oleh

Perampok “Nakal” Telanjangi Menejer Bank Cantik

Kabar6-Kawanan perampok “nakal” beraksi di kantor unit Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Syariah di Perumahan Sumbertaman Indah, Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (18/9/2012).

Selain menggondol uang Rp 68 juta, perampok berjumlah 3 orang itu juga sempat menelanjangi dan merantai Vivin, menejer bank tersebut sebelum kemudian membakar sejumlah dokumen yang ada dilokasi.

Kapolsek Wonoasih, Kompol Poerwoto mengatakan, saat ini pihaknya masih terus berupaya menyelidiki kasus itu. Termasuk mengungkap misteri dibalik aksi pelaku yang sempat menelanjangi dan membakar dokumen di kantor itu.

Menurut Kapolsek, korban ditelanjangi hingga tersisa pakaian dalamnya saja. Bahkan, korban juga disekap di dalam kamar mandi dengan kondisi punggung terdapat luka sayatan dan kedua tangan dirantai.

“Korban yang merupakan saksi kunci dalam peristiwa itu belum bisa kami mintai keterangan, karena masih shock berat,” ujar Kapolsek lagi.

Informasi yang berhasil dihimpun, aksi kawanan perampok nyantrik itu berlangsung siang hari. saat kejadian, kantor hanya dihuni satu orang, yakni manajer bank tersebut. Karyawan lain sedang bertugas luar kantor.

Diawali dari masuknya seorang wanita, melihat situasi di dalam kantor bank dengan berpura-pura sebagai nasabah. Setelah memastikan kondisi kantor sepi, 2 pelaku lainnya kemudian menyusul masuk.

Begitu berada di dalam kantor bank, dua pelaku langsung memukul korban serta menyayat punggungnya hingga tak berdaya. Selanjutnya, korban juga ditelanjangi dan disekap dalam kamar mandi dengan kondisi tangan terbelnggu rantai.

Setelah menggasak uang di dalam brankas, kawanan perampok juga sempat membakar dokumen dan komputer sebelum kemudian kabur meninggalkan lokasi.

Begitu pelaku pergi, barulah korban berteriak minta tolong. Hingga, warga yang tinggal di sebelah bank mendatangi kantor bank tersebut untuk menolong korban.

Akibat peristiwa itu, Vivian kini tampak shock berat. Wajah wanita muda itu masih tampak ketakutan dan kini dirawat di RSUD dr Saleh, Kota Probolinggo.(bbs/tom migran)

Berita Terbaru