng saingannya sebelum menggantung tubuh mereka di jembatan. Kemudian pada Mei, dilaporkan bahwa satu kartel dari Tijuana menggantung kepala yang terpenggal dari sebuah jembatan di lingkungan Sánchez Taboada.

Kebrutalan kini meluas ke kawasan wisata populer, khususnya di Negara Bagian Quintana Roo. Presiden Andres Manuel Lopez Obrador mengumumkan, dia sekarang secara permanen mengerahkan pasukan Garda Nasional ke Cancun dalam upaya untuk mengekang peningkatan kejahatan.

Bulan lalu, dua turis asing tewas di Tulum setelah terjebak dalam baku tembak selama baku tembak antara anggota geng. Pemerintah mengatakan, rata-rata tahun ini sebanyak 2.400 orang tewas setiap bulan karena kekerasan terkait geng.

Dan hingga September, sebanyak 21.495 orang telah menjadi korban kartel tanpa ampun.(ilj/bbs)

Berita Terbaru