oleh

Pascabencana, BMKG Imbau Warga Banten Tidak Panik

Prakirawan Stasiun Metereologi Kelas 1 Serang, Rofikoh.(zis)

Kabar6-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Serang menyatakan, jika bencana banjir yang menerjang  sejumlah kawasan di Banten dan menewaskan empat orang, disebabkan banyak faktor alam.

Salah satu diantaranya adalah, akibat intesitas curah hujan yang tinggi serta gelombang tinggi air laut yang dipicu kencangnya tiupan angin.

Prakirawan Stasiun Metereologi Kelas 1 Serang, Rofikoh mengungkapkan, kecepatan angin pada saat kejadian mencapai 20 kilometer per jam.

Hal tersebut dipicu karena adanya tekanan rendah di Samudera Hindia sebelah Barat Sumatera Barat dan Barat Daya Banten.

Sedangkan kelembaban udara yang tinggi di sebagian besar wilayah di Indonesia, juga turut mendukung proses pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.

“Padahal saat ini di wilayah Banten dan sebagian besar wilayah Indonesia, masih dalam masa musim kemarau. Tetapi memang kemarau saat ini termasuk dalam musim kemarau basah yang intensitas hujannya tinggi,” ujar Rofikoh kepada wartawan, Senin (25/7/2016). **Baca juga: Jalan Raya Pandeglang-Anyer Tertutup Lumpur Setebal 50 CM.

Kondisi itu, diperparah oleh efek Lani NA dari Samudra Pacifik yang mengarah ke Barat Daya Banten. Dan, Rofikoh memperkirakan bila kondisi itu akan berlangsung dua hingga tiga hari kedepan. **Baca juga: Terendam Banjir, Hindari Jalan Utama Menuju Anyer di Tegal Ratu.

“Hujan disertai angin dan petir diperkirakan akan terjadi sampai beberapa hari kedepan di Banten wilayah selatan  tetapi dengan intensitas yang tidak terlalu tinggi,” ujarnya. **Baca juga: Ini Titik Banjir yang Merendam Wilayah di Banten.

Sementara untuk tinggi gelombang di sekitar perairan Carita hingga selatan Banten, BMKG memperkirakan akan mencapai ketinggian hingga 1,5  hingga 2,5 meter, sehingga nelayan diimbau tidak dulu melaut. **Baca juga: Satu Keluarga Tewas Terjebak Longsor di Pandeglang.

“Tinggi gelombang saat ini mencapai 1,5 hingga 2,5 meter. Diharapkan nelayan tidak dulu melaut karena cuaca ekstrem bisa saja terjadi kapan saja. Intensitas hujan masih terkonsentrasi di perairan Selat Sunda bagian barat,” katanya. **Baca juga: Hujan Semalaman, Anyer Diserbu Banjir dan Longsor.

Meski demikian, Rofikoh mengimbau masyarakat tidak panik karena prakiraan cuaca yang bakal terjadi wilayah tersebut tidak seekstrem yang terjadi minggu malam lalu.(zis)

Berita Terbaru