oleh

Para Peneliti NASA Tangkap Garis-garis Misterius di Pegunungan Rusia Utara

Kabar6-Para peneliti NASA memposting serangkaian gambar satelit dari lanskap yang aneh ke situs web Badan Observasi Bumi. Gambar tersebut diambil dengan satelit Landsat 8 selama beberapa tahun.

Tampak sejumlah foto di kutub Utara Rusia yang menunjukkan daratan di kedua sisi sungai Markha bergaris-garis gelap dan terang. Melansir Newsbreak, efek membingungkan terlihat di keempat musim, tetapi paling jelas terlihat pada musim dingin, saat salju putih membuat pola kontras menjadi lebih mencolok. Mengapa bagian Siberia ini begitu bergaris-garis?

Wilayah dataran tinggi Siberia Tengah ini, menurut NASA, hampir setahun tertutup lapisan es, meskipun kadang-kadang mencair untuk waktu singkat. Petak-petak tanah yang terus menerus membeku, mencair, dan membeku lagi diketahui memiliki desain melingkar atau bergaris aneh yang disebut tanah berpola.

Efeknya, terjadi ketika tanah dan batu secara alami menyortir diri selama siklus pembekuan-pencairan. Namun contoh tanah berpola lainnya, seperti lingkaran batu di Svalbard, Norwegia, cenderung lebih kecil skalanya dibanding garis yang terlihat di Siberia.

Penjelasan lain yang mungkin adalah erosi. Seorang ahli geologi dari U.S. Geological Survey bernama Thomas Crafford mengatakan kepada NASA, garis-garis itu menyerupai pola di batuan sedimen yang dikenal sebagai geologi kue lapis.

Pola-pola ini terjadi ketika salju meleleh atau hujan menetes ke bawah bukit, memotong dan membuang potongan batuan sedimen menjadi tumpukan.

“Proses tersebut dapat mengungkapkan lempengan sedimen yang terlihat seperti irisan kue lapis,” terang Crafford. ** Baca juga: Unik, Wombat Jadi Satu-satunya Mahluk Hidup yang Kotorannya Berbentuk Kotak

Dengan garis-garis lebih gelap mewakili area yang lebih curam dan garis-garis lebih terang menunjukkan area yang lebih datar. Sesuai dengan gambar yang diambil NASA, lapisan sedimen semacam ini akan lebih menonjol di musim dingin, saat salju putih berada di area yang lebih datar, membuatnya tampak lebih terang.

“Polanya memudar saat mendekati sungai, di mana sedimen berkumpul menjadi tumpukan yang lebih seragam di sepanjang tepian setelah jutaan tahun erosi,” tambah Crafford.(ilj/bbs)

Berita Terbaru