Penelitian: Remaja Lebih Memilih Media Sosial untuk Berdiskusi Mengenai Depresi

Ilustrasi/bbs

Kabar6-Zaman sekarang internet memiliki peran besar dalam kehidupan remaja. Setidaknya ada tiga motivasi bagi remaja pengakses internet, yaitu agar dapat terhubung dengan teman, mencari hiburan, dan informasi.

Sebuah survei yang dilakukan oleh Hopelab dan Well Being Trust, melansir Kompas, mengungkapkan bahwa 90 persen remaja menggali informasi secara online mengenai kesehatan mental mereka, salah satunya adalah depresi. Dengan menyertakan lebih dari 1.300 responden berusia 14 hingga 22 tahun, mereka juga menggunakan alat pindai depresi yang sudah divalidasi secara klinis untuk mengentahui siapa di antara pera remaja itu yang mungkin memiliki gejala depresi.

“Ini adalah usia di mana banyak gejala-gejala depresi dapat muncul,” jelas Benjamin Miller, seorang psikolog klinis dan chief strategy officer di Well Being Trust.

Masih dari survei yang sama, didapatkan juga temuan bahwa internet dan media sosial ternyata menyediakan ruang yang aman bagi orang-orang untuk berbicara tentang depresi dan bunuh diri. Bahkan, bagi mereka yang enggan menemui ahli medis, menggunakan internet dan media sosial menjadi alternatif terbaik.

Berdasarkan survei, sebanyak 87 persen responden mengaku mencari informasi kesehatan secara daring (online). Dari 87 persen tersebut, 39 persen di antaranya mengaku mencari informasi tentang depresi. ** Baca juga: Apa Itu Water Weight?

Para peneliti khawatir jika penggunaan media sosial mungkin juga berkontribusi pada peningkatan depresi remaja. “Bagi beberapa orang, ini adalah jalur dukungan. Bagi yang lain, hal ini bisa menambah kesusahan mereka juga,” tambah Miller. ** Baca juga: Europixpro Door, Produk Anak Negeri Berkualitas Dunia

Yuk, ajari dan beri contoh anak remaja kita agar bijak menggunakan media sosial.(ilj/bbs)