oleh

Pengacara: 3 Terdakwa Anarko Alami Kekerasan hingga Intimidasi

Kabar6-Kuasa Hukum terdakwa kasus dugaan vandalisme, Shaleh Al Ghifari menyatakan ada sejumlah kejanggalan dalam proses hukum yang menjerat tiga kliennya. “Dari dugaan ancaman kekerasan hingga mendapatkan intimidasi,” ujarnya Senin 15/6/2020.

Ketiga terdakwa tersebut Riski Rijanto, Rio, dan Rizki terkait dugaan vandalisme di Tangerang oleh kelompok yang disebut Anarko-Sindikalisme yang ditangkap April lalu.

Shaleh mengatakan, para terdakwa sebelumnya mengaku mendapatkan kekerasan sejak pertama kali ditangkap oleh Polres Metro Tangerang Kota hingga di Polda Metro Jaya.

Pihaknya juga telah melaporkan dugaan kekerasan itu kepada Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). “Kita sudah laporkan juga ke Propam (Divisi Profesi dan Pengamanan) Kompolnas (Komisi Kepolisian Nasional) kita berharap segera di proses yah,” katanya kemarin.

Pengacara publik dari LBH Jakarta itu menilai, apa yang dilakukan oleh perkumpulan tersebut merupakan bagian dari kebebasan berkumpul, berorganisasi yang kemudian menyampaikan kritik atau pendapat.¬†“Kalau kita melihatnya terjadi kekeliruan penerapan pasal pidana. Soal medianya salah ya itu pelanggaran Perda (ketertiban umum),” jelasnya.

Selain dugaan kekerasan fisik yang dialami para terdakwa, terdapat juga sejumlah intimidasi dari pihak kepolisian untuk menggunakan pengecara polisi. Kendati apabila tidak menggunakan pengecara polisi tersebut proses hukum akan susah.

Shaleh menegaskan sejak awal ditangkap mereka sudah memilih LBH Jakarta untuk mendampingi proses hukum itu.

“Justru sebaliknya jika terjadi ada dugaan penyiksaan, penghalang-halangan bantuan hukum apa itu tidak harus diperhatikan oleh penegak hukum,” tegasnya.

Sementara itu, Kakak Sepupu terdakwa Jeni Wulansari dari Riski Rijanto mengatakan, mereka dipaksa menggunakan topeng hingga ditutupi kantong kresek untuk mengakui perbuatan tersebut. “Dia suruh ngaku sampai sesak napas baru dilepas, bahkan sampai mengalami kejang-kejang,” katanya.”Pas jenguk ada luka memar di bagian betis dipukul besi,” tambahnya.

**Baca juga: 9 Mal di Kota Tangerang Kembali Dibuka dengan Protokol Kesehatan.

Terdakwa M Riski Rijanto mengatakan, saat pertama kali ditangkap dirinya langsung menanyakan kasus apa yang menjerat dirinya. Bahkan dia meminta surat penangkapan yang ditunjukkan tidak terdapat¬† namanya.¬†“Dan dikasih surat penangkapan cuman nggak ada nama gue bertiga,” katanya.

Saat penangkapan, dirinya juga mendapatkan perlakuan diintimidasi dengan menggunakan laras panjang. “Dari situ gue diintimidasi ada laras panjang disitu. Dan pas di polres gue disergep, tangan diikat sampai luka dan pala gue dimasukin kantong kresek. Disuruh ngaku siapa yang menyuruh gue dan danain,” tandasnya. (Oke)

Berita Terbaru