oleh

Perbasasi Banten Tolak Lapangan Softball di Tangsel Hilang

Kabar6-Wacana pembuatan hutan kota di lapangan softball, Pakualam, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), menuai respon penolakan.

Pasalnya, selama ini raihan prestasi tim softball diklaim telah membanggakan dan justru perlu dikembangkan.

Pengurus Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi) Provinsi Banten, Frietz Hendarmin, menilai rencana itu adalah bentuk ketidakpedulian terhadap perkembangan dunia olahraga di Banten.

“Kami Perbasasi menolak lapangan Softball Alam Sutera dijadikan kawasan hutan kota,” kata Wakil Ketua I Pengprov Perbasasi Banten itu, Sabtu (22/3/2014).

Ia beralasan, pembiayaan lapangan softball yang berada di kawasan pengembang Alam Sutera itu selama ini dibiayai oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Aplagi lapangan tersebut menjadi satu-satunya lapangan softball yang ada di Banten.

“Lapangan itu aset penting untuk pengembangan softball khususnya di Banten,” tegasnya sembari mengakui bahwa benar adanya lapangan tersebut berdiri di atas lahan fasilitas sosial dan umum.

Penolakan itu bukan tanpa solusi. Frietz mengatakan justru seharusnya lokasi yang cocok dijadikan kawasan hutan kota adalah Setu Rawa Kutuk yang ada di wilayah Serpong Utara. Mengingat kawasan setu itu menjadi daerah resapan air.

“Bukan fasilitas olahraga yang sudah lama. Itu kan Setu Rawa Kutuk daripada tidak diurus baiknya dijadikan hutan kota saja,” paparnya. 

Sekadar diketahui, pada 2013 tim softball putra dan putri dari Tangsel telah meraih prestasi dengan menyabet juara pertama dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Softball antar-daerah Provinsi Banten U-25.

Mereka mengalahkan tim softball dari Kabupaten Lebak dan Kota Cilegon. **Baca juga: Begini Kronologis Pembunuhan Satpam Giant Pondok Betung.

Kemenangan tersebut, lanjut Frietz, untuk memenuhi rencana Pengcab Perbasasi Tangsel membentuk tim softball untuk berlaga di Pekan Olahraga Daerah (Porda) Banten yang dijadwalkan berlangsung tahun ini. **Baca juga: Dilaporkan ke Panwaslu, Kadisdik Akui Kecolongan.

“Semestinya prestasi ini dibanggakan,” klaimnya.(yud)

**Baca juga: Ribuan Surat Suara Pemilu di Tangsel Rusak.

Berita Terbaru