1

Ditangkap Polisi, 8 Mahasiswa Unpam Terancam Dikeluarkan

Kabar6-Pihak Universitas Pamulang (Unpam) Kota Tangerang Selatan, masih menunggu proses hukum yang masih berlangsung. Terkait status sejumlah mahasiswa yang ditangkap oleh aparat kepolisian dalam insiden bentrokan kemarin.

Demikian disampaikan Rektor Unpam, Dayat Hidayat, di Gaplek, Pamulang, Jum’at (19/10/2012). “Tentu kami akan mengikuti perkembangan dari pihak keamanan,” kata Dayat, menjawab pertanyaan Kabar6.com.

Ia mengutarakan, bukan kewenangan akademik ikut mencampuri proses hukum yang masih memeriksa mahasiswa terduga provokator bentrokan.

Pihak kampus baru akan mengambil langkah tegas terhadap para mahasiswa yang telah ditetapkan sebagai tersangka usai putusan hukum dijatuhkan.

Pascapemeriksaan terhadap para tersangka dari delapan mahasiswa itu, ujar Dayat, nantinya akan diketahui keterlibatan dan peranan mereka.

Kesimpulan dari ketetapan hukum itu nantinya dapat diambil langkah tegas, apakah dikeluarkan atau masih diberikan kesempatan melanjutkan pendidikan di Unpas usai menjalani hukuman.

“Kalau akademik kita tidak akan masuk-masuk ke kamar (kewenangan) orang. Nanti ada yang tidak pas,” terangnya.

Sesuai dengan peraturan, setiap mahasiswa hanya diberikan kesempatan menjalani cuti kuliah selama dua semester atau setahun lamanya.

Seperti diberikan sebelumnya, dari 10 orang yang ditangkap atas sangkaan provokator bentrokan, dua diantaranya, yaitu YD dan IL diketahui bukan berstatus sebagai mahasiswa Unpam.

“YD diketahui telah lulus kuliah, sedangkan IL telah dikeluarkan (drop out) pihak kampus karena sering bolos kuliah,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Hermawan.

Ketika akan ditangkap petugas, mereka sempat memberikan perlawanan dengan menggunakan helm untuk memukul.

Petugas berhasil menemukan dan menyita barang bukti sebilah pisau lipat yang dibawa salah satu terduga dalang aksi penolakan kedatangan Wakapolri Komjen Nanan Sukarna.

“Mereka ini memang yang menjadi dalang dalam aksi penolakan berujung pengrusakan. Terutama YD dan IL dianggap sebagai pentolan mahasiswa dan keduanya masih memanfaatkan kampus untuk menunjukan eksistensinya,” terang Hermawan.

Sesuai dengan Perkap 01 Tahun 2010 tentang menganggu ketertiban dan pengrusakan fasilitas umum, lanjut Hermawan, para terduga provokator ini dapat dikenakan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dan pasal 221 karena melawan petugas, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Dayat menambahkan, pihaknya juga telah menengok dua orang mahasiswa yang kini menjalani perawatan di RSUD Kota Tangerang Selatan.

Namun, pihaknya tak tahu apakah proyektil yang bersarang di perut mahasiswa bernama Fery Irawan merupakan peluru tajam atau bukan.

“Belum tahu apa yang ada. Apa anak ayam atau anak kambing kami belum tahu. Apa peluru, kalau saya dokter sudah saya ambil dari kemarin” ketusnya.(yud)




Rektor Unpam Bantah Penggerak Kerusuhan dari Mahasiswa

Kabar6-Rektor Universitas Pamulang (Unpam), Dayat Hidayat membantah jika pengerak kerusuhan dalam aksi penolakan kedatangan Wakil Kepala Polri ke kampus itu Kamis 18 Oktober 2012 adalah mahasiswa Universitas Pamulang.

“Saya nyatakan penggerak aksi  bukan mahasiswa Unpam,” katanya usai rapat evaluasi dengan Polres Jakarta Selatan, tokoh masyarakat di Pamulang, Jum’at 19 Oktober 2012.

Hidayat menegaskan, demonstrasi tersebut digalang oleh orang-orang yang berasal dari luar kampus. Mereka adalah para alumni Unpam yang sudah tidak aktif lagi dikampus itu.

“Semestinya mereka sudah melalangbuana mengejar karir, tapi saya prihatin sampai saat ini mereka masih berkeliaran disekitar kampus,” katanya dengan nada sesal.

Menurut Hidayat, dari 10 orang yang ditangkap dan kini ditahan di Polda Metrojaya sebagian besar adalah alumni Unpam. Kendati demikian ada juga mahasiswa yang masih aktif. “Mahasiswa kami hanya diajak dan terprovokasi,” katanya.

Ia menyebutkan nama Yudi Rojali dan Ilham yang merupakan dalang dari aksi yang berujung bentrok dengan polisi ketika menolak Wakapolri yang menjadi pembicara di seminar yang diselenggarakan universitas tersebut.

Terkait dengan proses hukum yang kini sedang berjalan, Hidayat menyerahkan semua penanganan ke 10 orang itu kepada polisi. “Karena itu bukan kewenangan kami,” katanya.

Pasca kerusuhan kemarin, ia melanjutkan, pihak universitas telah meliburkan perkuliahan terhitung sejak kemarin hingga hari ini. “Besok akan kembali normal,” kata dia.

Kapolres Jakarta Selatan Komisaris Besar Wahyu Hadiningrat menegaskan ke 10 orang yang ditangkap tersebut kini dalam proses pemeriksaan di Polda Metrojaya.
Ia juga belum mau menyebutkan status 10 mahasiswa tersebut, dengan dalih merupakan kewenangan Polda Metro Jaya. “Coba cek saja ke Polda,” katanya.

Adapun 9 dari 10 mahasiswa yang ditangkap tersebut adalah Boma dari Fakultas hukum, Yudi Rojali fakultas hukum, Rian dari fakultas tehnik, ka dari tehnik, Nurkholis dari tehnik, eman dari FKIP, Ilham dari hukum, Mega Pradipta  dari hukum dan Eko dari ekonomi.(ras)




RSUD Tangsel Dituding Tidak Terbuka Jelaskan Hasil Operasi Ferry

Kabar6-Pihak Humas Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam) sangat menyayangkan ketidakterbukaan pihak dari RSUD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terkait operasi Ferri Irawan yang terluka tembak dalam bentrokan mahasiswa dengan pihak kepolisian.

“Kami sangat menyayangkan sikap dari RSUD Tangsel yang tidak terbuka terkait operasi Ferry Irawan. Padahal, pihak rumah sakit bilang kalau Ferri belum menjalankan operasi pengangkatan proyektil,” ungkap Ayu, perwakilan Humas Keluarga Besar Mahasiswa Unpam saat ditemui jumpa pers di depan rumah sakit umum daerah Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (19/10).

Ayu mengatakan, kejanggalan tersebut bermula ketika Ferri Irawan menjalankan operasi Pukul 08.00 wib dan selesai Pukul 14.00 WIB. Namun, ketika akan dilakukan operasi, ada 5 anggota polisi tanpa seragam lengkap masuk ke ruang operasi.

Ayu juga sempat mempertanyakan data terkait proyektil yang diangkat tim medis dari tubuh Ferry, namun hingga kini pihak rumah sakit tidak memberikan data dimaksud. Padahal pihak kepolisian sudah mendapatkan hasil dari operasi tersebut.

“Ini yang kami sayangkan. KArena sikap RSUD tidak terbuka soal operasi Ferry Irawan,” ungkapnya.

Sementara, Koordinator Kontras Aris Azhar juga menyayangkan tindakan yang dilakukan pihak kepolisian dalam menangani aksi unjuk rasa mahasiswa.

Padahal, aksi mahasiswa merupakan bentuk dari ekpresi pemuda terhadap dinamika demokrasi yang terjadi saat ini.

Aris mengatakan, dari aksi tersebut terbukti bahwa polisi hingga kini masih belum bisa merubah sikapnya yang arogansi. Padahal selama ini sudah cuklup anyak masyarakat yang mengecam tindakan anakris kepolisian.

“Masih terlihat banyak kekerasan yang dilakukan polisi dalam menjalankan tugasnya menjaga keamanan saat aksi unjuk rasa terjadi,” ungkapnya.

Aris juga mengatakan, bahwa proses pengamanan ke sepuluh mahasiswa Unpam pasca bentrokan yang terjadi, sudah bermasalah. Pasalnya, penangkapan dilakukan pada malam hari.

“Saat ini kami masih melakukan kordinasi dengan pihak mahasiswa. Dan, sampai sejauh ini kami baru dimintai tolong oleh salah satu keluarga mahasiswa yang menjadi korban, yakni Mega Pradipta, untuk melakukan pendampingan dan bantuan hukum,” ungkapnya.(Evan)

 




Penetapan Empat Cabup Tangerang Terkesan Ditutup-tutupi

Kabar6-Rapat pleno penetapan empat pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Tangerang untuk periode 2013-2018 yang dilakukan KPU setempat, terkesan ditutup-tutupi. Pasalnya, rapat pleno itu digelar para komisioner KPU pada malam hari.

“Ada apa ini. Kenapa rapat pleno penetapan Pasangan Calon (Paslon) dilakukan malam hari. Saya rasa ada yang gak beres di lembaga itu,” ungkap Ketua Umum LSM Barisan Independen Anti Korupsi (BIAK), Toni, kepada Kabar6.com, Jum’at (19/10/2012).

Ditambahkan Toni, pihaknya menduga ada permainan yang dilakukan KPU terhadap salah satu Paslon. Sebab, salah satu Paslon tersebut, saat ini tengah menjadi sorotan publik, lantaran digugat oleh partai pengusungnya.

“Kami prihatin melihat kinerja KPU sekarang ini. Kami pantau dari awal memang banyak yang tidak beres,” ujar Toni.

Terpisah, Anggota KPU Kabupaten Tangerang, Ade Awaluddin mengatakan, KPU Kabupaten Tangerang telah menetapkan keempat Paslon yakni, A. Zaki Iskandar-Hermansyah, Achmad Suwandhi-Muhlis, Aden Abdul Khaliq-Suryana dan Ahmad Subadri-Aufar Sadat Hutapea.

Namun, pihaknya tidak menjelaskan kapan waktu dan tempat rapat pleno penetapan keempat Paslon itu dilakukan.

“Iya tetap empat Paslon,” kata Ade, kepada Kabar6.com, melalui Blackberry Massanger (BBM) yang dikirim Jum’at, (19/10/2012).

Pertanyaan selanjutnya dikirim wartawan media ini, terkait bagaimana dengan Paslon Aden Abdul Khaliq-Suryana yang sebelumnya disoal oleh Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI) dan apakah persoalannya sudah clear?, Ade tak meresponnya.(din)

 




Peringati HUT ke 48 & Hari Sumpah Pemuda, Golkar Gelar Kirab Sepeda II

Kabar6-Dalam rangkaian peringatan HUT ke-48 yang bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda ke-84, DPD Partai Golkar Kota Tangerang menggelar Kirab Sepeda ke II bertema “Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa, Ragam Karya”, Jumat (19/10/2012).

Liputan : Ary Arsa

Tidak hanya melibatkan simpatisan dan kader Partai Golkar semata, Kirab Sepeda kali ini kiranya juga melibatkan 30 atlit sepeda sebagai peserta, termasuk atlit sepeda lawas asal Kota Tangerang, Suwartan (49).

Sedangkan rute Kirab Sepeda kali ini dimulai dari kawasan Palem Semi, Karawaci – Jalan Imam Bonjol – Jalan KS Tubun, Jalan Otista – Jalan Daan Mogot – hingga berakhir di kawasan Warung Gantung yang merupakan perbatasan wilayah Kota Tangerang dengan DKI Jakarta.

Ketua DPD Partai Golkar Kota Tangerang, H. Abdul Syukur yang turut serta dalam Kirab Sepeda tersebut menghimbau kepada seluruh kader Partai Golkar, untuk selalu mengingat dan mentauladani semangat Pemuda Indonesia yang telah berjuang demi NKRI.

“Karena HUT Partai Golkar ini berdekatan dengan Hari Sumpah Pemuda, maka mari kita bersama-sama menjadikan moment ini untuk lebih semangat membangun Kota Tangerang yang kita cintai ini,” ujar anggota DPRD Provinsi Banten itu lagi.

Sementara, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Tangerang, Kuswarsa yang turut serta dalam Kirab Sepeda tersebut mengatakan, selain membangun semangat pemuda, acara tersebut juga sekaligus menjadi ajang silaturahmi sesama kader Partai Golkar.

“Banyak manfaat yang bisa kita petik dari rangkaian acara HUT Partai Golkar dan peringatan Hari Sumpah Pemuda lewat Kirab Sepeda ke II kali ini. Selain sehat berolahraga, moment ini juga bisa menjadi ajang silaturahmi sesama kader partai sekaligus memabangun semangat kepemudaan,” kata KUswarsa.(tom migran)




Disporabudpar dan Mahasiswa Gelar Dialog Kepemudaan

Kabar6-Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata(Disporabudpar) Kabupaten Tangerang, bersama mahasiswa yang  tergabung dalam Forum Himpunan Mahasiswa Tangerang (Himata) menggelar dialog kepemudaan di kawasan Citra Raya, Cikupa, Jum’at (19/10/2012).

Acara yang bertajuk “Menggagas kebersamaan dan keberagaman maju ke pemimpin yang paripurna” ini, dihadiri Kepala Bidang Pemuda Disporabudpar, Iratmoko, anggota KPU Kabupaten Tangerang, Ade Awaluddin, Sekretaris KNPI Kabupaten Tangerang, Zainal Abidin, Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang, Memed Chumaedi, dan ratusan mahasiswa dari berbagai Universitas di daerah itu.

Kabid Pemuda Iratmoko mengatakan, berkecimpung dalam organisasi itu sangat penting bagi mahasiswa. Namun, jangan sampai mengabaikan tugas pokoknya, yakni belajar atau menimba ilmu pengetahuan.

“Berorganisasi itu penting, tapi jangan melupakan tugas utamanya,” ungkap Iratmoko, kepada wartawan usai menhadiri acara tersebut.

Berorganisasi lanjut Iratmoko, hanya sebagai ajang untuk menambah wawasan dan pengetahuan dalam menempa kepribadian dalam diri seseorang.

“Sekali lagi, saya berharap kepada mahasiswa jangan mengabaikan tugas pokoknya,” ujarnya.

Terpisah, Sekretaris Forum Himata El Jaelani menjelaskan, pihaknya mengaku bangga dengan suksesnya kegiatan tersebut. Dirinya, menginginkan kegiatan seperti ini harus lebih ditingkatkan lagi, karena banyak manfaat yang dipetik.

“Terutama nilai kebersamaan dan wawasan. Kegiatan kayak gini sangat bermanfaat bagi kami. Kalau bisa sih lebih di tingkatkan lagi,” katanya.(din)




Diduga Korban Pembunuhan, Bocah Ditemukan Tewas di Dalam Kotak

Kabar6- Bocah balita ditemukan tewas di dalam kotak perkakas di kamar mandi rumah kontrakan tetangga di Desa Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Jum’at (19/10) siang.

Diperoleh keterangan,Fauzi ,4, dinyatakan hilang sejak Kamis (18/10) pukul 09:00. Korban diketahui keluar rumah untuk membeli jajanan, namun tak kunjung kembali. Keluarga bersama warga sempat mencari korban, namun Fauzi tidak ditemukan.

Petugas Reskrim Polres Serang dan Polsek Kasemen masih menyelidiki penyebab kematian bungsu dari dua bersaudara pasangan Hajizi dan Juhariah ini. Keluarga korban menduga Fauzi dibunuh.

Mayat korban pertama kali ditemukan  Dedeh, 37, tetangga korban  di dalam kotak perkakas saat akan mandi. Karena takut, penemuan mayat itu kemudian dilaporkan kepada warga setempat. Bersama warga kotak perkakas dibuka ternyata di dalamnya mayat Fauzi. Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Mapolsek Kasemen.

Polres Serang setelah melakukan oloah TKP lalu membawa jenazah Fauzi  ke Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Serang untuk dilakukan otopsi. Menurut polisi, kematian korban akibat kehabisan oksigen.

Orang tua korban Hajizi  meminta  polisi mengungkap dengan jelas terhadap kematian anaknya itu. “?Tidak mungkin anak saya masuk sendiri dalam kotak tersebut,” ujar Hajizi. (pk/sak)

 




Hujan Angin Landa Tangsel, 1 Pohon & 13 Reklame Roboh

Kabar6-Hujan lebat yang turun disertai angin kencang pada Jumat (19/10/2012) siang, menumbangkan pohon besar di depan Komplek Bukit Pamulang Indah (BPI). Pohon yang melintang di tengah jalan itu, sebabkan kemacetan sepanjang 5 kilometer dan baru berlalu setelah 2 jam.

Pantauan di lokasi kejadian, hujan yang turun cukup deras menghempaskan pepohonan kecil dan besar. Bahkan, pohon besar di depan komplek BPI ikut tumbang. Beruntung tidak ada pengguna jalan yang tertimpa runtuhan pohon. “Pohon tumbang saat hujan besar,” ucap Yusuf, warga setempat.

Melihat kemacetan panjang akibat pohon tumbang, polisi dari Mapolsek Pamulang langsung melakukan penertiban lalulintas. Dengan susah payah, polisi dibantu warga memotong dahan-dahan pohon untuk membuka jalan dengan gergaji pohon.

“Macet sampai depan bunderan, kira-kira 5 kilo. Ini kami berusaha membuka jalan dengan memotong dahan pohon. Kemacetannya memang cukup parah,” jelas salah seorang petugas berseragam polisi yang langsung pergi mengatur lalulintas. Sedangkan kemacetan baru bisa terurai setelah evakuasi selama dua jam dilakukan.

Di lokasi terpisah, tepatnya di sepanjang jalan Siliwangi, Kecamatan Pamulang, sedikitnya 13 papan reklame milik Sulisindo Advertising juga tumbang lantaran diterjang angin kencang. Reklame tumbang diduga disebabkan lemahnya tiang penyangga reklame.

Bukan hanya itu, di pertokoan bunderan Pamulang, reklame besar, plapon toko dan atap sejumlah ruko ikut berterbangan, serta tumbang. “Iya ini, angin kenceng banget. Itu reklame sama atap ruko pada roboh. Saya juga kaget, soalnya markir mobil di sini,” ucap Uci, sopir angkot di bunderan Pamulang.(Iqmar)




Toko Furnitur Terbakar, 2 Orang Terjebak di Dalam Gedung

Kabar6-Kebakaran hebat menghanguskan sebuah toko mebel “Sumber Kencana Furniture” di Jalan Siliwangi, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (19/10), kemarin. Akibatnya, sebuah gedung yang digunakan sebagai studio musik dan warnet ludes dilalap si jago merah.

Meski kejadian berlangsung saat itu hujan deras tengah mengguyur kawasan Kecamatan Pamulang, namun kobaran api yang bersumber dari dalam toko mebel tetap tak mau mengalah. Sebaliknya, api dengan cepat membesar dan menghanguskan hampir seluruh bangunan toko beserta isinya.

Nurali, saksi mata mengatakan, saat kejadian seorang kakek gaek keluar dari dalam toko sambil berteriak. “Tolong, kebakaran, anak dan istri saya masih di lantai dua,” kata Nurali, menirukan suara pria tersebut yang keluar dari dalam toko sambil mendorong motor.

Saat itu, Nurali yang juga Komandan Regu (Danru) 9 Satpol PP Kota Tangsel itu langsung menghubungi pihak pemadam kebakaran. Dalam waktu singkat, 4 unit pemadam datang kelokasi. Sayangnya, kobaran api terlanjur membesar dan melumat aneka barang mebel yang ada di dalam gedung.

Bahkan, sebaliknya, meski guyuran hujan tetap besar, dan petugas pemadam terus memadamkan api, tetap saja tak bisa menyelamatkan barang-baran di dalam gedung. “Cepat sekali apinya. Begitu pemadam datang sudah menjalar kemana-mana,” kata Ali.

Sedangkan soal keberadaan dua orang di dalam gedung, Nurali belum bisa memastikannya. Sebab, tim pemadam masih terus memadamkan api. “Saya juga masih mencari kakek-kakek itu, setelah keluar dia tidak ada ditempat,” singkatnya.

Riyan, saksi mata lainnya menyebutkan, sesaat sebelum api membesar, lima orang pegawai toko juga berlarian keluar gedung. Mereka ketakutan dan tak mampu menyelamatkan barang-barang di dalam toko. “Ada 5 pegawai yang kerja disana, mereka juga kabur saat kebakaran terjadi,” ucap Riyan.

Sampai berita ini ditulis, petugas pemadam kebakaran, dan polisi  masih menunggu hasil pemeriksaan adanya korban di dalam peristiwa tersebut. Bahkan, sejumlah masyarakat juga turut menonton peristiwa kebakaran itu. Jalan Siliwangi pun ditutup selama proses pemadaman. (Iqmar)




Siswa SMAN 13 Deklarasi Anti Korupsi

Pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui  tangan parlemen  maupun kekisruhan antara KPK VS POLRI telah menimbulkan protes dan perlawanan yang meluas dari seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari para  aktivis sampai tokoh-tokoh masyarakat.  Perlawanan rakyat ini terjadi karena kepedulian dan kepercayaan masyarakat atas kinerja KPK dalam menegakkan hukum pemberantasan korupsi di Indonesia.

Berbagai upaya pelemahan KPK maupun perseturuan antara KPK versus POLRI  membuat ratusan siswa SMAN 13 Jakarta prihatin. Kepastian hukum di negeri ini pun terkoyak. Itu sebabnya, sebagai generasi penerus bangsa, siswa SMAN 13 Jakarta menyatakan Deklarasi Anti Korupsi, pada Jumat, 19 Oktober 2012, Pukul 13.00 s.d. 14.30 WIB, tempat halaman SMAN 13 Jakarta, Jl. Seroja No. 1 Koja Jakarta Utara sebagai berikut:

1. Mendukung tegaknya hukum dan gerakan pemberantasan korupsi di semua

institusi dan lembaga negara.

2. Prihatin dengan saling serang antar lembaga Negara  yang seharusnya menjadi

pilar bagi tegaknya demokrasi dan kepastian hukum di Negara kita tercinta ini, dan hal ini dipertontonkan dihadapan jutaan siswa yang notabene merupakan generasi muda penerus bangsa.

3. Menaruh hormat atas pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Senin, 8 Oktober 2012 yang mendukung penguatan KPK.

Kami Siswa-siswi  SMAN 13 Jakarta mendesak :

1. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk terus berkomitmen memberantas korupsi yang sudah membudaya di Republik ini, karena jika korupsi tidak ditindak tegas maka masa depan bangsa ini terancam. Mustahil mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan  selama korupsi dibiarkan dan tidak ditindak tegas dan sungguh-sungguh.

2. Mendesak seluruh lembaga dan aparat penegak hukum agar bekerja secara

sungguh-sungguh demi kepentingan bangsa dan negara, kepentingan rakyat adalah di atas segalanya bukan kepentingan perorangan maupun golongan. Berantaslah korupsi dan tegakkan hukum tanpa pandang bulu.

Selain itu, pada pukul 15.00 hari ini, kami berencana untuk menuju gedung KPK untuk bertemu dengan pimpinan KPK dan menyatakan dukungan kami langsung kepada para pimpinan KPK.

KAMI YANG MENCINTAI DAN PEDULI

PADAMU INDONESIA……..

Seluruh Siswa  SMAN 13 Jakarta

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:

Ibu Retno Listyarti

Guru SMAN 13 Jakarta

0813 8989 0613