Pengaduan Pelanggan PDAM TB Sangat Rendah

Kabar6-Upaya tanggap terhadap berbagai pengaduan yang masuk ke PDAM Tirta Benteng (TB) ternyata berbuah manis. Hingga akhir tahun 2012 sendiri tercatat dari 24 ribu pelanggannya hanya 0,02 persen jumlah pengaduan yang masuk.

Berdasarkan data yang masuk di bagian Hubungan Pelanggan (Hublang) PDAM TB, selama tahun 2012 terdata 1.830 pengaduan yang masuk, dengan rata-rata pengaduan perbulan sebanyak 152 pengaduan.

” Bila sebulan rata-rata pengaduan yang masuk sebanyak 152 maka asumsinya pengaduan perhari sebanyak 5 pelanggan dari 24 ribu pelanggan yang ada atau sekitar 0,02 persen,” kata Kabag Hublang PDAM TB, Deni Agustomi.

Persentase ini dikatakan Deni jumlahnya cukup rendah, hal ini dapat terjadi berkat upaya PDAM TB respon dan cepat tanggap terhadap segala pengaduan yang masuk.

“Bila ada komplain kami segera tindak lanjuti, PDAM TB terus konsisten untuk peduli terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan kepentingan dan kepuasan pelanggan,” tuturnya saat ditemui dikantor.

Hal senada dikatakan Kasie Pencatatan Meter PDAM TB, Hotma. Ia mengatakan bahwa rendahnya pengaduan adalah berkat kerja keras tim dan juga komunikasi yang baik dengan pelanggan. ” Kami terus berupaya agar setiap petugas pencatat untut menekan kesalahan seminimalisir mungkin,” ucapnya.

Beberapa pengaduan yang masuk dan menjadi bahan evaluasi bagi PDAM TB diantaranya adalah masalah pembayaran atau pencatatan rekening, kualitas air, meteran buram ataupun adanya kebocoran pipa.(rani)

 




PNS Pemkot Tangerang Dilarang Gendut

Kabar6-Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemda Kota Tangerang yang berbadan gendut, bakalan punya tugas tambahan. Meski bukan urusan kantor, tapi tugas ini tak kalah beratnya yaitu wajib mengikuti program diet alias wajib mengurangi asupan makanan dan ikut senam serta lari tiap hari.

Program diet yang sedang gencar di lakukan di lingkungan  Polri ini, tampaknya menular ke Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang. “Program ini sebagai salah satu upaya dari Pemkot Tangerang untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat luas,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang, Harry Mulya Zein, Selasa (8/1/2012).

Harry mengatakan, program penurunan berat badan bagi para PNS sangat penting. Terutama, bagi mereka (PNS-red) yang kerjanya di lapangan dan langsung bersentuhan dengan masyarakat. “Seperti para pegawai di Dinas Tata Kota, Satpol PP, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), dituntut untuk memiliki kondisi fisik yang prima, sehingga bisa menjalankan tugasya dengan maksimal,” paparnya.

Saat ini, terang Harry, setiat Jumat seluruh pegawai di lingkup Puspemkot Tangerang, wajib ikut senam pagi. “Ini juga merupakan perintah dari Walikota Tangerang, Wahidin Halim,” tegasnya. Sementara itu untuk para petugas Satpol PP, nantinya akan dititipkan di pusat pelatihan militer ataupun kepolisian.

“Kami juga wajibkan bagi PNS yang kelebihan berat badan untuk lari pada pagi dan sore hari,” ujarnya. Dikatakan, penerapan program diet ini untuk seluruh pegawai di lingkup Pemkot Tangerang.  Tanpa terkecuali. “Ya ini juga dilakukan demi kesehatan para PNS tersebut, karena kalau kegemukan juga bisa bahaya, rentan terhadap penyakit,” tandasnya.

Sementara Walikota Tangerang Wahidin Halim didepan para Camat, Lurah, Kepala Puskesmas, UPTD Pendidikan Dasar dan SKPD se-Kota Tangerang saat rapat bulanan di Ruang Akhlaqul Karimah, kemarin pagi, kembali menginstruksikan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang untuk segera menyiapkan tim medis sebagai tindak lanjut pelaksanaan program penurunan berat badan (Dietnisasi) para pegawai yang berbadan gemuk di lingkungan Pemkot Tangerang.

“Dua bulan harus bisa kurangin berat badan, kalau perlu siapkan timbangan karena saya akan pantau langsung ke lapangan,” tukasnya.  Menurutnya, kondisi tubuh gemuk dapat berpengaruh pada performa dan akselerasi kerja. “Kerja biar tambah gesit dan sigap apalagi dalam melayani masyarakat,” pungkasnya.(rani)

 




Pedagang Sate Madura Tewas Ditabrak Biker Mabuk

Kabar6-Seorang pedagang Sate Madura, Saiman (65), tewas mengenaskan setelah ditabrak pengendara sepeda motor (biker) saat melintas di Jalan Hos Cokro Aminoto, Ciledug, Kota Tangerang, Selasa (8/1/2013).

Lukman, warga sekitar yang menjadi saksi mata peristiwa itu mengatakan, peristiwa berawal ketika korban sedang menyeberang dilokasi.

Tiba-tiba, muncul sepeda motor berkecepatan tinggi dan langsung menabrak korban. Tukang sate madura tewas seketika dilokasi kejadian. Sementara pengemudi sepeda motor yang menabrak juga jatuh dan menderita luka lecet ringan.

“Kemungkinan pengemudi sepeda motor itu dalam kondisi mabuk berat. Karena dari mulutnya tercium bau alkohol yang menyengat,” ujar Lukman pengguna jalan yang kebetulan sedang melintas.

Korban tewas dilarikan ke RSU Tangerang. Sedangkan tersangka penabrak dibawa ke Polsek Ciledug guna dimintai keterangan.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi terkait peristiwa itu dari pihak Polsek Ciledug.(Turnya)




UMK Tinggi, Dua Perusahaan di Kota Tangerang Gulung Tikar

Kabar6-Dua perusahaan di Kota Tangerang gulung tikar karena tak bisa memenuhi standar Upah Minimum Kota (UMK) Tangerang 2013, sebagaimana yang telah diteta[pkan oleh Gubernur Banten.

Akibatnya, sebanyak 170 buruh dari kedua perusahaan itupun kini PHK dan harusa menganggur.

“Sudah ada dua perusahaan yang tutup yaitu PT Slumber Land di Kawasan Industri Manis Jatiuwung, dan PT Duta Karya dikawasan Jatake, Kota Tangerang. Kedua perusahaan ini sudah gulung tikar sejak akhir Desember 2012 lalu,” kata Mansur Aini, Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang, Selasa (8/1/2013).

Dikatakan Mansur, tutupnya dua perusahaan itu akibat sudah tidak adanya order yang diterima. Alhasil dua perusahaan itupun tidak mampu membayar gaji karyawannya sesuai UMK saebesar Rp. 2.203.000.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tangerang, Abduh Surahman, membenarkan adanya dua perusahaan yang gulung tikar diwilayahnya.

“Dari dua perusahaan yang tutup itu, terdapat sebanyak 170 tenaga kerja, semuanya sudah mendapatkan haknya, yaitu pesangon sesuai Undang-undang yang berlaku,” tegasnya.(rani)




Catatan Musda KNPI Dibawa Ke DPP KNPI Pusat

Kabar6-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KNPI Provinsi Banten akan membawa persoalan pelanggaran AD/ART yang terjadi dalam Musyawarah Daerah (Musda) Tangsel, ke tingkat Dewan Pimpinan Pusat.

Musda II yang diadakan di Aula Sjafruddin Prawiranegara STIE Ahmad Dahlan Ciputat Timur Kota Tangsel pada, Jumat (4/1/2013), dinilai cacat hukum karena tidak sesuai AD/ART dimana ketua terpilih Eeng Sulaeman melanggar ketentuan batas usia.

“Secepatan persoalan Musda KNPI Kota Tangsel akan kami (DPD KNPI Provnisi_red) bawa ketingkat DPP Pusat,” kata Ketua DPD KNPI Banten Aden Abdul Kholiq, ketika menghubungi Kabar6.com, Selasa (8/1/2013).

Ia menambahkan, Terkait permasalahan itu, pihaknya meminta pertanggungjawaban panitia yang terlibat didalamnya. Kalaupun hal itu tidak ditanggapi, maka DPD KNPI Provinsi Banten akan mencatat hasil pra Musda sampai Musda itu terpilih ketua KNPI Tangsel.

“Saya tidak mempermasalahkan siapa yang jadi ketua. Tapi proses dari awal ini sudah salah, harusnya panitia memahami betul kalau musda tersebut telah melanggar AD ART. Semua kejadian tersebut akan DPD Catat untuk menjadi masukan ke DPP KNPI,” tegasnya.

Bahkan Ketua DPD KNPI Provinsi Banten Aden Abdul Khaliq menganggap Musda KNPI Tangsel yang digelar sudah cacat hukum dan tidak menginduk pada kiblatnya, yakni kiblat berorgansisasi AD/ART yang ada dalam tubuh KNPI.

Begitupula setelah terpilihnya ketua yang baru. Beberapa permasalahan sempat menjadi tanya. Salah satunya, proses pendaftaran calon ketua KNPI yang telah melewati batas usia.

“Seharusnya panitia Musda periksa hasil verifikasi calon ketua, kenapa bisa diloloskan, dari sini saja sudah ngaco,”ujarnya.

Ketika ditanya apakah sudah ada OKP yang melayangkan surat ke DPD KNPI Provinsi Banten serta kesiapan untuk melantik ketua terpilih, Aden Mengatakan, belum menerima surat gugatan dari pemuda tangsel. Jika surat pe­nolakan tersebut masuk ke sekretariat DPD KNPI Provinsi Banten, maka akan dilakukan klarifikasi terlebih dahulu.

“Kita lihat perkembangan dari teman-teman pemuda tangsel apakah mengirim surat atau tidak,”ungkapnya.

Untuk proses pelantikan, sambung Aden, pihaknya sepenuhnya akan menunggu hasil dari DPP untuk permasalahan tersebut. ” Kita konsilidasi dahulu ke DPP Pusat untuk proses pelantikannya,” tukasnya.

Sebelumnya, Calon kandidat ketua KNPI Kota Tangsel Muji SP dan Muslih Basar menyatakan mosi tidak percaya dan menolak hasil Musda tersebut.

Bahkan, calon Kandidat Muji SP akan melayangkan surat pengajuan keberatan yang ditujukan kepada Ketua Umum DPP KNPI Pusat, Ketua umum DPD KNPI Provinsi Banten, Dispora Kota Tangsel.

“Kami menolak keputusan Musda yang cacat hukum ini. Karena, tidak sesuai AD/ART KNPI,” kata Muji dari Sapma PP Sabtu (5/1/2013).(Evan)

 




Saat Transaksi Kartu ATM Macet, Uang Rp 95 Juta Dibobol Penjahat

Kabar6-Hati-hati jika kartu ATM anda saat transaksi macet Jangan mudah percaya dengan orang yang berpura-pura membantu mengeuarkan kartu ATM atau meminta nomor HP anda. Bisa-bisa anda kena tipu

.

Seperti yang dialami March Amahorseya, warga Kota Serang ini . Ia  menderita kerugan Rp 95 juta saat transfer uang di mesin ATM BCA Cijawa di Jln KH Abdul Fatah Hasan, Kel. Sumur Pecung, Kota Serang.

Diperoleh keterangan, Selasa (8/1)sekitar pukul 08:00, korban berniat melakukan transfer uang melalui mesin ATM . Namun setelah kartu ATM masuk ke dalam mesin, korban tidak dapat melakukan transaksi. Pria asal Ambon, Maluku ini makin panik saat akan membatalkan transaksi, kartu ATM tidak dapat dikeluarkan dari mesin.

Di saat korban kebingungan, seorang pria yang diduga bagian dari pelaku tiba-tiba masuk ruangan sambil menawarkan pertolongan namun tidak juga berhasil mengeluarkan kartu ATM. Pria misterius itu kemudian meminta no handphone (hp). Setelah mendapatkan no hp, pelaku pergi meninggalkan korban.

Ketika akan pergi meninggalkan ATM, tiba-tiba handphone korban berdering. Ketika dijawab, terdengar suara pria yang mengaku pegawai HALO BCA dan meminta agar korban kembali ke ruang ATM. Dengan alasan akan memandu agar kartu ATM bisa keluar, korban diminta untuk menyebutkan no PIN. Karena tak curiga, korban menyebutkan nomor rahasia itu kepada pelaku.

Usai menyebutkan no PIN kepada pelaku, korban barulah tersadar telah diperdaya kawanan penipu. Khawatir uang tabungannya dikuras kawanan penjahat, korban buru-buru mendatangi kantor Bank BCA. Namun setelah dicek, ternyata sudah ada transaksi pengambilan sebesar Rp95 juta. Dengan perasaan sedih, korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Serang. (pk/sak)

 




Muspika Tigaraksa Gotong Royong Benahi Panti Narkoba

Kabar6-Segenap Muspika Tigaraksa Dan tokoh masyarakat menggelar gotong royong di Panti Rehabilitasi Narkoba Yayasan Pondok Pesantren Hikmah Saadah, Desa Pasir Nangka, Kecamatan Tigaraksa.

Pantauan, nampak puluhan anggota TNI dari Koramil 11 Tigaraksa terlihat antusias melakukan gotong royong di lokasi tersebut. Ada yang melakukan pengecetan, membersihkan rumput dan selokan.

Di sela-sela gotong royong terlihat pula kesibukan menggali lubang untuk pemasangan pancang Penerangan Jalan Umum (PJU) di area yayasan yang juga Pondok Pesantren.

Camat Tigaraka Mas Yoyon Suryana mengatakan akan dipasang Tiga PJU di lokasi Yayasan.

“Yayasan ini bukan hanya tempat rehabilitasi narkoba saja, tetapi juga sebagai tempat singgah bagi para terlantar, sehingga diperlukan penerangan yang layak,” ujar Mas Yoyon.

Ia menuturkan, Tiga PJU berasal dari bantuan Pemkab Tangerang melalui DKPP Kabupaten Tangerang.

“Ini salah satu bentuk perhatian Pemkab Tangerang, sebab eksistensi yayasan ini tidak hanya diakui di Kabupaten Tangerang, tapi se Banten, bahkann se Indonesia,” katanya.

Danramil Kapten Inf.Moh.Ridwan mengatakan 30 anggota dikerahkanan untuk gotong royong di lokasi yayasan narkoba. “Bersama Muspika Tigaraksa Gotong royong di mulai sekitar pukul 07.30 WIB,” ujarnya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Hikmah Syahadah. KH. Romdien mengapresiasikan bantuan dari Pemkab Tangerang tersebut.

“Semoga bisa manfaat dan menambah spirit kami untuk lebih peduli terhadap sesama. Dan pondok pesantren tidak gelap lagi jika malam hari,” katanya.(dre/*)

 




Sembilan Gedung Sekolah di Tangsel Pembangunannya Molor

Kabar6-Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan, Mathodah, mengatakan bahwa memasuki pekan pertama di 2013 ini masih ada sejumlah pekerjaan pembangunan sekolah. Seluruh kontraktor tersebut dipastikan terkena denda atau pinalti karena tidak mampu mengerjakan sesuai kesepakatan.

“Dalam waktu dekat akan kita selesaikan, sudah saya sampaikan pada kontraktornya. Mohon ada percepatannya, tapi dalam aturannya 50 hari kerja,” kata Mathodah, kepada wartawan di MAN Insan Cendikia, Serpong, Selasa, (7/1/2013).

Mathodah menjelaskan, berdasarkan hasil inventarisir pihaknya terhadap sekolah yang diperbaiki. Hingga kini dari 19 titik lokasi masih ada delapan bangunan SD Negeri dan satu SMK Negeri yang perbaikannya belum rampung.

Saat ditanyakan kontraktor mana saja yang belum merampungkan pekerjaan perbaikan sekolah, Mathodah mengaku tidak ingat dan pastinya pada perusahaan yang berbeda.

Sesuai kesepakatan dalam perjanjian setiap kontraktor yang melewati batas waktu pekerjaan dikenakan denda per hari satu perseribu dari nilai kontrak. Semua proses pekerjaan perbaikan sarana gedung sekolah, tambah Mathodah, mendapatkan pengawasan langsung dari konsultan yang disewa oleh pihaknya.

“Dana denda tentunya dimasukan ke kas daerah, bukannya masuk ke kantong pribadi kita,” tambah Mathodah.

Ia menjelaskan, ada beberapa alasan keterlambatan didalam pekerjaan perbaikan gedung sekolah. Para kontraktor mayoritas menyatakan karena faktor cuaca atau curah hujan yang belakangan terus meningkat.

Selain itu juga karena memasuki penghujung tahun lalu banyak hari libur sehingga pekerjaan menjadi tertunda. Ditambah lagi adanya sanggahan dari kontraktor terhadap proses bangunan yang dibuat.

“Mulai tahun 2013 ini semua pekerjaan perbaikan gedung sekolah kita serahkan ke Dinas Tata Kota Bangunan dan Pemukiman. Diserahkan kepada ahlinya,” tutup Mathodah.(yud)




Bappeda Ingatkan UPK Jangan Selewengkan Dana Gebrak Pakumis

Kabar6-Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang, leading sektor program Gerakan Bersama Rakyat Atasi Kawasan Padat Kumuh dan Miskin (Gebrak Pakumis), memberi peringatan keras kepada seluruh elemen yang terlibat dalam program itu, agar tidak menyelewengkan dana bantuan langsung miskin tersebut.

“Kepada UPK Jangan coba-coba selewengkan hak warga miskin,” ungkap Kepala Seksi Pembangunan Bappeda Kabupaten Tangerang, Erwin Wanandi, saat mengikuti rapat evaluasi Program Gebrak Pakumis (PGP) yang dihadiri sejumlah Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) dan Pokja PGP, di aula kantor Bappeda, Selasa (8/1/2013).

Jika bantuan tersebut tetap diselewengkan kata Erwin, maka konsekwensinya akan ditanggung oleh mereka sendiri. “Tak ada toleransi bagi mereka (UPK-red) yang menyelewengkan bantuan itu,” tegas anggota tim teknis Pokja PGP ini.

Ditempat yang sama, Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang, Edi Junaedi mengatakan, saat ini pihaknya tengah berkonsentrasi menyusun perencanaan pembangunan sekitar 700 unit rumah tak layak huni untuk tahap tiga yang bakal laksanakan pada Juni 2013 mendatang.

Anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan 700 rumah kumuh sekitar Rp8 miliar. Tahun ini, konsentrasi pembangunan berada di enam kecamatan yakni, wilayah Tengah, Utara dan Barata Kabupaten Tangerang.

“Insyaallah, pembangunan 700 rumah kumuh akan dilakukan pada Juni-September mendatang,” ucapnya.

Tahun ini lanjut Edi, ada penambahan nilai bantuan. Semula, pada tahap satu dan dua nilai bantuan yang didapat warga miskin untuk bedah rumahnya sebesar Rp5 juta/ unit rumah kumuh.

“Tahun ini, nilainya naik sekitar Rp7 jutaan. Pemkab Tangerang hanya membantu sebesar itu, karena bantuan ini merupakan program stimulan dan butuh swadaya dari penerimanya,” tuturnya.

Ditambahkan Edi, merujuk pada data yang ada, jumlah rumah tak layak huni yang tersebar di daerah ini sekitar 81 ribu unit. Hingga saat ini, baru sekitar 3 ribu rumah yang telah tertangani.

Disamping itu imbuhnya, Dinas Cipta Karya (DCK) sendiri melakukan hal yang sama dengan Bappeda. Hanya saja, program yang ditangani DCK, berupa Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tidak berbasis kawasan sebanyak 3 ribu unit rumah kumuh.

“Jadi untuk menuntaskan persoalan itu, pemkab Tangerang butuh waktu paling cepat 15 tahunan,”

Dijelaskan Edi, dalam menjalankan program itu, dirinya kerap menemui berbagai kendala seperti, buntunya komunikasi dan koordinasi akan pemahaman program antara Tim Pendamping Masyarakat (TPM), UPK, dan Kelompok Penerima Manfaat (KPM).

“Kami berharap, tahun ini PGP berjalan lancar dan tak banyak menemui kendala,” tutupnya. (din)




Busyet. Pria Ini Buah Zakarnya Seberat 45,3 Kg

Kabar6-Wesley Warren Jr,47,  pria  Los Angeles, Amerika Serikat, punya penyakit aneh dan langka memiliki buah zakar yang terus membesar. Hingga kini buah zakar pria ini memiliki bobot sebesar 45,3 kilogram .

Dilansir Tribunnews.com dari asiaone.com, pria itu bernama Wesley Warren Jr. Wesley didiagnosa menderita penyakit kantung pelir gajah. Hal ini menyusul kondisi buah zakar Wesley yang terus menerus dipenuhi cairan.

Disebutkan, kelainan kantung pelir gajah biasanya disebabkan oleh infeksi parasit yang disebarkan oleh nyamuk. Penyakit ini pun menghambat sistem limfatik tubuh. Hal ini menyebabkan pembengkakan ketika cairan terkumpul dalam jaringan.

Walau demikian, dokter yang merawatnya, tidak menemukan adanya penyakit menular di dalam darahnya. Mereka juga belum berhasil menemukan faktor penyebabnya.

Wesley menduga hal itu disebabkan saat ia tidak sengaja menendang buah zakarnya dengan kakinya sendiri ketika ia tengah tertidur di akhir 2008.

Pria berusia 47 tahun tersebut langsung merasakan sakit luar biasa, dan ketika ia terbangun keesokan harinya, ia mendapati buah zakarnya membengkak menjadi seukuran bola sepak.

Dia segera pergi ke pusat medis untuk mencari bantuan, di mana dokter mendiagnosanya mengalami infeksi. Ia pun harus meminum obat antibiotik selama dua pekan. Namun bengkak di buah zakarnya tidak juga mengempis. Ia kemudian memeriksakan dirinya ke sejumlah dokter lainnya, termasuk seorang spesialis lymphedema.

Akibat besar buah zakarnya, Wesley mengaku sulit buang air kecil dengan benar. Ia memakai peti susu dan bantal untuk menopang buah zakarnya.(sak)