Percobaan Pembunuhan Aneh yang Pernah Tercatat dalam Sejarah

kabar6.com
Fidel Castro.(Global Research)

Kabar6-Tidak sedikit tokoh dunia atau pesohor ternama yang menjadi target pembunuh bayaran, dengan berbagai alasan. Entah itu persaingan politik, industri hiburan, atau dendam karena suatu masalah.

Jika biasanya pembunuhan dilakukan dengan memakai jasa sniper, terdapat beberapa percobaan pembunuhan aneh yang tercatat dalam sejarah. Melansir Kompas, berikut adalah percobaan pembunuhan yang pernah dialami beberapa tokoh dunia:

1. Fidel Castro
Amerika Serikat (AS) melalui Dinas Intelijen Pusat (CIA) berulangkali berusaha membunuh tokoh Revolusi Kuba tersebut. Salah satu yang paling fenomenal adalah percobaan pembunuhan kepada Castro menggunakan barang yang paling disukainya yaitu cerutu.

CIA memberikan racun pada cerutu itu. Namun Castro tidak pernah mengisapnya. Selain itu juga terdapat plot bom berbentuk cerutu. Plot lain adalah dengan menanamkan jamur ke pakaian menyelam yang nantinya bakal membuat kulit Castro terkena penyakit kulit kronis.

Konon, Castro tak sengaja memberikan pakaian itu ke orang lain. Rumor lain menyebutkan koper berisi pakaian selam itu tak pernah meninggalkan laboratorium.

2. Winston Churchill
Salah satu usaha pembunuhan terkenal saat Perang Dunia II berkecamuk menimpa mendiang Perdana Menteri Inggris Winston Churchill. Saat itu Nazi Jerman bermaksud menghabisi Churchill menggunakan bom yang mereka isi dengan lapisan tipis cokelat hitam.

Dengan memberi label Peters Chocolate, Nazi menugaskan agen rahasia mereka untuk menyisipkan cokelat itu ke ruang kabinet perang. Untungnya, rencana tersebut diendus oleh dinas rahasia Inggris yang langsung mengamankan makanan itu sebelum diambil Churchill.

3. Patrice Lumumba
CIA juga pernah mencoba membunuh mendiang Perdana Menteri Kongo, Patrice Lumumba, menggunakan racun yang dicampur dengan pasti gigi. Pada September 1960, ahli kimia CIA, Sidney Gottlieb, membawa botol berisi pasta gigi beracun tersebut ke Congo.

Namun rencana itu urung dilaksanakan karena Ketua Stasiun CIA di Kongo, Larry Devlin, menolak memberi izin. Lumumba memang dibunuh pada 17 Januari 1961 oleh regu tembak pimpinan perwira Belgia dan Katangan.

4. Khaled Mashal
Mashal yang saat itu adalah Kepala Biro Politik Hamas di Yodania pernah berusaha dibunuh oleh Israel pada 25 September 1997. Saat itu, Israel yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berusaha melakukan pembalasan atas peristiwa pengeboman di Pasar Mahane Yehuda pada 1997.

Dua agen rahasia Israel Mossad menyamar menggunakan paspor Kanada, dan menunggu di pintu masuk kantor polisi Hamas di Amman. Ketika Mashal berjalan ke kantornya, salah satu agen menyergapnya dari belakang, dan menyuntik telinga kirinya dengan racun reaksi cepat.

Setelah mata-mata itu ditangkap, Mashal segera dilarikan ke rumah sakit di mana dia berada dalam keadaan koma akibat overdosis oploid. Raja Hussein bin Talal meminta Netanyahu untuk menyerahkan penangkal racun yang awalnya mendapat penolakan.

Raja Hussein mengancam bakal membatalkan Perjanjian Damai 1994 jika Mashal tewas. Ketegangan itu membuat Presiden AS saat itu, Bill Clinton, turun tangan. Clinton juga meminta Netanyahu untuk memberikan antidot yang kemudian disetujui dengan menugaskan Kepala Mossad, Dannny Yatom, untuk ke Amman.

Mashal selamat. Sebagai balasannya, dua agen Mossad dibebaskan, dan Pemimpin Spiritual Hamas, Ahmed Yassin, juga dilepaskan.

5. Alexander Litvinenko
Litvinenko merupakan mantan agen rahasia Rusia, FSB, yang mempunyai spesialisasi dalam menangkal kejahatan terorganisasi. November 1998, dia dan sejumlah agen lainnya menuduh atasan mereka telah membunuh taipan Rusia, Boris Berezovsky, yang dikenal sebagai oposisi Presiden Vladimir Putin.

Dia sempat ditahan dua kali sebelum melarikan diri ke London, Inggris, bersama keluarganya, dan memperoleh suaka dengan bekerja sebagai jurnalis sekaligus konsultan.

Pada 1 November 2006, Litvinenko mengeluh tidak sehat dan segera dilarikan ke rumah sakit di mana dia dinyatakan terkena bahan radioaktif Polonium-210. Dia kemudian meninggal usia dalam usia 43 tahun pada 23 November 2006, dan menjadi korban pertama sindrom radiasi Polonium-210.

Penyidik Inggris yakin bahan radioaktif itu disembunyikan di teko teh Millennium Hotel tempat Litvinenko meninggal. Mereka kemudian menuduh pembunuhan dilakukan Rusia dengan kecurigaan terbesar mengarah ke mantan mata-mata Andrey Lugovoy.

6. Georgi Markov
Penulis Bulgaria tersebut merupakan seorang aktivis anti-Komunis yang menjadi korban pembunuhan pada 7 September 1978. Saat itu, dia sedang menunggu bus di Jembatan Waterloo untuk wawancara BBC ketika kaki kanannya merasa seperti disengat lebah.

Dia menoleh dan melihat seorang pria memungut payung yang jatuh, dan kemudian menyeberang menaiki taksi. Markov mengeluh sakit, dan kemudian segera dievakuasi di mana dia dinyatakan meninggal akibat racun ricin pada 11 September 1978.

Otoritas berwenang Inggris meyakini racun itu ditembakkan dari payung yang digunakan mata-mata bernama Francesco Gullino. Pembunuhan itu dilakukan oleh dinas rahasia Bulgaria yang bekerjasama dengan badan intelijen Uni Soviet (KGB). ** Baca juga: Pencuri Budiman, Kembalikan Uang Jarahan Beserta Surat Permintaan Maaf

Percobaan pembunuhan yang benar-benar direncanakan secara matang.(ilj/bbs)