oleh

Peneliti Australia Ungkap, Mayat Manusia Dapat Bergerak Hingga 17 Bulan Setelah Kematiannya

Kabar6-Sebuah hasil penelitian yang menghebohkan ditulis oleh Alyson Wilson dari Australia mengenai mayat manusia. Diungkapkan, mayat manusia dapat bergerak bahkan sampai 17 bulan setelah kematiannya.

Dalam penelitian tersebut, melansir sciencealert, Wilson melakukan perekaman penguraian badan mayat pendonor dalam interval 30 menit selama 17 bulan. Hasil rekaman foto menunjukkan, mayat-mayat yang ditelitinya bergerak secara signifikan dari mulai turun ke samping dan bergeser ke sisi tubuh lainnya.

Setelah kematian, dikatakan Wilson, manusia tidak bisa tidur dengan tenang selamanya. Namun ditambahkan, pergerakan tubuh itu bisa jadi disebabkan oleh penyusutan dan kontraksi ligamen tubuh yang mengering.

Penelitian itu dilakukan di sebuah tempat yang diberi julukan ‘ladang mayat manusia’, didirikan pada 2015 oleh University of Technology, Sydney, dengan tujuan untuk membantu ilmuwan memahami yang terjadi setelah kematian.

Ladang mayat manusia ini berdiri di atas tanah seluas 48 hektare dengan keamanan tingkat tinggi. Lokasinya pun dirahasiakan dan tidak akan dipublikasikan. Di dalamnya, polisi dan ilmuwan bekerjasama untuk mempelajari berbagai hal mengenai mayat manusia.

Selain di Sydney, ladang mayat juga ada di Amerika Serikat, tepatnya di Pusat Antropologi Forensik Universitas Tennesse. Ladang mayat ini berfungsi untuk mengeksplorasi proses penguraian serat, seperti pakaian yang dikenakan saat orang itu meninggal dunia, dan mengidentifikasi bau kematian untuk pertama kalinya.

Penelitian ini pun berguna untuk membantu melatih anjing pelacak milik polisi agar lebih mengenal aroma mayat manusia, yang nantinya bisa dimanfaatkan dalam kondisi-kondisi tertentu, misalnya mencari korban kejahatan atau korban-korban bencana alam.

Diketahui, selama ini anjing pelacak masih sulit sekali menemukan jenazah-jenazah yang kondisinya sudah cukup lama dari waktu kematiannya. Jadi dengan adanya penelitian ini, tentu akan sangat membantu bagi pihak kepolisian dan pihak-pihak terkait lainnya. ** Baca juga: Survei: Di Guatemala, Mayat Harus Bayar Sewa Bulanan Agar Tidak Dikeluarkan dari Liang Lahat

Seandainya memang benar ada pergerakan tubuh mayat manusia, dalam penelitian ini tidak dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat magis. Semua itu murni akibat kondisi-kondisi alamiah.(ilj/bbs)

Berita Terbaru