1

Tanpa Pungutan, PPDB di Kabupaten Tangerang Lancar

Ratusan siswa memadati PPDB di SMAN 4 Tangerang.(din)

Kabar6-Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2016/2017 di Kabupaten Tangerang yang dimulai pada Senin (20/6/2016) hari ini, berjalan lancar dan kondusif.

Pantauan Kabar6.com, PPDB setingkat SMA/SMK sederajat di Kota seribu industri ini disambut antusias oleh para calon siswa baru.

Dengan didampingi orangtuanya, para siswa/siswi baru terlihat berbondong- bondong mendatangi dan memadati halaman sekolah negeri maupun swasta di daerah itu.

Antrian panjang diloket pembagian formulir pendaftaran, mewarnai PPDB hari pertama tersebut. Kondisi itu, terjadi di SMA Negeri 13 dan SMA Negeri 4 Kabupaten Tangerang.

“PPDB tahun ini akan berlangsung hingga 26 Juni mendatang. Dan, kami membuka sembilan kelas, dengan jumlah total siswa sebanyak 360 orang,” ungkap Kepala SMA Negeri 13 Kabupaten Tangerang, H. Endang Suparman, kepada Kabar6.com, diruang kerjanya siang tadi. **Baca juga: Sekolah Negri di Kabupaten Tangerang Dilarang Pungut Biaya PPDB.

Menurut Endang, pihaknya mengaku akan turun langsung memantau  proses PPDB tersebut. **Baca juga: Sekap Siswi SMP, Lesbian Disergap Polres Cilegon.

Pasalnya, sesuai Peraturan Bupati (Perbub), PPDB ini tak diperbolehkan untuk memungut biaya apapun kepada para calon siswa yang mendaftar. **Baca juga: Baru Umur 13 Tahun, Anak Kepala DKPP Tangsel “Lolos” Ujian Paket B.

“PPDB ini gratis. Proses seleksinya juga cukup ketat,” katanya.(Tim K6)




Kurir Ganja Tergiur Rp40 Juta Buat Lebaran

Pemusnahan ganja di bandara Soetta.(yud)

Kabar6-Nominal tarif yang ditawarkan untuk jasa kurir peredaran narkoba cukup besar. Hal itu menyebabkan banyak awak angkutan umum yang tergiur oleh besarnya upah sehingga mau untuk terlibat dalam bisnis barang haram.

Seperti halnya Z, supir kontainer beserta W kernetnya yang tertangkap tangan membawa 734 kilogram ganja kering. Keduanya ditugaskan membawa ganja dari Aceh menuju salah satu gudang penyimpanan di kawasan Subang, Jawa Barat.

“Sopir dan kernet yang bertugas sebagai kurir ini dijanjikan mendapat upah sebesar Rp40 juta‎,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Komisaris Besar Rikwanto, Senin (20/6/2016).

Naas, belum selesai melakoni misi haram mendistribusikan ganja Z dan W keburu ditangkap polisi. Mereka terancam tidak bisa merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarganya di kampung

Kedua ditangkap Direktorat Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri‎ di Jalan Raya Ciberes, Kecamatan Patok Beusi, Subang, Jawa Barat, dengan barang bukti truk hijau dengan nomor polisi BK 9883 MM dan 734 kilogram ganja kering siap edar.

“Upah sebesar Rp40 juta diberikan ketika kurir berhasil membawa barang sampai ke tempat tujuan,” terang Rikwanto.

Mantan Kepala Bagian Humas Polda Metro Jaya itu menambahkan, aksi yang dilakukan oleh Z dan W bukan pertama kali. Keduanya mengaku pernah melakukan tindakan serupa, mengantarkan narkoba daun kering.

Berdasarkan keterangan yang diperolehnya pula, pelaku sopir dan kenek truk tronton itu juga sudah dua kali melakukan pengantaran barang haram tersebut ke wilayah pulau Jawa. **Baca juga: Begini Modifikasi Truk Tronton Selundupkan 734 Kilo Ganja.

“Berdasarkan pengakuannya, sudah dua kali dengan ini mereka berdua mengantarkan ganja asal Aceh tersebut ke wilayah Pulau Jawa. Rencananya, upah kali ini bakal digunakan untuk keperluan lebaran, tapi gagal karena tertangkap,” tambah Rikwanto. **Baca juga: Mabes Polri Gagalkan Penyeludupan 734 Kilo Ganja Aceh.

Polisi pun langsung memusnahkan barang bukti narkotika jenis ganja sebanyak 734. Lokasi pemusnahan di Garbage Plant Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.(yud)

**Baca juga: Baru Umur 13 Tahun, Anak Kepala DKPP Tangsel “Lolos” Ujian Paket B.




Begini Makna Toleransi Bagi Rano Karno

Gubernur Banten, Rano Karno.(bbs)

Kabar6-Gubernur Banten Rano Karno mengajak warga Banten memegang teguh prinsip tasamuh atau toleransi. Menurut dia, kemajemukan merupakan fitrah yang telah ditakdirkan Allah.

“Toleransi itu kita jaga karena sadar perbedaan itu keniscayaan. Tapi ingat, toleransi itu berbeda artinya dari permisif atau sikap yang serba membolehkan apa saja,” Kata Rano ditemui di Kota Serang, Senin (20/6/2016).

Terkait kisruh penertiban warteg Ibi Saeni di Pasar Rau, beberapa waktu lalu, menurut Rano umat Islam berpuasa wajib hukumnya memaklumi non muslim yang tak berpuasa. **Baca juga: Sidak ke PIR, Titiek Soeharto: Cuma Daging Sapi yang Belum Stabil.

“Ingat, Laa ikraaha fii diin. Tidak ada paksaan dalam beragama. Kita juga memaklumi para musafir yang diberikan ruhshakh (keringanan-red) untuk tidak berpuasa, atau para ibu yang tengah menyusui, atau orang tua dan orang sakit yang memang tak cukup kuat menjalankan ibadah puasa. Itu namanya tasamuh atau bertoleransi,” ujarnya. **Baca juga: Baru Umur 13 Tahun, Anak Kepala DKPP Tangsel “Lolos” Ujian Paket B.

Namun, kata dia, yang tidak diperbolehkan itu adalah sikap permisif atau bersikap membolehkan apa saja. Contohnya, bagi mereka yang tak terkena kewajiban berpuasa tentu menjadi tak elok dan tak bijak kalau ada makan di tempat-tempat terbuka. **Baca juga: Disebut Sebagai Orang Mampu, Warteg Ibu Saeni Tutup.

“Itu bukan lagi toleransi namanya. Tapi permisif, karena Anda berpikir boleh melakukan apa saja sesuka hati Anda. Itu sudah tidak benar,” pungkasnya.(zis)




Sidak ke PIR, Titiek Soeharto: Cuma Daging Sapi yang Belum Stabil

Titiek Soeharto sidak ke Pasar Rau, Banten.(zis)

Kabar6-Dua pekan berlangsung Ramadhan, sejumlah anggota DPR RI menggelar sidak ke Pasar Induk Rau (PIR), di Kota Tangerang, Banten, Senin (20/6/2016).

Sejauh ini, anggota DPR RI menilai, dari sejumlah harga kebutuhan pokok yang melonjak, kondisi terparah hanya terjadi pada harga daging sapi.

“Kalau untuk harga-harga lainnya masih stabil. Semua para pedagang masih diangka harga seperti biasanya, cuma harga daging sapi yang tidak stabil,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI, Titiek Soeharto, saat sidakdi PIR.

Lanjut Titiek, pihaknya masih belum mampu untuk mengendalikan harga daging sapi, mengingat harga sapi hidup hingga kini masih tinggi. **Baca juga: Mabes Polri Gagalkan Penyeludupan 734 Kilo Ganja Aceh.

“Kalau saya lihat tadi, harga daging hidupnya masih tinggi, sehingga harga yang masuk di pasaran masih di atas Rp100 ribu,” jelasnya. **Baca juga: Baru Umur 13 Tahun, Anak Kepala DKPP Tangsel “Lolos” Ujian Paket B.

Dirinya pun memastikan bahwa hasil peninjauan sembako, harga sayur-mayur masih bisa ditekan hingga menjelang Idul Fitri nanti. **Baca juga: Sekap Siswi SMP, Lesbian Disergap Polres Cilegon.

“Saya kira, ini Isya Allah bisa efektif untuk menekan harga. Kalau kita lihat tadi, di Banten memang harga daging yang tidak bisa stabil,” tegasnya.(zis)




Sekap Siswi SMP, Lesbian Disergap Polres Cilegon

Polisi saat meringkus Saroh di rumah kontrakannya.(sus)

Kabar6-Saroh alias Boy (20), wanita penyuka sesama jenis alias lesby diamankan petugas Polres Cilegon, karena diduga menyekap dan mencabuli siswi SMP berinisial IS (14) selama satu pekan.

Ya, Saroh si wanita tomboy itu disergap polisi bersama orangtua korban di sebuah rumah kontrakan dibilangan Browen, Kecamatan Ciwandan.

Kanit PPA Satreskrim Polres Cilegon, Ipda Heni Panca Wati membenarkan perihal pengamanan wanita terduga penyuka sesama jenis tersebut, karena dugaan penyekapan dan tindak pelecehan seksual. **Baca juga: Sekolah Negri di Kabupaten Tangerang Dilarang Pungut Biaya PPDB.

Meski demikian, Heni belum bisa merinci kronologis pasti dibalik kasus tersebut, mengingat saat ini proses penyelidikan sedang berlangsung. Baru Umur 13 Tahun, Anak Kepala DKPP Tangsel “Lolos” Ujian Paket B.

“Kami menduga, selain penculikan dan penyekapan, korban yang masih dibawah umur juga dicabuli. Meski pelaku dan korban sesama jenis, namun bisa saja pelaku juga menggunakan alat lainnya,” ujarnya. **Baca juga: Jalan Provinsi Rusak di Tangerang Belum Diperbaiki.

Sementara, kini kondisi korban masih depresi dan akan dibawa ke Rumah Sakit untuk menjalani perawatan medis serta guna dilakukan Visum.(sus)  




Jalan Provinsi Rusak di Tangerang Belum Diperbaiki

Jalan Raya Serang yang rusak di KM 30.(shy)

Kabar6-Lebaran Idul Fitri 1437 Hijriah tinggal beberapa pekan lagi. Namun, sejumlah ruas jalan milik Provinsi Banten yang ada di Kabupaten Tangerang, masih tampak rusak.

Seperti yang terpantau kabar6.com di ruas Jalan Raya Serang KM 30, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Senin (20/6/2016).

Meski sepintas kerusakan tersebut terlihat tidak terlalu parah, namun dalam kondisi tertentu, seperti hujan deras atau pada malam hari, kerusakan di ruas jalan tersebut bisa membahayakan nyawa pengendara dan pengemudi.

Santo, salah seorang pemilik warung dikawasan jalan rusak itu mengatakan, perbaikan biasa dilakukan oleh dinas terkait pada H-10 lebaran.

“Kalau sekarang sih belum diperbaiki, biasanya diperbaiki kalau mau dekat lebaran, itu pun cuma ditambal aja dengan aspal baru,” ungkapnya. **Baca juga: Sekolah Negri di Kabupaten Tangerang Dilarang Pungut Biaya PPDB.

Tak hanya rusak, ruas Jalan Raya Serang juga kerap terjadi banjir akibat, saluran drainase yang buruk. **Baca juga: Tragis, Pemotor Wanita Terlindas Truk di Jalan Raya Legok.

Namun sampai saat ini, belum adanya perbaikan pada jalan tersebut. Bahkan, para pengendara harus mengurangi kecepatan berkendara akibat jalanan yang rusak.(shy)

**Baca juga: Baru Umur 13 Tahun, Anak Kepala DKPP Tangsel “Lolos” Ujian Paket B.




Sekolah Negri di Kabupaten Tangerang Dilarang Pungut Biaya PPDB

Kepala Dindik Kabupaten Tangerang, Teteng Jumara.(shy)

Kabar6-Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Tangerang mengingatkan agar setiap sekolah negeri di Kabupaten Tangerang tidak memungut biaya dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

“Sesuai dengan peraturan Bupati Tangerang, setiap sekolah tidak boleh memungut biaya apapun dari peserta didik baru. Karena, seluruh pembiayaan sudah ditanggung oleh pemerintah daerah,” ungkap Kepala Dindik Kabupaten Tangerang, Teteng Jumara, Senin (20/6/2016).

Hal tersebut dilakukan, guna meningkatkan kualitas pendidikan serta membantu para generasi muda untuk mendapatkan pendidikan 12 tahun.

“Kalau kewenangan Pemerintah Daerah, peserta didik tidak dibebani biaya selama 9 tahun atau setingkat SMP karena, untuk SMA/K kewenangan sudah berada di Provinsi,” terang Teteng. **Baca juga: Baru Umur 13 Tahun, Anak Kepala DKPP Tangsel “Lolos” Ujian Paket B.

Bahkan, apabila adanya aduan masyarakat terkait, pungutan yang dilakukan pihak sekolah, dinas pendidikan akan memberikan sanksi sesuai dengan aturan kepada pihak sekolah. **Baca juga: Tragis, Pemotor Wanita Terlindas Truk di Jalan Raya Legok.

“Kalau ketahuan melakukan pungutan, kami akan berikan sanksi dan ini berlaku disetiap sekolah negeri,” pungkasnya.(shy)




Begini Modifikasi Truk Tronton Selundupkan 734 Kilo Ganja

Polisi memusnahkan 734 ganja kering di Bandara Soetta.(yud)

Kabar6-Satu dari enam orang tersangka pelaku jaringan pengedar narkoba jenis ganja kering ditangkap di kawasan Tangerang, Provinsi Banten.

Meski sempat berupaya mengelelabui, tapi mereka berhasil ditangkap oleh tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri

“Seorang tersangka berinisial D yang ditangkap di kawasan Tangerang, peranannya mengarahkan sopir dan kernet truk yang membawa 734 kilogram ganja kering,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Komisaris Besar Rikwanto, Senin (20/6/2016).  

D bertugas mengarahkan truk tronton berwarna hijau bernomor polisi BK 9833 MM tersangka berinisial Z selaku supir dan W kernetnya. Kedua awak truk tronton itu sudah terlebih dulu ditangkap polisi.

Rikwanto sebutkan, D berperan mengarahkan Z untuk membawa muatan truk di salah satu gudang di Subang, Jawa Barat. D ditangkap polisi di Jalan Raya Ciberes, Kecamatan Patok Beusi.

Truk tronton tersebut, lanjutnya, berisi rongsokan kayu. Sedangkan pada bagian lantai baknya telah dimodifikasi menggunakan lapisan papan. Petugas yang curiga kemudian membongkar.

“Setelah dibongkar timsus IT bersama Subdit I, ditemukan barang bukti narkotika jenis ganja dilantai bak truk sebanyak 734 bungkus, yang perbungkusnya setara 1 kilogram,” terang Rikwanto. **Baca juga: Baru Umur 13 Tahun, Anak Kepala DKPP Tangsel “Lolos” Ujian Paket B.

Polisi kemudian melakukan pengembangan kasus untuk menangkap tersangka lainnya. Polisi pun mengamankan tiga tersangka lain berinisial SW, AH dan AM. **Baca juga: Mabes Polri Gagalkan Penyeludupan 734 Kilo Ganja Aceh.

Ketiganya ditangkap saat sedang berada didalam sebuah mobil Toyota Avanza warna silver dengan nomor Polisi F 1598 LX. Mereka sedang menunggu di SPBU Boro Sole Jalan Jati Sari, Karawang, Jawa Barat. **Baca juga: Tragis, Pemotor Wanita Terlindas Truk di Jalan Raya Legok.

“Setelah kami pancing tiga tersangka selanjutnya ditangkap. Mereka berperan sebagai penadah. Sementara seorang yang biasa dipanggil bos masih masuk DPO (Daftar Pencarian Orang),” terangnya.(yud)




Tragis, Pemotor Wanita Terlindas Truk di Jalan Raya Legok

Jasad korban saat masih berada di TKP.(cep)

Kabar6-Tragis akhir hayat Sella Qur’aini (21). Gadis ini tewas mengenaskan setelah terlindas truk tronton di Jalan Raya Legok, Kelurahan Bonang, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

Kini, jenazah gadis malang warga warga Kampung Legok, RT 08/02, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang itu, dievakuasi ke RSUD Kota Tangerang.

Kasubag Humas Polres Tangerang Selatan (Tangsel), AKP H Mansuri mengatakan, kejadian itu berlangsung Minggu (19/6/2016) malam. Saat itu korban mengendarai motor Honda Revo No.pol. B 3558 NGN melaju dari arah Legok menuju arah Islamic.

Sesampainya di jalan Raya Legok, tepatnya di depan WD Desain Cuting Stiker, korban berupaya mendahului truk tronton No.pol. B 9695 GH yang diduga dikemudikan Sdr. Suherman.

Namun, pada saat bersamaan datang Kendaraan tak dikenal dari arah berlawanan. Korban panik hingga berupaya menghindar kekiri, namun membentur bodi samping kanan truk tronton yang di dahuluinya. **Baca juga: Baru Umur 13 Tahun, Anak Kepala DKPP Tangsel “Lolos” Ujian Paket B.

Tak pelak, korban dan sepeda motornya pun jatuh dan mirisnya masuk ke kolong truk hingga terlindas roda belakang sebelah kanan. Korban tewas seketika dilokasi kejadian, dengan kondisi sangat mengenaskan. **Baca juga: Dinkes Imbau Warga Tangerang Waspada Takjil Berformalin.

Pascakejadian itu, sopir truk mendadak kabur dan meninggalkan truknyadi lokasi kejadian. Dari pemeriksaan polisi, ditemukan KTP atas nama Suherman, alamat Kampung Tengkele, RT 17/03, Negara Padang Petir, Serang, Banten. **Baca juga: Mabes Polri Gagalkan Penyeludupan 734 Kilo Ganja Aceh.

Kini, kasus tersebut ditangani petugas Satlantas Polres Tangsel.(cep)




Mabes Polri Gagalkan Penyeludupan 734 Kilo Ganja Aceh

Ganja hasil sitaan saat akan dimusnahkan.(yud)

Kabar6-Direktorat Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis daun ganja kering dengan berat total mencapai ratusan kilogram. Uniknya, penyelundupan dilakukan melalui jalur darat dan menggunakan truk.

Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, modus operasi penyeludupan yang dilakukan jaringan bandar narkoba ini cukup rapi. Polisi berhasil mengamankan Z selaku supir truk, W sebagai kernetnya dan D selaku penunjuk arah.

“Barang bukti sebanyak 734 kilogram ganja kering ini dari Aceh akan dikirim ke daerah di Jawa Barat,” kata kepada wartawan saat gelar perkara, Senin (20/6/2016).

Rikwanto mengakui, berkat kecerdasan serta naluri jajarannya di lapangan polisi jaringan bandar ganja berskala besar itu dapat diungkap. Setelah menangkap supir dan kernet pun polisi langsung melakukan pengembangan.

Langkah hukum itu membuahkan hasil. Polisi kembali meringkus tiga orang tersangka lainnya, masing-masing berinisial SW, AH dan AM.

Ketiganya ditangkap saat berada di dalam mobil Toyota Avanza warna silver dengan nomor Polisi F 1598 LX. “Ketiganya sudah menunggu di SPBU Boro Sole Jalan Jati Sari, Karawang, Jawa Barat,” terang Rikwanto.

Selanjutnya barang bukti sebanyak 734 Kilogram ganja kering itu dimusnahkan di pembakaran sampah (Garbage Plant) Angkasa Pura II Terminal III Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang. **Baca juga: Baru Umur 13 Tahun, Anak Kepala DKPP Tangsel “Lolos” Ujian Paket B.

Atas peristiwa tersebut, Polisi menyangkakan pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 subsidair pasal 111 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 UU RI No.35 tahun 2009 tengan narkotika. **Baca juga: Dinkes Imbau Warga Tangerang Waspada Takjil Berformalin.

“Para pelaku dapat diancam hukuman dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun dan denda maksimal Rp10 miliar,” tegas Rikwanto.(yud)