oleh

Nazarudin Dijaga Ketat Polisi Bogota Selama 24 Jam

Kabar6-Petualangan Muhammad Nazaruddin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, yang melarikan diri dari Jakarta karena diduga tersangkut perkara korupsi, berakhir di Amerika Latin. Pria yang besar di Medan ini dijebloskan ke penjara Kepolisian Metro Bogota, Ibukota Kolombia. Ia dikerangkeng seorang diri. Bahkan waktu ditangkap, dia diborgol dan dikawal ketat, tidak ubahnya seperti gembong narkoba.

Penjara tempat Nazaruddin ditahan, tidak jauh dari ruang kerja perwira yang bertugas di kepolisian tersebut.

Nazaruddin mendapat pengawasan khusus. Polisi Bogota menganggap bahwa Nazaruddin tahanan penting pemerintah Indonesia. Di luar pintu kamar tahanan Nazaruddin, selama 24 jam, lima polisi bergantian menjaganya.

Hal itu disampaikan Duta Besar Kolombia, Michael Manufandu, melalui telepon, Selasa (9/8) malam atau Selasa pagi waktu Kolombia. Menurut Michael, sehari-hari ruang tahanan itu diisi enam pelaku kejahatan. “ Kali ini, ruang tahanan itu khusus untuk Nazaruddin. Dia hanya seorang diri, “ kata Michael.

Ada kabar bahwa ketika ditangkap, Nazaruddin sempat akan menyuap Polisi Kolombia. Bahkan ia sempat bertanya kepada Duta Besar, namun disarankan jangan mencoba-coba menyuap polisi karena urusan bisa lebih runyam.

Khawatir ada hal tak diinginkan, sambung Michael, Nazaruddin minta untuk selalu didampingi petugas dari kedutaan. Menurut Michael, permintaan itu diturutinya. Makanya, ia menempatkan satu pegawai kedutaan. “ Nazaruddin terlihat ceria. Ia sering bercanda dengan polisi yang menjaganya, “ ujar Michael.

Ditambahkan Michael, ketika bertemu dengan Nazaruddin, ia mendapat amanat agar menjaga tas ransel coklat ukuran 70 cm x 50 cm. Tas ini dibawa Nazaruddin saat disergap di kota pantai Cartagena, Kolombia.

Isi tas yang dititip tersangka kasus korupsi pembangunan Wisma Atlet SEA Games Palembang, Sumatera Selatan itu masih misterius. “ Tolong jaga tas saya ini. Isi tas ini sangat berharga, Jangan sampai hilang,” kata Michael menirukan ucapan Nazaruddin. “Tas itu langsung saya segel dan saya belum tahu apa isinya.” Besar dugaan di dalam tas itu berisi dokumen penting menyangkut data keuangan Partai Demokrat dan sejumlah uang tunai.

Mengenai tas itu, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM Djoko Suyanto, di Kantor Presiden, mengatakan tas itu akan membongkar siapa saja yang terlibat dalam kasus Nazaruddin. Tas dititipkan pada Duta Besar karena dikhawatirkan akan dibongkar sebelum jatuh ke tangan penyidik KPK.

“Saya sudah perintahkan kepada Duta Besar agar tas tersebut diamankan,” ujarnya. “Siapapun tak boleh membuka karena akan diserahkan kepada tim yang akan menjemputnya dengan disaksikan Nazaruddin sendiri, kepolisan Kolombia dan petugas kedutaan. Jadi ada empat pihak yang menyaksikan serah terima isi barang,” katanya.(pk/zul)

Berita Terbaru