oleh

Pemkab Tangerang Khawatirkan HIV/AIDS di Dadap

Bupati Tangerang, Zaki Iskandar saat bertemu warga Dadap di kantor Ombudsman.(hms)

Kabar6-Maraknya penyebaran penyakit Human Immunodeficiency Virus Infection and Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS), menjadi alasan utama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, menutup permanen tempat prostitusi Dadap Ceng In, di Kecamatan Kosambi.

Demikian diungkapkan Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, kepada Kabar6.com, Minggu (22/5/2016).

Selain itu, kata Bupati Zaki, penyakit masyarakat lainnya, seperti peredaran gelap Minuman Keras (Miras), narkoba dan tindakan kejahatan asusila juga kerap terjadi di lokalisasi tertua di Kota Seribu Industri ini.

“Terbukti, sekarang sudah terdeteksi ada sekitar delapan warga positif terjangkit HIV/ AIDS. Ini, merupakan puncak gunung es,” ujarnya.

Mirisnya lagi, imbuhnya, baru-baru ini telah terjadi pembunuhan disertai pemerkosaan secara sadis dan brutal, dengan menancapkan gagang pacul ke kemaluan korban oleh sejumlah pemuda di wilayah itu.

Ini, bisa jadi sebagian kecil dari efek keberadaan tempat maksiat tersebut. “Saya turut prihatin atas peristiwa itu. Oleh karenanya, pembongkaran Dadap Ceng In menjadi skala prioritas,” katanya.

Bupati Zaki menambahkan, pihaknya mengaku akan tetap mengeksekusi tempat maksiat terbesar yang ada di wilayah Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Tangerang ini.

Namun, langkah itu terpaksa ditunda sementara waktu, karena Pemkab Tangerang, masih menunggu hasil dialog selanjutnya dengan pihak Ombudsman RI. **Baca juga: Penertiban Lokalisasi Dadap Tunggu Rekomendasi Ombudsman.

“Kami mengapresiasi inisiatif Ombudsman, untuk melakukan dialog berikutnya. Kita sudah tetapkan tempat dan waktu, agar mereka bisa melihat secara jernih dan jelas tentang apa yang akan kita lakukan di Dadap nanti. Untuk itu, kami sangat menghormati keputusan Ombudsman, sampai mereka memperjelas posisinya dan apa yang kita lakukan kedepan, sudah tak ada pertanyaan-pertanyaan lagi,” tegasnya.(Tim K6)

Berita Terbaru