oleh

Pekerja Bangunan di Kanada Temukan Pesan dalam Botol Berusia 1 Abad di Bawah Patung Ratu Victoria

Kabar6-Para pekerja bangunan berhasil mengeluarkan sebuah botol dari dasar patung Ratu Victoria yang dirobohkan oleh pengunjuk rasa tahun lalu di Manitoba, Kanada.

Siapa sangka, melansir Upi, di dalam botol itu terdapat pesan yang berasal dari 1921, berisi keluhan tentang kurangnya alkohol selama pelarangan. Surat bertanggal 30 Juli 1921 itu kabarnya dimaksudkan sebagai permintaan maaf karena tidak bisa meletakkan sebotol brendi di bawah patung karena undang-undang Larangan saat itu.

Seperti di Amerika Serikat, hukum di Kanada juga melarang memproduksi, mengimpor, atau menjual alkohol antara tahun 1920 dan 1933. ** Baca juga: Polisi di Filipina Tewas Terkena Taji Ayam Jago Saat Gerebek Sabung Ayam Ilegal

“Karena Larangan, kami tidak dapat mematuhi kebiasaan menyimpan sebotol brendi di bawah batu, dan kami sangat menyesal,” kata Reg Helwer, menteri yang bertanggung jawab untuk layanan pemerintah, membacakan isi pesan itu lapor

Pesan tersebut telah ditandatangani oleh seorang pemahat batu, pekerja dan seorang birokrat yang saat itu menjabat sebagai Wakil Menteri Pekerjaan Umum. Patung itu telah dirobohkan dan kepalanya dibuang ke Sungai Assiniboine oleh para pengunjuk rasa selama unjuk rasa atas kuburan anak-anak pribumi tahun lalu.

Helwer mengatakan, ini bukan pertama kalinya sepotong sejarah Manitoba telah digali. “Ternyata ada hal-hal seperti itu di sekitar badan legislatif. Saat kami memindahkan batu, kami menemukan hal-hal seperti ini,” ungkapnya. “Bagi saya, ini cerita yang sangat rapi, apalagi dengan usia bangunannya, baru saja merayakan seratus tahun belum lama ini.”(ilj/bbs)

Print Friendly, PDF & Email