1

KNPI dan Traktor Muda Golkar Bantu Korban Banjir di Kota Tangerang

Kabar6-Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Tangerang kiranya mengundang keprihatinan sesama warga diwilayah tersebut.

Tak terkecuali dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tangerang dan Traktor muda Partai Golkar.

Sebagai bentuk kepedulian, kedua ormas kepemudaan ini langsung datang kelokasi banjir dengan menyerahkan bantuan mie instan dan air mineral untuk para korban.

Penyerahan bantuan dari kedua ormas itu diserahkan langsung oleh Ketua KNPI Kota Tangerang, Ibrohim dan Ketua Traktor Muda Partai Golkar Kota Tangerang, Mustafa Kamaludin SH, M.Hum kepada para korban banjir diwilayah Perumahan Total Persada, Kecamatan Priuk.

Selain menyerahkan bantuan untuk pengungsi, kedua ormas pemuda ini menyerahkan bantuan perahu karet untuk digunakan oleh Tim SAR di lokasi banjir.

“Siapapun tidak mengharapkan adanya bencana. Tapi, bila bencana sudah terjadi, maka penderitaan para korban harus menjadi perhatian kita semua,” ujar Ibrohim, Rabu (16/1/2012).

Menurut Ibrohim, meskipun kecil, tapi bantuan apapun yang diberikan setidaknya bisa sedikit mengurangi beban dan penderitaan para korban.

Sementara, Ketua Traktor Muda Partai Golkar Kota Tangerang H. Mustafa Kamaludin SH, M.Hum mengatakan, penanganan banjir tidak akan selesai dengan rapat dan diskusi semata.

Melainkan harus ditanggulangi dengan tindakan nyata dan riil di lapangan. “Masakarat sudah terlalu capek dan lelah dalam musibah ini,” ujar Mustafa lagi.

Kedepan, baik KNPI maupun Traktor Muda Golkar mendesak pemerintah setempat untuk bisa mengambil langkah nyata guna menanggulangi persoalan banjir diwilayah tersebut.(rani/arsa)

 




Sistem Layanan Masih Lambat, Airin Dicurhati Warga

Kabar6-Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany, mengakui bila sistem pelayanan kepada masyarakat ditingkat kelurahan dan kecamatan masih jauh dari harapan. Ia berjanji dalam waktu dekat segera dan telah melakukan sejumlah perbaikan mendasar.

“Saya masih menerima keluhan dari masyarakat,” ungkap Airin di gedung Joeang PGRI, Pamulang, Rabu (16/1/2016).

Keluhan yang diterimanya langsung, kata Airin, seperti pengurusan kartu identitas penduduk, akte tanah dan lain sebagainya. Misalnya, pada saat penyerahan kelengkap dokumen. pemohon menyerahkan kepada A.

Namun, pada dilain waktu warga bertemunya dengan pegawai B dan terpaksa terpaksa harus menyerahkan dokumen ulang. Kondisi tersebut selain mempersulit masyarakat juga tidak efektif.

“Saya sudah membuat prosedur layanan ambang batas maksimal. Mulai tahun ini sudah siap diterapkan karena draft SOP (Standar Operasional Pelayanan) pekan depan dipresentasikan,” kata Airin.

Nantinya seluruh kantor layanan di kelurahan dan kecamatan akan tersedia loket-loket. Menurut Airin, peruntukan setiap loket akan berbeda dan masyarakat yang datang memperoleh nomor antrean.

“Nantinya setiap kantor kelurahan dan kecamatan seperti Bank. Standar layanan batas maksimal ini sudah diatur di Permendagri Nomor 52 Tahun 2011 tentang SOP Pelayanan Terpadu,” jelasnya.

Perubahan dan perombakan nyatanya bukan hanya perbaikan sistem layanan ke masyarakat saja. Airin menambahkan sarana dan prasarana gedung pelayanan kelurahan dan kecamatan juga sudah banyak yang diperbaiki.

Pada tahun 2013 ini Pemerintah Kota Tangsel akan merenovasi sebanyak delapan kantor. Sebab, mayoritas kondisi kantor-kantor tersebut sebelumnya sudah tak lagi representatif.  

Selain letak gedungnya sebagian berada diatas lahan milik warga selaku ahli waris dan tanah desa.Seluruh gedung yang telah dan akan direnovasi berdiri sudah terlalu lama dan kondisinya telah usang.

Ditambah lagi, ujar Airin, jumlah dan luas setiap ruang pelayanan masih sangat terbatas. Sehingga menurutnya harus diperbaiki demi peningkatan pelayanan ke masyarakat.

“Kalau gedung sudah dibangun dan standar pelayanan dibuat maka kedepannya tidak ada lagi yang lambat,” pesan Airin dihadapan  sejumlah camat dan lurah.(yud)

 




Satpol PP Tangsel Bidik Tempat Karaoke dan SPA di Alam Sutera

Kabar6-Maraknya praktek protitusi terselubung berlabel tempat Karaoke dan SPA di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) membuat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat geram.

Pasalnya, selain menganggu kenyamanan warga, praktek protitusiterselubung itupun bertentangan dengan motto Kota Tangsel religius.

Satpol PP Kota Tangsel pun berjanji akan melakukan razia tempat karaoke dan SPA di wilayah Alam Sutera yang disinyalir disalahgunakan untuk prostitusi.

Kepala Satuan Satpol PP Kota Tangsel H. Sukanta mengatakan, razia rutin yang dilakukan Satpol PP merupakan bentuk pengawasan ketat dalam menegakkan perwal kota.

“Mengenai razia di tempat karaoke dan SPA menjadi prioritas kami. Jika penyalahgunaan izin oleh pihak manapun di daerah Kota Tangsel tidak akan kami totelir” katanya kepada kabar6.com, Rabu (16/1/2013).

Ia menambahkan, untuk SPA yang berada di Alam Sutera, Pihaknya mensinyalir SPA tersebut selalu tertutup dan tidak terbuka seperti SPA lainnya.

“Seharusnya SPA itu terbuka tapi ini malah tertutup. Namun kami akan menyelidiki lebih dalam keberadaan SPA tersebut dan akan melakukan razia dalam waktu dekat,” ujarnya.

Lanjut Sukanta, tidak hanya usaha SPA saja yang menjadi target kami. Tempat karaoke di Alam Sutera juga akan menjadi target Satpol PP untuk diperiksa perizinannya apakah menyalahi aturan atau tidak.

“Jika salah satu persyaratan perizinan beroperasi tidak dimiliki, usaha tersebut akan ditutup,”tegasnya.

Untuk menutup tempat karaoke dan SPA yang menyalahi aturan tersebut, kata Sukanta, pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Badan Pelayan Perizinan terpadu(BP2T) Kota Tangsel apakah tempat hiburan dan SPA tersebut memiliki izin atau tidak.

“Kita berkoordinasi dahulu dengan BP2T terkait izin usahanya,” ungkapnya.

Menurutnya, saat ini Satpol PP sudah mengatur jadwal razia rutin untuk mengawasi sektor ekonomi tersebut. “Kita setiap sabtu selalu rutin melakukan razia protitusi,” katanya. (Evan)




MUI Tangsel Harus Mampu Jadi “Susu” Ditengah Masyarakat

Kabar6-Sebagai lembaga tempat berkumpulnya para alim ulama dan tokoh agama peranan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sangat strategis. Pun menentukan jatidiri suatu daerah, apalagi telah menyandang motto sebagai kota religius.

Demikian disampaikan Ketua MUI Kota Tangerang Selatan, KH Saidih, dalam acara penyerahan dan bantuan 2013 dari pemerintah daerah setempat. “Seperti lampu yang bisa menerangi masyarakat. Jadilah minuman susu ditengah-tengah masyarakat,” ungkapnya, Senin (16/1/2013).

Konotasi susu menurutnya mengandung makna suci dan positif ditengah masyarakat. Ia mengajak kepada seluruh para alim ulama dan tokoh agama di Kota Tangsel ini pandai membaca lahiriah dan batiniah. MUI harus

“Susu kalau dicampur kopi menjadi kopi susu, kalau dicampur jahe jadi susu jahe. MUI harus bisa menempatkan diri di segala lapisan masyarakat,” ujar KH Saidih

Dalam setiap interaksi sosial dan keagamaan itu tentunya harus sesuai dengan syariat dan pedoman dalam agama Islam. Tokoh agama, pejabat publik, tambah KH Saidih, biasanya selalu dijadikan panutan oleh masyarakat sekitar.

Oleh karena itu hendaknya tokoh dan pejabat harus mampu menjaga sikap, perkataan dan perbuatannya. Dia menyesalkan atas sikap dan ucapan calon hakim agung M Daming Sunusi, ketika menjalani tes uji kepatutan dan kelayakan (fit and propher test) di Komisi III DPR-RI.

“Kenapa sekalian aja dia (Damin) bilang pelaku pemerkosaan ga akan dihukum asalkan nggak goyang-goyang dan berisik,” sindir KH Saidih dengan gaya bercanda.

“Tidak pantas pejabat tinggi negara mengucap seperti itu” tambahnya.(yud)




MUI Tangsel “Diguyur” Bantuan Rp 600 Juta

Kabar6-Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany,  menyerahkan bantuan dana bantuan tahun 2013 kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat sebesar Rp 600 juta.

Kebijakan ini diberikan untuk kelancaran operasional lembaga tersebut dalam mensyiarkan dakwah. Apalagi daerah pemekaran ini menyandang motto sebagai kota religius

“Sebenarnya tanpa diberikan bantuan juga saya yakni MUI Kota Tangerang Selatan bisa melaksanakan tugas untuk umat,” ungkap Airin, Senin (16/1/2013).

Meski begitu, menurut Airin, memberikan dana bantuan ini sudah menjadi kewajiban pemerintah. Sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 32 Tahun 2011 tentang Pedoman.

Ditambah lagi adanya payung hukum Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 92 Tahun tentang Penyaluran Hibah dan Bantuan Sosial. Ia berharap, kedepannya peranan MUI Kota Tangerang Selatan dapat lebih bersinergi dan ditingkatkan.

“Saya berharap manfaat MUI dapat terus ditambah sebagai lembaga penyejuk masyarakat dan menjadi tempat konsultasi keagamaan.” harap Airin.

Sebelumnya, Ketua MUI Kota Tangsel, KH Saidih, menambahkan, dana bantuan yang diberikan tersebut merupakan amanat dan para pengurus harus dapat mempertanggung jawabkan untuk kepentingan umat.

MUI tingkat kecamatan menurutnya akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 12,5 juta dan ditingkat kelurahan masing-masing memperoleh sebanyak Rp 2,5 juta.

Menurutnya, alokasi dana tersebut paling banyak tersedot untuk kegiatan keagamaan seperti peringatan hari besar Islam dan pengajian rutin bulanan.

“Bantuan ini harus disisihkan. Untuk membantu saudara-saudara kita yang menjadi korban banjir,” pesan KH Saidih, dihadapan para pengurus MUI Kota Tangerang.(yud)

 




Penyelundupan Narkotika Senilai Rp. 4 Milliar Digagalkan

Kabar6-Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta (BSH) mengagalkan upaya penyuludupan methamphetamine seberat 2.980 gram dengan estimasi nilai barang sekitar Rp. 4.023.000.000 .

Kepala Bea dan Cukai BSH, Okto Irianto mengatakan, ribuan gram methamphetamine asal India itu sedianya akan dikirim ke daerah Wonosobo, Jawa Tengah melalui perusahaan jasa pengiriman barang. 

“Untuk mengelabui petugas, pengirim sengaja mengemas barang haram tersebut dalam 18 buah engine piston. Beruntung petugas jeli, hingga keberadaan barang terlarang itu bisa diketahui,” ujar Okto Irianto.

Sukses menegah barang terlarang itu, petugas kemudian melanjutkan penyidikan dengan menelusuri alamat penerima paket kiriman. Dan hasilnya, penerima barang yang diketahui adalah seorang perempuan berinisial N, berhasil diamankan.

“Untuk pengusutan lebih lanjut, tersangka dan barang buktinya selanjutnya diserahkan kepada penyidik Badan Narkotika Nasional (BNN),” ujar Okto lagi.

Atas perbuatan melawan hukum tersebut, tersangka N bisa dijerat dengan pasal 113 ayat 1 dan 2 UU No.35 tahun 2009, tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara 15 tahun.(Ali)




Warga Korban Banjir di Tangerang Mulai Terserang Penyakit

Kabar6-Warga korban banjir di sejumlah wilayah Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai terserang aneka penyakit. Mulai dari gatal-gatal, demam hingga ispa.

Di Kota Tangerang, serangan penyakit menghinggapi sejumlah warga korban banjir di Perumahan Ciledug Indah. Umumnya, korban banjir yang terserang adalah anak balita dan orang tua (lansia).

Petugas Puskesmas Pedurenan, dr Dea yang diperbantukan di posko banjir Ciledug Indah mengaku, peningkatan jumlah warga yang terserang penyakit bisa dilihat dari 3 posko banjir yang ada dikawasan itu.

“Sudah ratusan warga korban banjir yang terserang penyakit gatal, ispa dan demam. Sejauh ini, warga hanya diberi obat-obatan generik, sebagaimana yang disiapkan oleh pihak Dinas Kesehatan setempat,” ujar dr Dea. 

Sedangkan di kawasan Perumahan Total Persada, Kecamatan Periuk, warga korban banjir justru mengeluhkan tidak adanya posko kesehatan untuk warga korban banjir.

“Sampai sekarang, tidak ada posko kesehatan untuk warga korban banjir disini. Parahnya, puskesmas setempat yang seharusnya bisa menjadi rujukan, justru tidak beroperasi,” ujar Agus, salah seorang warga korban banjir di Perumahan Total Persada.

Agus berharap, pemerintah setempat bisa lebih sigap dan tanggap dalama menghadapi bencana banjir yang terjadi seperti sekarang. Hingga, tidak menyulitkan warga yang justru sudah menjadi korban banjir.

Sementara diwilayah Tangsel, warga korban banjir yang terserang penyakit berada dikawasan kompleks Maharta dan Pondok Kacang Prima.

“Banjir diwilayah ini semakin parah. Sebagian besar warga juga mulai terserang penyakit gatal-gatal. Saya berharap pemerintah mau perduli dengan keadaan kami disini,” ujar Tia, salah seorang warga korban banjir di Pondok Kacang Prima.(rani/ali/turnya)




Banjir Belum Surut, Sejumlah Akses Jalan di Tangerang Terputus

Kabar6-Dua hari berlangsung, namun banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) hingga Rabu (16/1/2013) siang, masih belum surut.

Sebaliknya, meski curah hujan mulai berkurang, luapan air justru semakin meluas. Tak hanya menggenangi rumah warga, saat ini banjir juga memutus sejumlah akses jalan di dua wilayah tersebut.

Pantauan kabar6.com di Kota Tangerang, banjir yang terjadi memutus akses di ruas Jalan KH Hasyim Ashari, Kecamatan Ciledug.

Ketinggian air banjir yang masih mencapai 50 centimeter, mengakibatkan ruas jalan tersebut tidak bisa dilalui oleh kenderaan roda 2 maupun roda 4.

Alhasil, kemacetanpun poanjangpun tak dapat dielakkan. Tak sedikit pula kenderaan yang harus mogok karena nekat menerobos arus banjir.

Sementara di Kota Tangsel, arus banjir memutus akses di Jalan Graha Raya Kayu Gede, Kelurahan Paku Jaya, Kecamatan Serpong Utara (Serut).

Ketinggian air banjir yang mencapai 60 centimeter, mengakibatkan akses dari wilayah Ciledug, Kota Tangerang menuju Serpong, Tangsel, tidak bisa dilalui.(rani/arsa/ali/turnya)




Waspadai 7 Penyakit Yang Sering Menyerang di Musim Hujan

Kabar6=Musim hujan tiba maka beberapa penyakit pun akan tiba juga bila lingkungan tidak terjaga dengan baik dan kotor maka di musim hujan pun pastinya akan menimbulkan beberapa penyakit apa lagi jika musim hujan tiba disertai dengan banjir maka aneka penyait pun siap menyerang masyarakat nah berikut ini ada beberapa penyakit yang sering menyerang ketika musim hujan dan banjir tiba.

Mau tahu penyakit apa aja itu simak 5 Penyakit Yang Sering Menyerang di Musim Hujan berikut.

1. Leptospirosis

Dikenal juga dengan penyakit kencing tikus, penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira sp. yang ditularkan dari hewan ke manusia, dan sebaliknya. Bakteri ini dengan mudah berkembang biak pada lingkungan yang becek, berlumpur, dan kotor.

Urine (air kencing) dari individu yang terkena penyakit ini merupakan sumber utama penularan. Saat banjir, air kencing tikus terbawa melalui banjir dan dapat masuk ke tubuh manusia melalui permukaan kulit yang terluka, selaput lendir mata, dan hidung.

2. Chikunguya

Penyakit ini sudah ada sejak dulu, namun kini marak lagi setiap musim hujan. Penyakit ini disebabkan oleh virus chikunguya, juga ditularkan ke manusia oleh nyamuk Aedes aegypti.

Gejalanya demam mendadak, nyeri pada persendian terutama sendi lutut, pergelangan, jari kaki dan tangan serta tulang belakang, serta ruam (kumpulan bintik-bintik kemerahan) pada kulit.

Gejala lainnya adalah nyeri otot, sakit kepala, menggigil, kemerahan pada selaput mata, pembesaran kelenjar getah bening di bagian leher, mual, muntah, dan kadang-kadang disertai gatal pada ruam. Demamnya sering rancu dengan penyakit demam dengue, demam berdarah dengue, dan campak. Tetapi, nyeri sendi merupakan gejala yang menonjol.

3. Demam Berdarah Dangue

Pada saat musim hujan, biasanya akan terjadi peningkatan tempat indukan nyamuk aedes aegypti, yaitu nyamuk penular penyakit demam berdarah. Hal ini dikarenakan pada saat musim hujan, banyak sampah seperti kaleng bekas, ban bekas, dan tempat-tempat tertentu terisi air dan terjadi genangan selama beberapa waktu.

Genangan air itulah yang akhirnya menjadi tempat berkembang biak nyamuk tersebut. Dengan meningkatnya populasi nyamuk sebagai penular penyakit, risiko terjadinya penularan juga semakin meningkat.

4. Diare

Diare sangat erat kaitannya dengan kebersihan individu (personal hygiene). Pada musim hujan dengan curah hujan yang tinggi, potensi banjir meningkat. Pada saat banjir, sumber-sumber air minum masyarakat, khususnya sumber air minum dari sumur dangkal, akan ikut tercemar.

Di samping itu, pada saat banjir biasanya akan terjadi pengungsian dengan fasilitas dan sarana serba terbatas, termasuk ketersediaan air bersih. Itu semua menjadi potensial menimbulkan penyakit diare disertai penularan yang cepat.

5. ISPA

Penyebab ISPA (infeksi saluran pernapasan atas) dapat berupa bakteri, virus, dan berbagai mikroba lainnya. Gejala utama dapat berupa batuk dan demam. Jika berat, dapat atau mungkin disertai sesak napas, nyeri dada, dan lain-lain.

Penanganannya: Istirahat; pengobatan simtomatis sesuai gejala, dan mungkin diperlukan pengobatan kausal untuk mengatasi penyebab; meningkatkan daya tahan tubuh; dan mencegah penularan terhadap orang sekitar (misalnya dengan menutup mulut ketika batuk, tidak meludah sembarangan). Faktor berkumpulnya banyak orang misalnya di tempat pengungsian korban banjir juga berperan dalam penularan ISPA.

Nah itulah beberapa penyakit yang sering menyerang ketika musim hujan dan banjir datang.(On The Spot/sak)




Jembatan Sungai Ciujung Terputus, Warga Manfaatkan Perahu Tagana

Kabar6-Warga Kecamatan Kalanganyar dan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten akhirnya bernafas lega. Aktivitas di dua kecamatan itu kini tak lagi terganggu.

Pasalnya, jembatan gantung yang rusak akibat meluapnya Sungai Ciujung kini tengah diperbaiki oleh pemerintah daerah setempat.

Warga dan anak-anak yang ingin berangkat sekolah tak lagi bersusah payah untuk bisa menuju dua kecamatan yang dipisahkan Sungai Ciujung tersebut.

Itu semua karena keberadaan relawan Tagana Banten dilokasi. Sambil menunggu hadirnya jembatan baru, warga dan anak-anak pun bisa memanfaatkan perahu karet yang disediakan Tagana Banten.

Seperti yang terlihat sepanjang Selasa (15/1/2013), para relawan Tagana Banten ini tak lelah membantu warga dan anak-anak di dua kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten untuk menyeberang.

Kehadiran relawan Tagana Banten itu tentu saja sangat membantu warga sekitar. Secara bergantian, mereka dengan setia menunggu perahu karet untuk menyebrangi Sungai Cijung yang saat ini tengah meluap akibat cuaca ekstrim yang terjadi.

Dedy (30), warga Kecamatan Kalanganyar mengatakan, kehadiran perahu karet milik Tagana Banten di sepanjang Sungai Ciujung itu, sangat membantu warga dalam beraktifitas, terlebih saat banjir seperti sekarang.

Bapak dua anak itu pun tak lagi berjalan sejauh 5 KM untuk bisa menuju Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten.

“Perahu karet Tagana Banten cukup membantu warga menyebrangi Sungai Ciujung. Sehingga kami tak lagi bersusah payah untuk bisa menuju Kecamatan yang ada diseberang Sungai Ciujung,” kata Dedy ketika ditemui Kabar6.com ketika memanfaatkan perahu karet Tagana Banten.

Ketua Tagana Banten, H. Andhika Hazrumy, merasa senang jika kehadiran puluhan relawan yang tergabung dalam Tagana Banten ternyata bisa bermanfaat bagi warga sekitar.

Saat ini, penyebrangan perahu karet milik Tagana Banten itu bisa digunakan sebagai sarana transportasi bagi warga sekitar untuk menjalankan aktifitas sehari-hari.

Tak hanya mengangkut warga, perahu karet Tagana Banten ini juga digunakan untuk membawa para pelajar generasi muda Banten untuk menuntut ilmu.

“Sambil menunggu jembatan baru selesai diperbaiki, warga dan pelajar bisa memanfaatkan perahu karet Tagana Banten untuk digunakan sebagai alat tranportasi warga untuk menyebrangi sungai,” ungkap Andhika sambil mengusapkan air mata karena terharu Tagana Banten yang dipimpinnya itu bermanfaat bagi warga sekitar.(Rani)