Pahami Tanda Tubuh Kekurangan Cairan

Ilustrasi/bbs

Kabar6-Dua pertiga berat tubuh terdiri dari air, yang bisa didapatkan dari asupan makanan dan minuman. Air juga berperan dalam proses pengaturan suhu tubuh, keseimbangan cairan, dan lain-lain. Bahkan, air merupakan komponen penting yang menyusun sel-sel di seluruh tubuh.

Kehilangan cairan tubuh dapat terjadi karena demam, paparan panas, dan olahraga berlebihan. Selain itu juga muntah, diare, dan sering buang air kecil karena infeksi. Kekurangan asupan makanan dan minuman juga dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan.

Dehidrasi yang berkepanjangan menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit, sehingga tubuh tidak dapat berfungsi secara optimal. Pada beberapa kasus, sebagian orang kesulitan untuk mengenali bahwa dirinya mengalami dehidrasi dan membutuhkan asupan air lebih banyak.

Apa saja sih tanda bahwa tubuh mengalami kekurangan cairan? Dikutip dari beberapa sumber, berikut uraiannya:

1. Nyeri kepala & pusing
Nyeri kepala dan pusing seringkali merupakan tanda bahwa tubuh kekurangan cairan. Kurangnya kadar air dalam tubuh menyebabkan berkurangnya jumlah cairan di otak dan dapat memicu nyeri kepala, seperti migrain.

Dehidrasi juga mengurangi aliran oksigen dan darah ke otak. Bila Anda mengalami ini sebelum minum obat pereda nyeri kepala, ada baiknya Anda minum segelas air putih. Bila memang penyebab nyeri kepala yang Anda alami karena kekurangan cairan, rasa tersebut akan segera hilang.

2. Bau mulut & mulut kering
Bau mulut merupakan tanda lain dari tubuh yang kekurangan cairan. Kurangnya cairan tubuh, menyebabkan produksi saliva berkurang. Padahal, saliva mengandung zat-zat yang berfungsi membunuh kuman.

Akibatnya, kuman tumbuh lebih cepat di dalam mulut dan menyebabkan bau mulut. Selain itu, mulut pun menjadi kering karena kurangnya cairan yang melapisi mukosa mulut.

3. Urine berkurang & berwarna pekat
Sebagian besar orang tahu bahwa saat tubuh kekurangan cairan, maka tanda yang paling mudah dikenali adalah urine mengeluarkan warna yang lebih pekat. Pada umumnya orang kencing empat hingga tujuh kali sehari untuk mengeluarkan racun dari tubuh.

Warna urine normalnya adalah kuning terang, sedangkan urine berwarna kecokelatan atau gelap menandakan Anda butuh lebih banyak minum.

4. Konstipasi & gangguan pencernaan
Air membantu melubrikasi sistem pencernaan agar selalu bersih dan gerak usus selalu baik guna mencegah konstipasi. Kekurangan cairan berlebih akibat diare atau muntah dapat mengeraskan kotoran dan menyebabkan konstipasi. Selain itu, kehilangan cairan tubuh dalam jumlah banyak juga dapat menyebabkan rasa nyeri di ulu hati dan gangguan pencernaan lain.

5. Kelaparan
Penahkah Anda merasa tiba-tiba sangat lapar padahal belum tiba waktunya makan? Bila Anda mengalami ini, segeralah minum segelas air sebelum mengambil makanan. Ketika dehidrasi, tubuh dapat mengirimkan sinyal yang salah ke otak sehingga diasumsikan sebagai rasa lapar, padahal tubuh Anda merasa haus.

Keinginan untuk makan makanan asin juga dapat terjadi akibat tubuh kekurangan cairan dan elektrolit. Konsumsi minuman pengganti elektrolit. Sementara itu keinginan terhadap sesuatu yang manis, mungkin dipengaruhi tubuh yang kesulitan memproduksi glikogen. ** Baca juga: Berenang Malam Hari Tidak Disarankan?

Pada kasus seperti ini, buah-buahan yang manis dan mengandung banyak air seperti semangka dan pepaya mungkin bisa membantu.(ilj/bbs)