oleh

Olahraga Lari Sebabkan Keputihan Lebih Banyak?

Ilustrasi/bbs
Ilustrasi/bbs

Kabar6-Olahraga lari memiliki banyak penggemar. Selain murah, jenis olahraga ini sangat mudah, dan dapat dilakukan di mana saja. Waktunya pun fleksibel. Anda dapat berolahraga lari sebelum berangkat ke kantor, atau sebaliknya sesudah pulang dari beraktivitas.

Nah, bagi Anda yang baru memulai lari sebagai hobi, ada beberapa hal yang perlu diketahui terkait kondisi area genital khususnya bagi pelari wanita.

Sebagian wanita, dikutip dari wolipop.detik.com, mungkin akan mendapati area Miss V lebih lembab atau keluar cairan lebih banyak setelah lari, atau istilah umumnya keputihan.

Jika keputihan keluar lebih banyak dari biasanya, jangan panik. Dijelaskan dokter spesialis kandungan Julie M. Levitt, M.D., kondisi itu adalah normal.

Diuraikan, lari tidak benar-benar membuat tubuh memproduksi cairan putih yang membuat rasa tidak nyaman itu. Tapi gerakan saat berlari memicu keputihan keluar lebih banyak.

“Saat fisik Anda lebih banyak bergerak, Anda akan mengalami peningkatan tekanan pada area perut,” ujar Julie seperti dikutip dari Women’s Health.

Olahraga berintensitas tinggi seperti lari, akan membuat tubuh bereaksi layaknya botol saus yang dihentak-hentakkan ke bawah agar isinya keluar. Proses itulah yang membuat cairan Miss V keluar lebih banyak, tapi produksinya di dalam tubuh tidak meningkat.

Jika keputihan membuat Anda tidak nyaman, Julie menyarankan untuk memakai panty liner tipis sebelum berlari. Kenakan juga celana dalam yang terbuat dari katun atau material yang mudah menyerap keringat dan cepat kering.

Jika keputihan tak juga berhenti dan tetap keluar banyak beberapa hari/minggu setelah lari, atau disertai dengan kemerahan dan gatal-gatal, ada kemungkinan Miss V mengalami infeksi jamur atau bakteri. Bisa juga karena pH di area genital Anda tidak seimbang karena terlalu lembap.

Untuk menghindarinya, segera ganti panty liner dan celana dalam setelah lari. Celana dalam yang dibiarkan lembab terlalu lama bisa memicu infeksi jamur serta bakteri. ** Baca juga: Kuncir Ekor Kuda Tinggi Tidak Disarankan Untuk Kesehatan Rambut

Jika gejalanya tak kunjung berhenti, ada baiknya Anda periksakan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya lebih lanjut dan mendapatkan penang tepat.(ilj/bbs)

Berita Terbaru