oleh

Panti Pijat dan Hiburan Malam Rentan Penyebaran HIV/AIDS

Kasi Pencegahan Penyakit Menular, Hendra Tarmizi.(shy)

Kabar6-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mengkhawatirkan adanya peningkatan penyebarluasan dan penderita Human Immunodeficiency Virus infection and Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS).

Hal tersebut lantaran, sulitnya mengetahui ataupun mendeteksi keberadaan para WPS (Wanita Pekerja Seks) saat ini.

“Terhitung pada 2015 sampai April 2016, ada 60 kasus WPS yang terjangkit HIV. Angka itu sebelum adanya penertiban Lokalisasi Dadap, di Kecamatan Kosambi. Tapi, sejak ditertibkan, kita tidak memiliki data lagi terkait berapa peningkatan kasus HIV. Karena, WPS sudah tersebar dimana-mana atau tidak satu tempat lagi. Ini tentunya dikhawatirkan bila penyebaran virus HIV makin meluas,” ungkap Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Hendra Tarmizi kepada kabar6.com, Rabu (8/2/2017).

Hendra mengatakan, kurangnya koordinasi dari pihak RT/RW, Desa atau Kelurahan hingga Camat di Kabupaten Tangerang, menjadi faktor utama kekhawatiran tersebut.

“Kalau lokalisasi itu ditertibkan, memang betul sebagai tindakan menurunkan angka HIV. Tapi, Kabupaten Tangerang yang memiliki banyak panti pijat ataupun tempat hiburan malam, juga menjadi alasan masih adanya pekerja seks yang berkeliaran terutama yang mengidap HIV,” ujar Hendra lagi.

Menurutnya, salah satu faktor yang juga bisa menurunkan angka HIV bantuan dari perangkat masyarakat, dimana peran RT/RW, Desa ataupun Camat sangat dibutuhkan.**Baca juga: Rais Aam PBNU Instruksikan Kadernya Tidak Ikuti Aksi 112.

“Seperti, mendata masyarakat yang tinggal di kawasannya, memberlakukan kebijakan tamu wajib lapor 2×24 jam, yang sampai saat ini masih belum maksimal. Padahal, bisa saja pendatang baru mengidap HIV dan menyebarluaskan ke lingkungan baru lewat hubungan seks,” paparnya.**Baca juga: Ini Program Unggulan Dinkes Kota Tangerang Tahun 2017.

Sebelumnya, pihak Dinkes beserta Komisi Penanggulangan Aids Kabupaten Tangerang memetakan wilayah rawan penyebaran HIV dan menjadi incara para WPS. BEberapa wilayah dimaksud yakni, Kecamatan Tigaraksa, Kelapa Dua, Kosambi, Sukadiri dan Jayanti.(Shy)

Berita Terbaru