oleh

Pemkot Cilegon Dituding Tebang Pilih Tertibkan Warem

Ilustrasi (bbs)

Kabar6-Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon dituding tebang pilih dalam menertibkan warung diduga remang-remang di Kecamatan Grogol, Kota Cilegon.

Sejumlah pemilik warung yang dibongkar mengungkapkan, setiap kali penertiban ada saja warem tertentu yang dibiarkan tetap beroperasi.

Salah seorang pemilik lapak di Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Rudi, mengaku kerap kecewa, karena aparat terkesan tebang pilih dalam menertibkan warung diduga remang-remang.

“Kalau ini (penertiban) sudah keputusan pemerintah, ya mau gimana lagi. Kami bisa apa? Tapi saya minta tolong penertiban ini sampai pilih kasih dan ada warem yang tidak  dibongkar,” kata Rudi, Senin (30/5/16).

Menanggapi hal tersebut, Lurah Gerem Samlawi mengungkapkan, pihaknya telah menandai warem yang akan dibongkar. Ia memastikan, bangunan yang ditandai akan dibongkar petugas.

Pemberian tanda silang juga dilakukan untuk  mengingatkan agar pemilik warem membongkar bangunannya sendiri. Selain itu, pembongkaran yang dilakukan oleh pemerintah juga sesuai dengan hasil kesepakatan dengan para pemilik warem yang meminta tenggat waktu sejak awal tahun lalu.

“Tentu saja akan kita tertibkan seluruhnya. Sesuai dengan kesepakatan, pembongkaran itu akan dilakukan oleh para pemilik bangunan hingga Senin besok. Tapi apabila senin tidak juga dilakukan,  maka terpaksa hari Selasa kami bongkar. Makanya kami berikan tanda,” ujarnya.

Pembongkaran warem sendiri, akan dilakukan dengan cara meratakan semua bangunan semi permanen yang menempati lahan pemerintah dan PJKA dengan menggunakan alat berat. **Baca juga: Trantib Siap Bongkar Semua Warem di Cilegon.

Hal itu dilakukan agar proses penertiban bangunan bisa berlangsung cepat dan mudah, serta tidak menimbulkan kericuhan.(sus)

Berita Terbaru