oleh

Olaf, Sebutan Kodok Puerto Riko Langka Lahir Melalui Teknik Bayi Tabung

Kabar6-Spesies kodok langka Puerto Riko yang terancam punah, berhasil dilahirkan melalui teknik fertilisasi in vitro atau program bayi tabung.

Seorang kurator ectotherm di Fort Worth Zoo, Texas, bernama Diane Barber mengatakan bahwa program ini dilakukan dalam upaya untuk menyelamatkan spesies tersebut dari kepunahan.

Dalam program fertilisasi in vitro tersebut, melansir Dailymail, peneliti berhasil menetaskan lebih dari 300 kodok jambul Puerto Riko, setelah upaya penetasan pertama gagal dilakukan. Kodok-kodok itu sekarang telah diberi nama dengan sebutan Olaf, untuk menghormati sperma beku tempat ia berasal.

“Kami biasanya tidak memberikan nama terhadap katak, tapi yang ini pantas mendapatkan panggilan khusus, jelas Diane. “Kami sangat bersemangat. Kamu seperti menahan napas selama 30 hari untuk melihat apakah ia akan bermetamorfosis.”

Pada 2018, Diane bersama dengan penelitian lain melakukan perjalanan ke kota barat daya Guayanilla untuk mengumpulkan sperma dari enam kodok jambul Puerto Riko. Para peneliti memilih kodok yang lebih besar yang menunjukkan kedewasaan seksual.

Sperma didapat dari ekstraksi urine kodok. Bagi kodok yang tidak buang urine, Diane menerapkan metode lain. “Agak aneh, tetapi jika kamu memegang mereka di tanganmu, dan mereka mulai menggonggong seperti anjing, mereka akan buang air kecil,” kata Diane.

Kodok jambul Puerto Riko, menurut US Fish and Wildlife Service, masuk dalam red list (daftar merah) sebagai spesies terancam punah pada 1987. ** Baca juga: Penyebab Wabah Tikus, Dewan Kota Selandia Baru Relokasi Ayam Liar Lokal

Sejak 1993, US Fish and Wildlife Service, bersama Departemen Sumber Daya Alam dan Lingkungan Puerto Riko, serta Asosiasi Kebun Binatang dan Akuarium, telah bekerja untuk melestarikan spesies ini. Dan untuk pertama kalinya, mereka berhasil menetaskan kodok melalui teknik fertilisasi in vitro.

“Ini adalah kemajuan yang signifikan bagi spesies yang terancam punah, karena akan memungkinkan kebun binatang, peneliti, dan konservasionis lainnya untuk memperluas populasi genetik mereka yang digunakan untuk meningkatkan populasi umum sambil menjaga kodok di habitat alami mereka,” ujar Armando Otero, sekretaris magang dari Departemen Sumber Daya Alam Puerto Riko.

Diketahui, 100 dari 300 kodok telah dikirim ke kebun binatang dengan program penangkaran. Sementara 200 kodok lainnya akan dikirim ke Puerto Riko.(ilj/bbs)

Berita Terbaru