oleh

Penumpang Tuduh Maskapai di Australia Lakukan Diskriminasi Gender Gara-gara Pakaian yang Dikenakan

Kabar6-Seorang wanita yang juga mantan bintang gulat World Wrestling Entertainment (WWE), Natalie Marie Coyle, menuduh sebuah maskapai penerbangan di Australia melakukan ‘diskriminasi gender’.

Rupanya, melansir thesun, Coyle yang mencoba mengakses ruangan kelas bisnis Qantas Airways di Bandara Melbourne, Australia, tidak diperbolehkan untuk memasuki kelas bisnis lantaran pakaian yang dikenakan, yaitu jumpsuit atletik berwarna oranye.

“Tahun 2020, @qantas airline Melbourne tidak memperbolehkan seorang wanita yang memegang tiket kelas bisnis untuk memasuki ruang bisnis dengan pakaian olahraga,” demikian cuitan Coyle. “Pekerjaan saya ADALAH kebugaran dan gaya hidup yang aktif. Qantas lebih memilih wanita berpakaian dengan gaun. #genderdiscrimination #qantas,” cuit Coyle lagi.

Berdasarkan situs resmi maskapai tertulis bahwa ‘Pakaian olahraga dari kepala-hingga-ujung kaki dilarang keras di ruang tunggu bandara Qantas Australia’. Coyle mengatakan, permasalahan yang dihadapi bukan dari kebijakan perusahaan. Sebaliknya, Coyle mempermasalahkan apa yang ia lihat sebagai standar ganda antara penumpang pria dan wanita.

“Klarifikasi: Ini BUKAN permasalahan aturan berpakaian. Saya mendukung hak bisnis dalam mengatur standar aturan berpakaian yang adil. Namun, suami saya diizinkan untuk mengenakan ini, sementara saya diusir dengan memakai pakaian seperti ini,” tulis Coyle, dengan membagikan berbagai sisi foto dirinya dan suaminya, Jonathan Coyle. “Masalah saya (yang ingin ditekankan) adalah bahwa standar tersebut harus ditegakkan secara adil.”

Komentar Coyle yang memiliki hampir satu juta pengikut di Twitter dan lebih dari 4,2 juta di Instagram, mendapatkan reaksi keras dari para penggemarnya. banyak dari mereka merasa Coyle sangat dirugikan oleh pihak maskapai penerbangan.

Pegulat yang beralih menjadi model dan dikenal sebagai Eva Marie ini mengungkapkan, meskipun telah membeli tiket kelas bisnis untuk penerbangan yang akan datang, ia tidak diperbolehkan untuk memasuki ruang tunggu itu.

“Wow itu menjijikkan. Cukup adil dalam memiliki syarat berpakaian, tetapi setidaknya harus diperlakukan sama,” komentar seorang pengguna media sosial. ** Baca juga: Booking PSK, Pria di Tiongkok Salah Kirim Pesan Hingga yang Datang ke Hotel Ternyata Sang Kekasih

Sementara lainnya mempermasalahkan aturan tersebut secara umum, dengan mengatakan bahwa aturan pelarangan berpakaian yang nyaman di bandara itu membingungkan.

Namun, tidak sedikit orang yang berpikir bahwa cara berpikir Coyle salah, dengan menitikberatkan pada pakaian yang dikenakan suaminya tidak melanggar aturan berpakaian maskapai penerbangan.(ilj/bbs)