oleh

Pengadilan Tinggi Prancis Perintahkan Rumah Senilai Rp896 Miliar Dihancurkan Karena Pemilik Lupa Minta Izin Pembangunan

Kabar6-Pasangan suami istri asal Inggris, Patrick Diter dan Monica, harus menerima kenyataan pahit karena mansion bergaya Tuscan milik mereka senilai sekira Rp896 miliar yang dijuluki Chateau Diter, harus segera dihancurkan.

Padahal, mansion seluas hampir 3.000 meter persegi yang terletak di Grasse, kota di selatan Prancis, ini dilengkapi 18 suite, dua landasan helikopter, kolam renang, dan taman yang terawat.

Bagaimana hal ini bisa terjadi? Rupanya, melansir businessinsider, pengadilan tertinggi Prancis telah menguatkan putusan pada 2019, bahwa Chateau Diter dibangun secara ilegal, dan memerintahkan pemiliknya untuk menghancurkan hunian mewah itu dalam waktu 18 bulan.

Pengadilan juga dilaporkan mendenda Diter sebesar sekira Rp7,7 miliar, dan mengatakan Diter akan dikenakan biaya tambahan Rp8,4 juta per hari, jika Chateau Diter tersebut tidak dihancurkan pada Juni 2022 mendatang.

Diter sendiri telah berjuang untuk mempertahankan propertinya yang mewah selama bertahun-tahun, dan dendanya terus menumpuk. Pada Maret 2019, pengadilan banding di Aix-en-Provence memutuskan mansion itu dibangun tanpa izin di kawasan hutan lindung.

Pengadilan memerintahkan Diter untuk menghancurkannya dalam waktu 18 bulan atau membayar denda Rp3,1 miliar, serta tambahan sekira Rp7,9 juta per hari. Namun hampir dua tahun kemudian, pengembang asal Inggris tersebut masih belum siap untuk mengakui kekalahan.

“Keputusan ini bukan epilog dari kasus ini,” kata Philippe Soussi, pengacara Diter. “Bahkan gagasan untuk menghancurkan Chateau Diter, yang merupakan mahakarya arsitektur, tidak terbayangkan dan bodoh. Kita akan berjuang untuk menghindari ini.”

Soussi mengisyaratkan bahwa dia dan Diter akan membawa kasus ini ke Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa. ** Baca juga: Tidur di Rumah yang Salah Gara-gara Terlalu Banyak Minum

Diketahui, Diter membangun Chateau Diter antara 2000 dan 2011. Pada 2009, sekelompok tetangga membawa Diter ke pengadilan, dengan mengatakan bahwa keributan di mansion itu harus dihentikan.

Para tetangga mengeluh tentang kebisingan di Chateau Diter selama bertahun-tahun, dan pernah diberikan ganti rugi sekira Rp700 juta, setelah rumah itu disewakan untuk produksi film dan pernikahan.

Properti ini dilaporkan memiliki sistem suara 132 pengeras suara di seluruh area. Dan pesta di Properti ini dilaporkan terkadang menarik 2.000 tamu yang datang dan pergi baik, dengan mobil maupun helikopter.

Dalam sidang pada 2016 dan 2017, Diter mengakui bahwa dia lupa meminta izin bangunan untuk puri dan mengabaikan perintah untuk menghentikan pembangunan. Diter dan istrinya dilaporkan tinggal di vila, tetapi mereka juga menyewakannya sebagai hotel butik, mendapatkan fitur di Boutique Hotel Awards.

Chateau Diter dapat menampung hingga 36 tamu dan memiliki beberapa lounge, perpustakaan, perapian abad ke-15, gudang bawah tanah dengan ruang mencicipi anggur, dan dapur yang menghadap ke taman Italia.(ilj/bbs)

Berita Terbaru