oleh

Pelajar Indonesia Borong Medali Ajang IESO di India

Kabar6-Sukses menoreh prestasi di Internasional Earth Science Olympiad (IESO) di Mysore, India, 5 pelajar Indonesia tiba di Terminal 2D Bandara Soekarno Hatta (BSH), Jumat (20/9/2013).

Kelima pelajar berprestasi dalam ajang Olimpiade Ilmu Kebumian Internasional ke 7 itu adalah, EKa Dhamayati, siswi SMAN Mojoagung, Jombang. Evan Sugiarto Afil, SMAK Petra 2 Surabaya. M Ardiansyah Nugraha, SMAN 1 Bogor. Aditya Hirawan SMAN 1 Yogyakarta dan M. Ridwan Dzikrulloh SMAN Sragen BBS.

Dalam ajang tersebut, pelajar Indonesia sukses menyabet 1 medali emas untuk kategori tim, 3 medali perak dan 3 medali perunggu untuk kategori perseorangan.

Ya, IESO adalah ajang kompetisi siswa pra perguruan tinggi untuk bidang ilmu Kebumian yang meliputi pengetahuan mengenai Geosfer (Geologi dan Geofisika), Hidrosfer (Hidrologi dan Oseanografi), Atmosfer (Meteorologi dan Klimatolog) serta Astronomi (Sains Keplanetan).

Selain IESO, terdapat juga kompetisi ITFI (Internatinal Team field Investigation), dimana para siswa harus melaksanakan tugas investigasi lapangan di beberapa lokasi sesuai materi yang ditetapkan, guna melihat beberapa permasalahan yang berhubungan dengan interaksi Geosfer, Atmosfer, Hidrosfer dan Biosfer.

Dalam kompetisi ini, kerjasama dan presentasi menjadi penilaian utama untuk menentukan kelompok agar mendapatkan penilaian tambahan.

Kasubdit Kelembagaan dan Peserta Didik pada Direktorat Pengembangan SMA Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Suharlan mengatakan, prestasi ke 5 pelajar itu sangat membanggakan.

Meskipun pembinaan yang dilakukan relatif singkat selama 3 bulan, namun dalam ajang ini Indonesia sukses meraih 1 medali emas, 3 perak dan 4 perunggu.

“Untuk Mendapatkan emas termasuk sulit, karena peserta yang ikut berasal dari 27 Negara,” ujarnya. 

Rencananya, ke 5 pelajar tersebut akan kembali melakukan uji kemampuan berupa tes tertulis dan tes praktek yang akan dilakukan di Kampus Infosys, dan beberapa tempat di Kota Mysore.

Sementera, M. Ardiansyah Nugraha, siswa yang mendapat penilaian tertinggi dan menyabet medali emas untuk kategori Reserch Project Earth System mengatakan sangat senang bisa membawa nama Indonesia di kancah dunia.

“Lawan terberat kami adalah pelajar dari Taiwan, Jepang dan Korea Selatan. Sedangkan hal yang menyulitkan adalah dari sisi keterbatasan waktu. Sedangkan soal yang harus dikerjakan cukup banyak,” ujarnya.(ali/rani)

Berita Terbaru