oleh

Penelitian Temukan, Keluhan Migrain Berkurang Seiring Bertambahnya Usia

Kabar6-Penelitian di Swedia menemukan, seiring dengan semakin bertambahnya usiaa, gejala migrain yang sering Anda alami pun akan berkurang. Serangan migrain menjadi lebih jarang, lebih singkat, dan tidak terlalu nyeri.

Pada penelitian ini, melansir dokter.id, para peneliti mengamati secara acak 374 penderita migrain, yang terdiri dari 200 wanita dan 174 pria, berusia rata-rata 55 tahun. Pengamatan berlangsung selama 12 tahun, yaitu dari 1994 hingga 2006.

Saat awal penelitian, para penderita mengalami sekira 1-6 kali serangan migrain setiap bulannya. Pada 2005 dan 2006, para peneliti menelepon setiap penderita yang diamati dan menanyakan bagaimana keadaan migrain mereka sekarang ini.

Dalam waktu 12 tahun pengamatan, para peneliti menemukan bahwa sekira 30 perseb (110 orang) penderita tidak lagi mengalami serangan migrain. Sekira 91 persen dari 110 orang ini tidak lagi mengalami serangan migrain dalam waktu dua tahun terakhir.

Di antara 264 orang lainnya yang tetap mengalami serangan migrain, para peneliti menemukan bahwa serangan migrain lebih jarang terjadi, lebih singkat, dan dengan gejala yang lebih ringan.

Sekira 80 persen orang di antaranya mengatakan bahwa mereka mengalami perubahan frekuensi serangan migrain, yaitu 80 persen di antaranya mengatakan bahwa serangan migrain menjadi lebih jarang, dan 20 persen di antaranya mengatakan bahwa serangan migrain menjadi lebih sering.

Sebanyak 55 persen dari 264 orang mengatakan, mereka mengalami perubahan dalam lama serangan migrain berlangsung. Sekira 66 persen dari mereka mengatakan, serangan migrain berlangsung lebih singkat dan 34 persen lainnya mengatakan bahwa serangan migrain berlangsung lebih lama.

Kemudian, 66 persen dari 264 orang tersebut mengatakan, intensitas serangan migrain yang mereka alami mengalami perubahan, yaitu 83 persen di antaranya hanya mengalami nyeri ringan dan 17 persen sisanya mengalami nyeri yang lebih berat.

Dan hanya sekira 1,6 persen (enam orang) yang mengalami migrain kronik, yaitu serangan migrain yang berlangsung selama lebih dari 15 hari dalam satu bulan.

Namun para peneliti tidak mengetahui siapa yang akan mengalami kesembuhan. Mereka menduga, faktor genetika mungkin turut berperan, terutama pada wanita. Penelitian ini menunjukkan, penderita wanita yang memiliki anggota keluarga lain yang juga mengalami migrain akan terus mengalami serangan migrain.

Terapi sedini mungkin dapat membantu membuat serangan migrain menjadi lebih jarang, lebih singkat, dan tidak terlalu berat. Selain itu, terapi dini juga dapat menurunkan risiko terjadinya migrain kronik.

Tetapi perlu diingat, tidak semua penderita migrain akan mengalami perbaikan gejala seiring dengan semakin bertambahnya usia mereka. Beberapa penderita mungkin akan terus mengalami serangan migrain seumur hidupnya. ** Baca juga: Benarkah Kosmetik Bisa Sebabkan Migrain?

Selain itu, penderita migrain juga perlu memperhatikan beberapa hal lainnya yang juga dapat mempengaruhi serangan migrain seperti menjaga berat badan tetap sehat, menghindari penggunaan obat sakit kepala dan kafein secara berlebihan, dan mengatasi berbagai gangguan tidur.(ilj/bbs)

Berita Terbaru