Peneliti Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences Raih Sinta Awards 2018

kabar6.com
Penghargaan Sinta Award 2018.(fit)

Kabar6-Director of Innovation & Scientific Development Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences, Raymond R Tjandrawinata, Ph.D., M.S., MBA, sekaligus Ketua Program Studi Magister Bioteknologi Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta, menerima Sinta Awards 2018.

Pencapaian itu sebagai pemenang penghargaan Sinta bagi penulis artikel Ilmiah dengan Sinta Score Tertinggi Kategori Perguruan Tinggi Swasta. Penghargaan tersebut diberikan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Sinta Awards adalah penghargaan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang diberikan sebagai apresiasi kepada penulis, jurnal, dan institusi yang memiliki kinerja baik dalam publikasi, sitasi, dan jurnal.

Penghargaan ini diberikan dengan harapan agar para dosen, peneliti, pengelola jurnal, serta institusi produktif dalam melakukan publikasi, sitasi dan pengelolaan jurnalnya.

“Penghargaan ini berkenaan dengan pengalaman mengajar mahasiswa perguruan tinggi. Ini yang mau kita lakukan, mengajar lebih banyak lagi mahasiswa Indonesia, agar melek sains dan teknologi terutama generasi muda agar Indonesia bisa mendapatkan jumlah peringkat yang lebih tinggi.” kata Raymond di Dexa Medica, Titan Center Lantai 3, Bintaro, Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (5/7/2018).

Diketahui, Raymond Tjandrawinata adalah ilmuwan yang menempuh pendidikan tinggi di California, Amerika Serikat pada bidang biokimia, biologi molekuler dan farmakologi molekuler.

Dalam karir penelitiannya, beliau pernah bergabung dalam proyek penelitian NASA Space Center pada saat menjalani pendidikan pascadoktoral di University of California, San Francisco, kemudian berkarir selama beberapa tahun di Smithkline Beecham Pharmaceuticals, Amerika Serikat.

Demi kecintaannya terhadap Ibu Pertiwi, pria kelahiran Jember, Jawa Timur ini kembali ke Indonesia dan mendedikasikan dirinya dalam pengembangan dunia medis.

Dan bergabung untuk memimpin kegiatan penelitian dan pengembangan di Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS), salah satu unit riset Dexa Medica.

Sejak kembali ke Indonesia, Raymond secara aktif melakukan penelitian dan pengembangan obat-obatan yang berbasis sumber daya alam Indonesia, seperti tanaman herbal, hewan, dan tanah.

Beliau melestarikan akar kearifan tanah kelahirannya, melalui hasil karya dan inovasi dengan mengembangkan obat herbal modern di DLBS.

Dengan berbekal ilmu biokimia dan farmakologi molekuler, beliau bercita-cita mewujudkan potensi dari ribuan jenis tanaman obat yang ada di Indonesia untuk dikembangkan menjadi bahan baku obat dan obat-obatan yang khasiatnya tidak kalah dari obat-obatan konvensional (kimia).

Beragam produk obat herbal modern yang berasal dari tanaman asli Indonesia telah dikembangkan oleh Raymond dan timnya selama di DLBS.

Obat-obatan herbal modern ini digunakan dalam pengobatan berbagai penyakit seperti pencegahan stroke dan penyakit jantung koroner, pengobatan diabetes melitus, pengobatan kanker payudara, pengobatan hiperkolesterolemia dan aterosklerosis.

Pengobatan hiperplasia prostat jinak, pengobatan kanker prostat, pengobatan nyeri haid, pengobatan tukak lambung, pengobatan nyeri otot dan sakit kepala, pengobatan kembung dan mual, dan pengobatan batuk serta pilek.

Obat herbal modern karyanya saat ini telah dipasarkan di Indonesia, dan di ekspor ke luar negeri.

Raymond tidak hanya menjadi peneliti yang produktif. Beliau juga aktif menghasilkan ratusan jurnal ilmiah internasional dan puluhan paten di Indonesia serta di berbagai negara.

Hingga saat ini, beliau tercatat sebagai inventor pada 10 granted patents dari 16 permohonan paten yang didaftarkan di Indonesia.

Dan 27 granted patents dari 58 permohonan paten yang didaftarkan di luar negeri yaitu di Amerika Serikat, Australia, Eropa, Kanada, Argentina, Arab Saudi, Jepang, Korea, Cina, Hong Kong dan Taiwan.

Dengan mematenkan invensinya baik di dalam maupun di luar negeri, beliau berharap agar tanaman asli Indonesia dapat lebih dikenal dan dikembangkan, produk obat herbal Indonesia dapat lebih dipercaya oleh masyarakat dan dokter, serta perusahaan asing tidak sembarangan mematenkan tanaman herbal Indonesia.

Selain itu, pengembangan berbasis sumber daya alam Indonesia diharapkan dapat meningkatkan kondisi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.**Baca juga: Lippo Akuisisi Rumah Sakit di Shanghai China.

Atas dedikasinya terhadap penelitian dan pengembangan obat-obatan di Indonesia serta kontribusinya dalam kemajuan sains farmasi, herbal dan bioteknologi di Indonesia, Dr. Raymond dianugerahi Habibie Award dalam bidang Ilmu Kedokteran & Bioteknologi pada tahun 2016 dan WIPO Awards 2018. (fit)