oleh

Peneliti Ciptakan Teknik untuk Tiru Suara Mumi Mesir Berusia 3.000 Tahun

Kabar6-Dengan menciptakan kembali saluran suara melalui pemindai medis, printer 3 dimensi, dan laring elektronik, para peneliti mengatakan bahwa mereka tengah meniru suara mumi Mesir berusia 3.000 tahun

Para peneliti dalam sebuah makalah yang diterbitkan oleh jurnal Scientific Reports, mengatakan bahwa teknik ini memungkinkan mereka untuk menghasilkan suara mumi yang sudah lama meninggal tersebut.

Nada menyeramkan itu, melansir smithsonianmag, sepertinya bukan refleksi yang tepat dari pidato pendeta Mesir Nesyamun, yang tubuh muminya itu telah digunakan para peneliti. Hal ini karena bagian lidah telah kehilangan sebagian besar bagiannya selama lebih dari tiga milenium.

“Kami telah membuat suara yang mirip dengan aslinya saat ini, tetapi kami tidak akan mengharapkan pidato yang persis sama mengingat keadaan lidahnya,” kata David M. Howard dari Royal Holloway college di London.

Model itu sendiri juga tidak cukup untuk mensintesis seluruh kata atau kalimat. Penulis laporan mencatat, ini akan memerlukan kemampuan untuk menghitung output audio dari saluran suara karena bentuknya telah berubah.

“Tapi ini adalah sesuatu yang sedang dikerjakan, jadi itu mungkin suatu hari,” kata Howard.

Namun Rudolf Hagen yang merupakan ahli telinga, hidung dan tenggorokan di Rumah Sakit Universitas di Wuerzburg, Jerman, yang memiliki spesialisasi dalam rekonstruksi dada dan tidak terlibat dalam penelitian ini, melontarkan keraguannya. Bahkan, dikatakan Hagen, obat-obatan mutakhir harus berjuang untuk memberi orang yang hidup tanpa rongga dada memiliki suara normal.

Rekan penulis John Schofield, seorang arkeolog di University of York, mengatakan teknik ini dapat digunakan untuk membantu orang menafsirkan warisan sejarah masa lalu.

“Ketika pengunjung menemukan masa lalu, biasanya itu adalah penemuan visual,” kata Schofield. “Dengan suara ini kita bisa mengubahnya, dan membuat penemuan itu lebih multidimensi.” ** Baca juga: Gara-gara Model Rambut, Seorang Remaja Asal AS Terancam Tidak Lulus Sekolah

“Tidak ada yang lebih pribadi daripada suara seseorang, jadi kami berpikir bahwa mendengar suara dari masa lalu akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan, membuat tempat-tempat bersejarah seperti Karnak, kuil Nesyamun, menjadi lebih hidup,” katanya lagi.(ilj/bbs)

Berita Terbaru