oleh

Pelatihan Pembuatan Tahu Gagal, Puluhan Peserta Gigit Jari

Kabar6-Kegiatan pelatihan pembuatan tahu yang rencananya akan digelar oleh Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) terpaksa dibatalkan.

Hal itu disebabkan karena seluruh pengrajin tahu dan tempe se-Jabodetabek melancarkan aksi mogok produksi secara massal.

Pengamatan langsung Kabar6.com disebuah pabrik tahu di jalan H Toran, kelurahan Rengas, kecamatan Ciputat Timur, Selasa, (24/7/2012), acara pelatihan sedianya berlangsung pukul 14.00 WIB.

Puluhan warga yang merupakan peserta kegiatan pelatihan tampak gigit jari. Mereka terpaksa pulang karena pabrik tahu yang akan menjadi tempat pelatihan ikut mogok produksi.

“Ga jadi mas. Katanya Sabtu besok ada pelatihan lagi,” ujar Zulfikar, dengan raut kecewa saat ditemui Kabar6.com di lokasi pabrik.

Pria yang terlihat sedang menenteng sebuah map warna kuning dan berisikan kertas makalah proses pembuatan tahu ini menjelaskan, pelatihan bila dipaksakan tidak akan efektif.

Oleh karena itu, dinas terkait terpaksa memundurkan jadwal kegiatan pada akhir pekan mendatang.

“Gimana mau tau. Liat aja pabrik ga ada aktivitas produksi. Yang punya ikut-ikutan mogok, katanya gara-gara harga kacang kedelai naik,” terang warga Ciputat ini.

Batalnya program pelatihan pembuatan tahu yang akan diikuti oleh warga dibenarkan Kepala Dinsosnakertrans Kota Tangsel, Purnama Wijaya.

Kegiatan pelatihan pembuatan tahu ini masuk ke dalam program pengembangan dan perluasan kesempatan kerja Tenaga Kerja Mandiri (TKM) 2012.

“Besok saja ya datang lagi. Saya sudah dikantor,” ungkap Purnama, saat dihubungi melalui sambungan selularnya.

Seperti diketahui, ribuan pengrajin tahu dan tempe yang tergabung didalam PUSKOPTI se-Jabodetabek melakukan demo mogok produksi terhitung 25-27 Juli 2012.

Kenaikan harga beli kacang kedelai yang merupakan bahan dasar tahu dan tempe dikeluhkan pengrajin. Mereka mengeluhkan beban biaya produksi yang harus ditanggung begitu tinggi, sedangkan untuk menaikan harga jual ke pasaran atau pelanggan dirasakan tidak mungkin. (ymw)

 

Berita Terbaru